3 minggu kemudian tepatnya di hari terakhir sekolah,
Chris dan Thalia memutuskan untuk pergi ke mall bersama-sama. Mereka mengelilingi mall, bersenang-senang, lalu mereka beristirahat sebentar.
"Eh, Thalia." panggil Chris.
"Iya?" tanya Thalia.
"Ini artinya apa sih?" tanya Chris seraya mengambil kertas kecil dari saku nya.
Kertas tersebut bertulis Saranghae.
"Ini artinya aku cinta kamu." ujar Thalia.
"Cara ngomong nya gimana sih? Sarang haye?" tanya Chris.
"Hahaha bukan lah. Cara ngomong nya Sarange." jawab Thalia.
"Nado saranghae." ujar Chris. Lantas memberi Thalia kecupan kecil di dahi.
"Dasar gombal." ujar Thalia seraya memukul bahu Chris.
"Kamu hobby nya mukul-mukul orang ya hahaha," ujar Chris.
"Lagian salah sendiri." ujar Thalia.
"Mau beli baju?" tanya Chris.
"Beli baju apa?" tanya Thalia balik.
"Baju kembaran." jawab Chris.
"Ayo!!" seru Thalia dengan semangat.
Mereka pun pergi mencari baju kembaran.
"Ini gimana?" tanya Thalia seraya menunjukkan 2 hoodie berwarna pink dan biru.
"Bagus tuh." jawab Chris.
"Oke. Ayo beli yang ini. Langsung pake gimana?" tanya Thalia.
Chris pun mengangguk dan tersenyum.
Setelah mereka membayar baju nya, mereka pergi ke toilet untuk mengganti baju.
"Ke taman yuk. Yang waktu itu di mimpi." ujar Thalia.
"Ayo." ucap Chris.
Mereka pun pergi ke taman menggunakan go-car. Sesampainya disana,
"Ah kangen banget kesini! Satu-satunya tempat yang ada di dunia nyata." ujar Thalia.
"Hahaha iya." ucap Chris.
"Sewa karpet yuk!" ajak Thalia.
"Yuk!" seru Chris.
Mereka pun menyewa karpet. Lalu menaruh nya di atas rumput-rumput hijau.
Thalia pun berbaring di atas karpet nya.
"Huh capek juga ya hahaha," ujar Thalia.
"Tidur sini." ujar Chris seraya menepuk paha nya.
Thalia pun menaruh kepala nya di atas paha Chris.
"Huh jadi deja vu hahaha," ujar Thalia.
"Ini namanya nostalgia." ujar Chris.
"Sebenernya, kamu udah berapa lama suka sama aku?" tanya Thalia.
"Sejak kita pertama kali ngobrol." ujar Chris.
"Lama banget dong." ujar Thalia.
Chris mengangguk.
"Makasih udah selalu ada buat ku." ujar Thalia.
Chris pun tersenyum.
"Ah gara-gara kamu, aku gak bisa tidur kan." ujar Thalia salah tingkah.
Chris pun tertawa.
***
"Ayo kita bikin list kegiatan." ujar Chris.
"List kegiatan kayak gimana?" tanya Thalia.
"Kegiatan yang harus kita lakuin." jawab Chris seraya mengambil pensil dan kertas.
"Oh hahaha," ucap Thalia.
"Ke pantai liat sunset, Naik sepeda berdua di taman, Masak bareng, Ke dufan bareng, Melukis bareng, apa lagi ya." ujar Chris seraya menulis.
"Chris." panggil Thalia.
Chris pun berhenti menulis, lalu menoleh ke arah Thalia.
"Kita bisa lakuin semua itu dalam 1 minggu?" tanya Thalia.
"Maksudmu?" tanya Chris balik.
"Minggu depan aku bakal ke Jerman. Aku bakal sekolah disana." ujar Thalia.
"Jadi kita gak bakal ketemu?" tanya Chris.
Thalia pun menunduk lalu menjawab, "Maaf, Chris."
Chris pun langsung memeluk Thalia lalu berkata, "Gapapa. Lagipula itu mimpi kamu juga kan."
Thalia pun mengangguk, lalu menangis.
"Gapapa, gapapa." ujar Chris seraya menepuk-nepuk punggung Thalia, mencoba untuk menenangkan Thalia.
"Udah, gak usah nangis. Aku gapapa kok." ujar Chris seraya mengusap air mata Thalia dengan ibu jari nya.
"Kalau begitu, kita lakuin semuanya dari sekarang yuk." ujar Chris.
"Ayo naik sepeda! Kayaknya disitu ada yang nyewa sepeda." ujar Chris.
"Tapi kamu-" ujar Thalia. Tetapi kalimat Thalia terpotong oleh Chris.
"Aku juga kerja paruh waktu. Gapapa." ujar Chris.
"Mulai sekarang, aku aja yang bayar." ujar Thalia.
"Tapi-" ujar Chris. Tetapi Thalia langsung menempelkan jari telunjuk nya ke bibir Chris, menyuruhnya diam.
Mereka pun berdiri, lalu langsung pergi menyewa sepeda. Chris mengendarai sepeda dengan Thalia yang duduk di tempat duduk belakang sepeda sambil memeluk Chris. Mereka bersenang-senang bersama.
"Sekarang kita ke rumah ku yuk. Mama, Papa sama Kakak ku pergi." ujar Thalia.
Chris pun mengangguk setuju.
Mereka pun pergi ke rumah Thalia. Sesampainya di rumah Thalia, mereka masak bersama, lalu melukis bersama seperti di dunia mimpi. Chris melingkarkan lengan nya di pundak Thalia sambil membantu Thalia melukis.
"Besok kita ke dufan ya! Terus besok nya lagi, kita bakal ke pantai! Gimana?" tanya Thalia dengan penuh semangat.
Chris pun mengangguk.
"Yes!!!" seru Thalia senang.
Chris pun tertawa kecil melihat Thalia.
Keesokan hari nya,
Sesuai janji kemarin, mereka pergi ke dufan. Mereka menaiki banyak wahana bersama, bersenang-senang bersama, tertawa bersama. Sampai mereka melupakan kalau sebentar lagi mereka harus segera berpisah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Some reasons ✅
RomansaIni mungkin adalah hal yang aneh untuk kalian. Tetapi berbeda dengan Thalia Aleeza, seorang murid yang baru menginjak kelas 10 SMA. Secara kebetulan, ia bersekolah dengan Louis Adelardo, sosok pria yang selalu ia kejar selama 8 tahun ini. Tetapi pad...
