DUA DELAPAN• day two

375 60 15
                                        

---

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-
-
-

Akhirnya jam sudah berada tepat di pukul delapan malam, semua peserta olimpiade matematika tingkat internasional sudah berkumpul di ballroom hotel untuk melihat pengumuman negara mana saja yang berhasil masuk sepuluh besar dan bisa melanjutkan ke tahap lomba hari kedua.

Sella dan tim Indonesia yang lain duduk berkumpul dalam 1 meja, mereka semua sudah tak sabar untuk menunggu hasil yang akan di tampilkan di layar proyektor besar.

Rama dan Adam yang duduk paling pojok mulai berisik.

"Lo inih makan mulu," bisik Rama ke pada Adam pria yang tak henti-hentinya melumat makanan.

"Selagi gratis...." sahut Adam tak peduli teguran Rama.

"Lo mau anak Lo ntar jadi ikan hiu, kalau Lo itu serakah dan suka gratisan mulu," cetus Rama perlahan-lahan.

"Apa hubungannya anak gue sama keserakahan dan hobi gratis gue?? Lagi pula dari jaman nabi Adam gak pernah tuh orang serakah melahirkan anak hiu," ucap Adam mengangkat dua alisnya.

"Lo gak percaya mau gue beri contoh, tuh liat tuan krab si kepiting, dia itu serakah, dan lihat anaknya terlahir jadi apa?? IKAN HIU," terang Rama mulai ngasal.

"Idihhh... Ini bukan bikini bottom, wahai Rama pangeran gong China," jelas Adam seraya menyumpalkan makanan ke mulut lebar Rama.

----

Ekspresi bahagia tergambar sangat jelas di wajah Sella, Marsel, Adam dan Rama mereka berempat begitu puas dan tak percaya, lantaran berhasil masuk ke dalam sepuluh besar yang begitu sulit untuk mereka raih. Walaupun tim Indonesia yang lain gagal untuk masuk ke 10 besar tapi tetap saja mereka semua merasa bangga karena perwakilan Indonesia ada yang berhasil masuk.

Mereka berempat saling berpelukan dengan harunya, air mata juga mulai mengalir meluncur di pipi mereka.

Sella memeluk satu persatu rekannya, gadis itu mematung ketika ia berdiri di depan Marsel seraya tangannya melengkung ingin memberikan pelukan-nya ke tubuh Marsel, pikiran gadis itu kembali ke masa beberapa saat lalu, masa dimana pertemuan diawali pelukan dan diakhiri dengan sebuah ciuman panjang.

Melihat Sella yang mematung diam Chris lantas dengan sigapnya memeluk tubuh mungil Sella selama beberapa saat, lalu ia lanjutkan untuk memeluk Marsel.

Marsel hanya diam dengan sorot mata lelah dan sembab kearah Sella. Cowok itu merasa hidup segan, mati tak mau, melihat wajah Sella yang terus tersenyum kearahnya membuatnya merasa makin sakit, kacau dan sesak di dunia yang penuh tipu daya.

Pantaskah? anak pembunuh seperti gue mendapatkan senyuman manis di bibir Lo sell?? benak Marsel lalu pergi dengan menahan air matanya untuk tidak jatuh.

Marsel masih begitu sangat terpukul atas kejadiannya dengan papanya sehingga membuatnya menjadi tak bersemangat dan marah tak beralasan, cowok itu lalu berbalik dan berjalan pergi dengan memapang wajah penuh kebencian, membuat orang-orang mulai berasumsi bahwa Marsel tak suka dia masuk ke sepuluh besar.

Marsella (1)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang