40.

1.1K 123 0
                                        


Tok tok tok!

Gua berdiri dan menunggu yang punya rumah buat ngebukain pintu buat gua. Udah tiga menit gua nunggu di depan rumah ini dan yang punya belom keluar. Dari mencet bel sampe ngetok pintu rumahnya udah gua coba. Sedikit lagi gua tendang pintu rumahnya dan menerobos masuk rumahnya.

"Ya?"

"Mana Mia?" Tanya gua.

"Lily? Siapa itu? Suruh masuk dulu."

Gua bisa denger suara papa dari dalem. Gua cuma muter bola mata gua malas. Dia nggak mungkin ngizinin pembunuh masuk ke dalem rumahnya, kan?

"Darby, Pa. Mau jemput Mia." Jawab Lily sambil meninggalkan gua di depan rumahnya. Dia ke dalam untuk ngambil Mia.

Nggak lama setelah Lily masuk ke dalam rumahnya, sekarang papa muncul di hadapan gua. Dia memberi gua kode untuk masuk ke dalam rumahnya.

"Bukannya pembunuh nggak boleh masuk ke sini?" Tanya gua. Papa cuma diem dan nggak bisa nanggepin kata-kata gua.

"Papa minta maaf. Waktu itu papa kesel." Kata papa.

Gua tertawa renyah karna ngedenger permintaan maaf dari papa. Enteng banget minta maafnya kayaknya.

"Kamu kenapa nggak suka sama Mama Bela sih? Ken-"

"Dia bukan mama aku." Potong gua.

"Kenapa kamu suka sama pasangan baru mama kamu, tapi nggak bisa suka sama istri papa?" Tanya papa.

Gua sebenernya nggak ngerti kenapa papa tiba-tiba nanya kayak begini ke gua. Gua juga nggak tau kenapa papa bisa tau kalo gua suka banget sama Om Johnny. Mungkin dia liat pas di pemakamannya Sonia waktu itu.

"Isabela kan ngehancurin rumah tangga. Kalo Om Johnny nggak." Kata gua santai.

"Lagipula, Om Johnny itu laki-laki baik. Aku yakin Om Johnny pantes buat mama. Mama pantes dapet laki-laki kayak dia." Lanjut gua.

"Kak Daby!"

Mia berlari ke arah gua dan gua langsung menggendong Mia. Tanpa ngomong apa-apa lagi, gua membawa Mia ke dalam mobil gua.

"Kita mau ke mana?" Tanya Mia.

"Nanti Mia liat, ya. Mia mau dapet temen baru." Kata gua.

Perjalanan dari rumah papa ke rumah Kak Nayeon bisa memakan waktu 20 menit. Ya, Kak Yoona katanya lagi main di rumahnya Kak Nayeon. Jadi, gua juga diajak dan gua berinisiatif ngajak Mia supaya dia bisa dapet temen.

"Mia inget, kan?" Tanya gua.

"Kenapa?" Tanya Mia balik.

"Nggak boleh bandel, oke? Kalo Mia nggak bandel, Kak Daby bakalan jajanin Mia deh." Kata gua sambil fokus nyetir.

"Iya, Kak!"

Sebenernya Mia emang nggak bandel dan dia anaknya selalu ngedengerin gua. Cuma, namanya anak kecil ketemu sama anak kecil. Ya, gua jaga-jaga aja gitu.

Gua berhenti tepat di depan rumah Kak Nayeon. Bertepatan sama Kak Nayeon yang lagi duduk di teras, dia menyambut gua dengan senyuman lebarnya.

"Hai! Ini siapa namanya?" Tanya Kak Nayeon.

"Mia." Jawab Mia.

Kak Nayeon menuntun gua sama Mia buat masuk ke dalem rumahnya. Di dalem sana udah ada satu anak kecil laki-laki yang lagi sibuk bermain sama legonya.

"Gray, sapa dulu dong Kakak Mianya." Kata Kak Nayeon.

Gray keliatan sedikit malu, tapi Mia mengulurkan tangannya buat kenalan sama Gray. Mereka berdua bener-bener lucu.

✔️Unspoken ; Jung JaehyunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang