"Lu pada nggak bosen apa?"
Gua dan lima temen gua yang lain langsung ngeliatin Ten dengan tatapan bingung. Bosen gimana? Ini kita lagi nongkrong di mall.
"Dude, I mean, we should go somewhere." Kata Ten.
"My room." Kata gua sambil nyendok makanan gua dan ngelahap makanan gua. Temen-temen gua emang kakinya gatel semua, terutama Ten.
"Like.. vacation?" Kata Ten.
"I'm down." Lima temen gua langsung ngerespon ide Ten serempak. Kapan jiwa gua ninggalin kamar gua sih?
"By, you look stressed." Kata Liv.
"Am I?" Tanya gua ke mereka semua dan mereka semua ngangguk. Apa yang salah sama gua? Gua ngejalanin hari-hari gua dengan biasa.
"You should go somewhere. With us." Kata Ashley.
"That could be worse." Balas gua.
"By, not now kok. Masih beberapa bulan ke depan, kalo udah deket-deket semester baru. Nanti juga kita having fun bareng kok. Just seven of us." Kata Ten.
Gua pun ngangguk setuju. Gua cuma kepikiran gimana gua sama Jaehyun nantinya. Sekarang mereka belom curiga kalo gua sama Jaehyun lagi diem-dieman. Paling beberapa waktu lagi mereka bakalan notice.
"By, I miss you." Kata Lucas tiba-tiba.
"I'm here, moron!"
Lucas pun ketawa setelah emosi gua terpancing. Emang udah jadi hobinya Lucas buat bikin gua emosi, dan sebaliknya. Cuma akhir-akhir ini gua nggak mood bikin dia emosi.
"Kira-kira kita mau ke mana?" Tanya Mark.
"Ciwidey."
"Okay. Kita ke Ciwidey. Cuz she say so." Kata Ten.
"Oh, iya, Ten. Gua pengen request nih. Viewnya yang bagus please. Gua pengen liat pohon-pohon dan lain-lainnya." Kata gua.
Pengalaman gua holiday bareng mereka tahun lalu, villanya emang bagus, tapi viewnya nggak bagus. Mereka mesen resort dan tempatnya kurang memuaskan menurut gua.
"Kok jadi lu yang banyak mau?" Tanya Lucas.
"Lu mau dia nggak ikut? Diem aja deh." Kata Jaehyun.
Gua sedikit tersenyum setelah mendengar pembelaan yang keluar dari mulut Jaehyun. Lucas sama gua sering berantem tanpa alesan. Jadi, sekarang Lucas natep gua sini dan gua senyum dengan penuh kemenangan.
Drrt drrt
Gua ngerutin alis gua dan ngeliat nama yang terpampang di layar hp gua. Buat apa Lily nelfon gua lagi?
"Hmm?"
"Mia mau main sama lu. Bawa aja nih ke rumah lu. Capek gua dengerin dia nangis dari tadi. Sakit kepala gua."
"Gua lagi di luar."
"Ya mumpung lu lagi di luar lah! Sekalian jemput ade lo yang cengeng ini. Bikin orang di rumah nggak tenang aja."
Gua berdiri dan berjalan keluar dari restoran supaya gua lebih nyaman maki-maki Lily yang nggak ada otak ini.
"Heh bangsat! Lu pikir gua tinggal sendiri? Gua tinggal sama temen-temen gua, ya. Lu pikir gua nggak ke kampus? Cari dulu otak lu anjing!"
"Lu pikir gua nggak kuliah?"
"Woy jalang! Mia itu tanggung jawab keluarga lo tolol! Kenapa jadi lu yang ngeluh sih?"
"Buruan lah ambil! Capek gua denger dia nangis. Kalo perlu dia tinggal sama lu aja. Dia nggak suka tinggal di sini."
"Iya lah. Tinggal sama jalang."
KAMU SEDANG MEMBACA
✔️Unspoken ; Jung Jaehyun
Fanfiction𝒖𝒏·𝒔𝒑𝒐·𝒌𝒆𝒏 /ˌə𝒏ˈ𝒔𝒑ō𝒌ə𝒏/ (𝘢𝘥𝘫.) 𝘯𝘰𝘵 𝘦𝘹𝘱𝘳𝘦𝘴𝘴𝘦𝘥 𝘪𝘯 𝘴𝘱𝘦𝘦𝘤𝘩; 𝘵𝘢𝘤𝘪𝘵. • • • Warn! - kata kasar! - typo bertebaran.
