6. A Guy From The Past

5.5K 609 7
                                        

Seperti titah Taehyung sebelumnya, tidak boleh ada yang tahu Da In dan Taehyung tinggal bersama. Maka di hari keduanya sekolah, Da In berencana untuk pulang dengan bus lagi. Taehyung benar-benar serius dengan ucapannya. Dia sama sekali tidak menunjukkan kalau dia mengenal Da In. Bahkan dia menciptakan jembatan kasat mata yang membuatnya dan Da In seolah-olah sangat jauh dan begitu asing.

Da In tengah berjalan melewati area parkir. Dari belakang seseorang menepuk pundaknya dan dia mendapati Yoonhee disana. Entah sejak kapan mereka jadi begitu dekat. Sebelumnya, Da In tidak memiliki sahabat dekat, hanya sekedar teman sekolah saja. Tapi dengan Yoonhee, dia merasa nyaman dan ingin menjadi semakin dekat.

"Apa supirmu sudah menjemput?"

"Ah, tidak. Aku naik bus." Jawab Da In membuat Yoonhee menghentikan langkahnya.

"Benarkah? Sayang sekali hari ini kakakku yang menjemput. Jika saja supirku yang menjemput pasti aku akan mengajakmu pulang bersama."

"Kita bisa pulang bersama lain kali." Sebenarnya Da In agak ragu mengatakan itu. Pasalnya, jika dia dan Yoonhee pulang bersama, Yoonhee akan tahu dia dan Taehyung tinggal bersama. Jadi dia mengakhiri kalimatnya dengan senyuman yang terlihat dipaksakan.

"Oh, aku punya ide!" Ujar Yoonhee tiba-tiba menarik tangan Da In menuju parkiran. Disana sudah ada Jimin, Jungkook dan Taehyung yang berjalan bersama menuju mobil mereka masing-masing. "Hei, kalian!" Teriak Yoonhee dari jauh.

Mereka berhenti mendengar teriakan Yoonhee. "Tunggu! Salah satu dari kalian antar Da In pulang." Titahnya.

"Yoonhee." Da In merasa canggung sendiri, terlebih setelah melihat ekspresi Taehyung yang sudah menatapnya jengah.

"Song Da In?" Sapa seseorang yang diyakini adalah pria—terdengar dari suaranya—menginterupsi. Semua orang merubah atensi pada orang dibelakang Da In dan Yoonhee.

"K-kim Mingyu?" Da In tertegun. Sisanya menatap dua orang itu dengan pandangan kebingungan. Satu orang lagi yang tak kalah terkesiap, Kim Taehyung. Semua orang disana seperti ingin menanyakan 'bagaimana mereka bisa kenal'. Dan pertanyaan itu disuarakan oleh Park Jimin.

"Uhm, dia temanku di Seoul." Jawab Da In yang masih belum cukup untuk menjawab rasa penasaran mereka. "Kalau begitu, aku pulang dengan Kim Mingyu. Bolehkan?" Tanyanya setelah menoleh pada pria disana dan dijawab anggukan oleh pria yang diketahui bernama Mingyu itu.

Semua orang semakin keheranan. Da In tidak mungkin semudah itu meminta orang lain pulang bersama jika tidak begitu akrab. Bahkan Yoonhee hampir menjatuhkan rahang bawahnya. Setelah sepeninggal Da In dan Mingyu, Yoonhe, Jimin dan Jungkook menoleh bersamaan pada Taehyung. Sementara pria itu segera masuk ke dalam mobil kemudian melesat meninggalkan sekolah dan ketiga temannya disana.

Di sebuah cafè, Da In dan Mingyu duduk berhadapan di dekat jendela sambil menunggu pesanan mereka datang. Sebelumnya, Mingyu mengajak Da In untuk mengobrol bersama setelah sekian lama tidak bertemu. Persetujuan dari Da In membuat mereka berakhir disini sekarang.

"Jadi, sudah berapa lama kau pindah ke sini?" Tanya Mingyu membuka pembicaraan setelah pelayan meletakkan pesanan mereka diatas meja.

"Sekitar empat hari yang lalu. Aku tidak menyangka kita satu sekolah." Sahut Da In kemudian menyesap caramel macchiato-nya.

"Aku juga tidak menyangka bertemu denganmu di sekolah." Sahut Mingyu berbinar-binar. Sesaat air mukanya berubah sebelum melanjutkan kalimatnya. "Aku mendengar tentang orang tuamu. Maaf aku tidak bisa mengunjungimu. Kau pasti sangat butuh seseorang untuk bercerita saat itu, tapi aku tidak disana." Ucap Mingyu terdengar tulus dan penuh penyesalan.

Mingyu benar. Mungkin hanya butuh seseorang yang mau mendengarnya dan selalu menemaninya. Maka dia tidak akan bertindak jauh hingga ingin mengakhiri hidupnya. Dan saat ada seseorang yang mengetahui Da In melakukan hal itu—sekertaris Lee— dia malah meninggalkan Da In pada keluarga asing, sahabat orang tuanya yang sama sekali belum pernah Da In temui sebelumnya.

Da In tersenyum mencoba menepis semua perasaan sedihnya karena ucapan Mingyu. Namun dari sana, dia masih merasakan kehangatan seorang Kim Mingyu seperti dulu. "Tidak apa-apa, Gyu. I'm way better than before." Jawabnya mengulum senyum yang membuat Mingyu juga ikut tersenyum lega.

"Bagaimana kabarmu setelah kepindahanku?" Ucapnya lagi mengalihkan pembicaraan dan suasana haru yang sempat terjadi. "Aku yakin kau sangat merindukanku, tapi terlalu ragu untuk menghubungi lebih dulu, kan?"

Da In tergelak hampir memuncratkan minumannya. Dia terlihat seakan-akan menerawang jauh pada masa-masa itu. "Aku sedikit kesulitan karena tidak ada yang mau berteman denganku, hanya beberapa saja yang mau bergaul dengan Song Da In yang selalu menjadi pusat perhatian ini. Mungkin aku merindukanmu sesekali, tapi aku memang tidak berniat menghubungimu. Kupikir kau melupakanku setelah pindah ke Valley Hills karena tidak memberi kabar sama sekali."

Mingyu dibuat tertegun dengan kalimat yang Da In ucapkan. "Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu? Kau tahu, aku harus menyesuaikan diri disini. Hal itu sangat sulit bagiku dan berjalan selama beberapa hari hingga aku lupa dengan ponselku. Tapi setelahnya, aku bahkan tidak menyangka akan jadi populer di sekolah."

Da In terkekeh. "Percaya diri sekali! Tapi dengan wajah itu, aku tidak meragukannya. Pasti juga sudah banyak siswi yang kau kencani."

Mingyu tergelak hingga hampir terjungkal mendengar asumsi Da In. Gadis itu benar-benar belum berubah. Masih Da In yang sama seperti saat pertama Mingyu mengenalnya.

Pria dihadapan Da In itu menatapnya lamat. Mematri pandang pada manik hazel Da In tanpa berpaling sedikitpun. "Aku merindukanmu, Da In. Rindu sekali." Ucapnya terdengar begitu hangat ditelinga Da In hingga membuatnya tersenyum kembali.

"Aku juga merindukanmu, Gyu. Senang sekali bisa bertemu denganmu lagi."

Sweet ScarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang