DUA SEMBILAN• mimpi buruk di hidup Sella

379 60 26
                                        

Tahan, minum dulu sebelum baca... Dan Ingat jangan emosi(◠‿◕)

 Dan Ingat jangan emosi(◠‿◕)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-
-
-

"Show that, for each initial configuration, Harry stops after a finite number of operations," jawab Sella lantang memandangi dewan juri.

Para juri diam menyimak Sella yang berkeringat dingin, dengan satu tarikan nafas salah satu dewan juri berkata, "your answer is true."

Sontak seluruh orang di meja Sella ambyar mereka teriak histeris saking senangnya mereka berhasil menjawab dengan benar, Sella refleks memeluk Marsel dengan erat.

"Akhirnya gue berhasil, mama pasti akan bangga kan sell??" gumam Sella air matanya mulai menggenang.

"Bukan hanya mama Lo sel, papa Lo juga pasti bangga," kata Marsel mempererat peluknya dan air matanya lagi dan lagi menetes.

Semua suara tepuk tangan serasa tak terdengar lagi di kedua telinga Sella, gadis itu terfokus kepada suara detak jantung Marsel yang membuatnya tenang dan lega, seakan-akan terdengar alunan musik nan indah di hatinya.

------

Akhirnya sampai lah di akhir acara, yaitu pembagian hadiah untuk para pemenang.

Tim Indonesia yang dipimpin Sella dan kawan-kawan berhasil mengantongi piala paling besar setelah mereka menjadi juara pertama, dengan membawa gold medal dan 200 juta untuk masing-masing dari mereka. dan satu keuntungan lagi yang hanya di dapat Sella dan Marsel, yaitu mereka berdua terpilih untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Inggris, keuntungan itu merupakan hasil kerja keras Sella dan Marsel.

Sella tak hentinya meneteskan air matanya, gadis itu begitu sangat bahagia dan bersyukur hasil kerja kerasnya tak berujung sia-sia.

Marsel bingung mau berekspresi seperti apa, dia merasa tak senang juga tak puas akan semuanya yang terasa memuakkan. Seketika matanya mulai tertuju kearah Sella, gadis itu begitu senang, dia terus tertawa lepas dan sangat bahagia membuat Marsel kembali bersemangat dengan percaya diri Marsel melepaskan senyum terbaiknya.

Satu harapan di hari indah ini semoga tawa mu selalu terlukis manis di bibir indah mu...

-----

Sella segera masuk kedalam kamar hotelnya setelah mendapat begitu banyak ucapan selamat dari rekan-rekannya, Sella terus tersenyum riang seraya berbaring lega di kasur empuk berwarna putih. Gadis itu mulai mendengarkan suara alunan kotak musik merah mudanya yang sengaja dia bawa untuk menemani hari-harinya di tanah kelahiran ayahnya, London Inggris.

"Ayah Sella akan jadi pembisnis terkenal seperti ayah," gumam Sella terus memandangi kotak musik itu seraya mulai berkaca-kaca.

Sella tetap saja begitu sensitif setiap melihat kotak musik pemberian ayahnya itu, lagi dan lagi dia mengingat kebersamaannya dengan mendiang ayahnya.

Marsella (1)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang