13.

1.3K 137 30
                                        


"Instead of asking what's wrong with him, he keeps asking what's wrong with you. He's totally a jerk."

Mingyu yang berkoar-koar di atas kasurnya, sedangkan gua cuma duduk di kursi gamingnya Mingyu.

"Why don't you just tell him?" Tanya Mingyu.

"Nggak mau ah. Gua pengen gitu dia sadar sendiri. But, I don't think he would realize what he did." Kata gua.

Mingyu yang tadinya tiduran di atas kasurnya pun berdiri dan jalan mendekat ke arah gua. Mingyu berkacak pinggang di depan gua.

"Yaudah, tell him." Kata Mingyu.

"Udah telat, Gyu. Sekarang dia udah sama cewek itu. Gua yang bukan siapa-siapanya nggak bisa apa-apa, Gyu." Kata gua.

Mingyu mundur dan duduk lagi di pinggir kasurnya. Dia keliatan kehabisan kata-kata, dia nggak bisa ngerepson apa-apa lagi.

"By, cari yang lebih baik aja udah." Kata Mingyu.

"Enteng lu ngomongnya." Kata Mingyu.

"Gini loh, By. Harusnya dia tau kalo yang dia lakuin itu emang 'a common thing' buat mereka dan bukan buat lu. Dia seharusnya ngerti perasaan lu, posisi lu yang nggak biasa ngeliat kebiasaan anak-anak itu." Kata-katanya Mingyu sulit buat dicerna, tapi gua seratus persen ngerti.

Drrt drrt!

"Nape, Mark?"

"Guess what? Now, Drew will be in his house and playing with your sister! How could- everything is fucked up, By."

"Mark, pelan-pelan aja dong. Jangan heboh. Lagian gua udah tau, Mark Lee."

Gua ngeliat Mingyu yang ngeliatin gua, dia keliatan penasaran gua telfonan sama siapa sampe akhirnya dia tau gua telfonan sama Mark.

"By, I've told you to not avoiding him. Now look? He'll end up with her, By."

"So?"

"Jaehyun bakal frustasi kalo lu tetep menghindar dari dia, dan kalo dia frustasi, dia bakal lari ke Drew."

"Iya."

"I don't like her. By, coba kalo lu nggak menghindar dari dia. Lu masih punya kesempatan, By. Yang rugi lu juga."

"Buat apa dilanjutin tapi nggak ada hubungan yang jelas? Gua juga ngerasa capek kalo semuanya abu-abu, Mark."

"I can't deal with it. Ah, By. You were wrong, By. You took a wrong step."

"Iya, Mark! I'm wrong. I am totally wrong!"

Gua mulai jengkel sama Mark. Akhir-akhir ini gua merasa lebih sensitif dan mudah emosi. Gua bisa kesel sama hal kecil doang.

Mingyu pun keliatan kesel. Tatapannya cukup tajem sekarang. Dia berdiri di tempatnya dan jalan ke arah gua. Dia ngerampas hp gua dan ngambil alih telfon gua.

"Stop blaming everything on her!"

Mingyu berjalan keluar dari kamarnya sambil bicara sama Mark lewat sambungan telfon. Dia nutup pintu kamarnya dan bicara sama Mark di luar. Mungkin tujuan dia supaya gua nggak denger, tapi nyatanya gua masih bisa denger suara Mingyu.

"Kalo temen lu itu nggak bisa bahagiain Darby, yaudah nggak usah nyalahin Darby terus-terusan dong."

"Gua tau niat dan maksud lu baik. Gua tau tujuan lu itu untuk kebaikan Darby. Tapi, nggak dengan cara lu nyalahin dia begitu."

"Iya, gua tau. But you should know her better."

Gua sendiri di kamar Mingyu berusaha keras buat nggak nangis. Gua nggak nyangka Mingyu bakal sampe kayak begini. Gua makin ngerasa nggak enak. Tapi gua gagal nahan tangisan gua, air mata gua dengan mudahnya terjatuh.

✔️Unspoken ; Jung JaehyunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang