25th December...
"Eh, tapi kok ini ganteng juga ya, By?"
Gua berhenti menggeser foto-foto di galeri gua saat Rose menunjuk foto June yang tersenyum lebar di galeri gua.
"Namanya June. Anak motor." Kata gua.
"Eh, ganteng. Gimana dong, By?" Tanya Rose.
Gua langsung membuka aplikasi Instagram dan mencari profil June dan menunjukan ke Rose. Mata Rose langsung berbinar-binar.
"Oi! Ayo. Mau ke Bandung, kan?"
Gua sama Rose menoleh ke arah Jaehyun yang baru aja sampe di halaman belakang rumahnya. Gua sama Rose pun langsung berdiri.
"Ayo masuk dulu." Kata Rose.
Semalem akhirnya Jaehyun tidur di flat gua. Tenang aja gua sama dia nggak ngapa-ngapain kok. Gua tetep di kamar gua dan dia ada di kamar Ashley. Lalu, pagi-pagi banget kita berdua ke rumah Jaehyun.
"Darby, Darby mau langsung ke Bandung, ya?" Tanya mamanya Jaehyun saat gua masuk ke dalam rumahnya.
"Iya, Tante." Kata gua.
"Kalo Jaehyun bawa mobilnya ngebut, gebuk aja, By." Kata Kak Krystal.
Gua cuma bisa tertawa karna gua sama sekali nggak nyangka kalo keluarganya Jaehyun ada sisi bar-barnya juga. Ternyata keluarga berada di dunia asli sama di film itu beda. Atau cuma keluarganya Jaehyun yang beda. Gua nggak tau.
"Eh, iya, By. Kamu mau hadiah natalnya apaan?" Tanya mamanya Jaehyun.
"Aduh, Tan. Makasih banyak, Tante. Tapi, Darby ngg-"
"Sebutin aja." Kata mamanya Jaehyun.
Padahal tadi Kak Krystal juga udah nanyain apa yang gua mau buat kado natal. Tapi, gua udah nolak karna gua nggak terbiasa minta kado natal. Gua nggak pernah minta sesuatu pas natal. Gua cuma nerima apa yang dikasih aja.
"Dia nggak mau apa-apa, Ma. Dia kayaknya mau langsung nikah sama Jaehyun aja." Celetuk Kak Krystal.
"Itu mah gampang." Kata mamanya Jaehyun sambil tertawa.
"Yaudah, nanti Jaehyun cari tau Darby mau apa." Kata Rose.
Oke. Mulai sekarang gua harus berhati-hati sama mulut gua. Lagipula, gua emang lagi nggak mau apa-apa kok.
"Yaudah, Ma. Takut macet nih." Kata Jaehyun.
Setelah itu gua berpamitan sama seluruh anggota keluarga Jaehyun sebelum ditarik keluar sama Jaehyun.
"Tahun depan kita sekalian mampir ke rumah Rose." Kata Jaehyun sambil merapihkan rambutnya di kaca mobil.
"Tahun depan kita malem natalan di Bandung. Terus paginya ke sini sama ke rumah Rose. Bisa, kan?" Kata Jaehyun, gua pun mengangguk.
Gua sama Jaehyun masuk ke dalam mobilnya Jaehyun. Jaehyun nengendarai mobilnya keluar dari halaman rumahnya.
"Jeno sama Jaemin kado natalnya apa?" Tanya Jaehyun.
Gua menengok ke backseat dan ngeliat beberapa kado natal yang udah gua siapin dari flat. Dua dari beberapa kotak itu ada kado natal gua buat Jaemin sama Jeno.
"Gua siapin deodorant." Kata gua santai.
"Hah? Kotak segede itu lu cuma isi deodorant?" Tanya Jaehyun, gua mengangguk santai.
"Mereka tuh banyak kegiatan terus kan suka tebar pesona. Biar keteknya nggak bau, ya gua kasih deodorant aja." Kata gua santai.
Ngomongin soal kado, gua sama sekali nggak tau kalo bakalan dateng ke rumah Jaehyun hari ini. Jadi, gua nggak nyiapin apa-apa buat keluarga Jaehyun dan Rose.
KAMU SEDANG MEMBACA
✔️Unspoken ; Jung Jaehyun
Fanfiction𝒖𝒏·𝒔𝒑𝒐·𝒌𝒆𝒏 /ˌə𝒏ˈ𝒔𝒑ō𝒌ə𝒏/ (𝘢𝘥𝘫.) 𝘯𝘰𝘵 𝘦𝘹𝘱𝘳𝘦𝘴𝘴𝘦𝘥 𝘪𝘯 𝘴𝘱𝘦𝘦𝘤𝘩; 𝘵𝘢𝘤𝘪𝘵. • • • Warn! - kata kasar! - typo bertebaran.
