Tidak seperti orang kebanyakan yang tertidur pulas setelah terpengaruh alkohol, lain halnya dengan Da In yang semakin kesulitan untuk tidur. Tubuhnya menjadi gerah hingga kemerahan. Pandangannya tidak buram namun tidak juga fokus, dunianya seperti agak berputar. Da In tidak suka pengar. Hari ini akan menjadi yang pertama dan terakhir pertemuan dengan alkohol.
Teman-teman Taehyung sudah kembali ke rumah masing-masing. Termasuk Ara yang suka rela mengemudi untuk Jimin dan Yoonhee karena dia tidak meminum bir sedikitpun. Sementara Jungkook pulang dengan taxi, menolak tawaran Ara untuk mengantar. Tinggallah Da In yang terjaga dikamarnya dan Taehyung yang mungkin sudah mabuk dan pulas dikamarnya sendiri.
Da In mencari kesibukan. Mengalihkan pikiran-pikiran tidak penting dan memilih untuk membuka ponsel. Bermain dengan sosial media hingga berhenti men-scroll layar ponsel saat terdengar suara pintu kamar diketuk. Da In segera membuka pintu. Mendapati Taehyung berdiri terpaku menatap lurus padanya.
"Ada apa?" Tanya Da In dingin.
Taehyung menghela napas kemudian mengambil langkah memasuki kamar Da In. Menempatkan diri pada sofa di depan ranjang. Diikuti Da In dari belakang yang bingung dengan sikap Taehyung.
"Tae, ada apa?" Tanya Da In sekali lagi setelah berdiri dihadapan pria yang sudah meletakkan pantatnya diatas sofa.
"Truth or Dare?"
"Eh?" Da In mengernyit mendengarnya. Dia berpikir mungkin Taehyung tidak dalam keadaan sadar saat ini.
"Kau harus melakukan keduanya, jadi pilihlah opsi pertamamu." Aura Taehyung mulai mendominasi ruangan. Tatapan tajam netranya mulai mengintimidasi Da In. Tangannya menarik pergelangan Da In hingga terduduk disebelahnya.
"Kita sudah menyelesaikan permainan itu, Kim. Kau sedang mabuk. Kembalilah ke—"
"Truth or Dare?" Potong Taehyung dengan suara semakin rendah dan penuh penekanan.
Bola mata Da In bergulir jengah. Dia tahu Taehyung sedang kembali menjadi Taehyung yang dominan. "Baiklah, truth." Jawab Da In kemudian karena tidak memiliki pilihan lain.
"Apa kau menikmati ciuman bersama Jungkook?"
Lagi-lagi Da In dibuat kebingungan. Kedua alisnya bertaut. Menatap tidak mengerti pada Taehyung yang baru saja memberi pertanyaan konyol. Oh, apa mungkin Taehyung sedang cemburu? Maka ini kesempatan Da In untuk mencari jawaban.
"Tentu saja. Aku tidak tahu dia begitu hebat saat melakukannya. Dia sangat—" Da In terhenti sejenak dan melirik kearah Taehyung. Sekarang Taehyung tengah menatapnya geram. Seakan ingin menerkam Da In jika masih melanjutkan kalimatnya. Da In hampir bergidik. Tidak berniat sama sekali melanjutkan, "alright, lalu apa tantangannya?" Buru-buru Da In mengalihkan pembicaraan. Kali ini malah seringai terukir perlahan di wajah Taehyung.
"I dare you to make out with me," Da In masih diam. Taehyung sedang tidak main-main, tampak jelas dari tatapan mengerikannya. Dia mampu merasakannya saat atmosfer di ruangan menjadi berubah seketika. Terlebih saat wajah Taehyung semakin mendekat hingga nafas hangat menyapu wajah Da In, "but, don't you dare to touch me or against me."
Da In menelan ludah. "Uhm, Tae, that's— mhh.."
Belum sempat Da In berbicara, Taehyung segera membungkam mulut Da In dengan mulutnya. Membuat Da In terkejut dan spontan menahan tubuh Taehyung. Sejenak Taehyung menghentikan kegiatannya, menatap nyalang pada Da In kemudian mendorong kasar tubuh Da In hingga terbaring di sofa.
"I told you to not against me." Senyum asimetris terukir sempurna dari wajah tampan pria itu. Da In mulai gusar dengan sikap Taehyung. Namun tidak dipungkiri, hal ini mampu membuatnya terangsang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Scar
FanficMature Contents🔞 If loving you is a mistake, then I don't want to be right. ✨Written in Bahasa Indonesia ✨Casadelcisne, 2020
