Marsel dan sella_ (completed)
♥ TAHAP REVISI♥
Dalam kisah cinta yang penuh dengan misteri dan emosi, Marsel, seorang pria kaya, tampan, dan pintar, bertemu dengan Sella, seorang gadis dingin yang menyimpan banyak misteri dalam dirinya.
Marsel, tanp...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
- - -
Malam telah merayap indah diatas kota Cambridge Inggris bagian timur, langit hitam pekat semakin mendominasi antara hitamnya malam dengan rintihan hujan.
Dinginnya malam tetap menusuk tajam di tubuh mungil Sella walaupun tubuhnya sudah tergulung selimut tebal.
Marsel yang sudah diam sepanjang hari mulai membuka mulutnya berbicara pada istrinya yang tengah duduk menonton kartun. "Sell, apa Lo bisa bela diri?"
"Ya!" Sahut Sella singkat dengan wajah datarnya nan dingin.
Sella gadis dengan seribu kelebihan, cantik, pintar dan pemberani tentunya. Prinsip keras dalam hidup gadis itu ialah melindungi bukan dilindungi. Maka dari itu gadis itu selalu aktif ikut serta belajar, berbagai macam seni bela diri, dengan tujuan untuk melindungi orang-orang yang dia sayang, dan juga dia tak ingin di pandang lemah.
Marsel tersenyum seraya memiringkan kepalanya beriringan denyut jantung yang tak bisa diajak kompromi. cowok itu terus menatap indahnya ciptaan Tuhan di sampingnya, jika bidadari ada pasti dia akan secantik gadis yang kini di depan matanya. Cowok yang semula tak pernah percaya akan adanya cinta, cinta yang selalu membuat orang mabuk tanpa minum arak, cinta yang membuat orang buta arah, cinta yang membuat orang rela memberikan hidupnya, kini Marsel perlahan-lahan mulai mengerti akan maksud semuanya.
Aku tak percaya cinta, tak kan pernah percaya. Itu keyakinan Marsel dahulu sebelum dia mengenal gadis lugu bernama Sella. Cowok yang selalu yakin dan percaya, akan melalu lautan kehidupan seorang diri, nyatanya kini sudah tak bisa untuk menjauhkan diri dari gadis di sampingnya. Marsel sekarang yakin cinta itu nyata dan hanya para pecinta lah yang bisa merasakannya.
"Sella aku suka sama kamu," simpulan kata manis yang terkeluar di mulut Marsel, kata yang terpancar dari lubuk hati terdalamnya, seraya makin terbius dengan cantiknya sesosok karya Tuhan.
"Cih.." decak tak percaya Sella yang terkesan meremehkan, bersamaan membuyarkan perasaan Marsel yang tengah berbunga-bunga.
"Sell aku serius," tegas Marsel memandangi lekat cinta pertamanya.
"Aku, saya, gue, me, GAK SUKA SAMA LO," ketus Sella tak peduli apa imbas ucapannya terhadap perasaan Marsel.
"Baru juga jatuh cinta udah patah hati," gumam Marsel pelan.
"Yaudah..Gak papa sell, cinta butuh waktu, mungkin sekarang belum, tapi esok atau lusa kamu juga akan suka sama aku, sekali lagi I love you," kata Marsel tersenyum sumringah yang membuat Sella merinding.
Sella memutar kepalanya menghadap lelaki yang menyatakan cinta padanya, gadis itu mengernyitkan dahinya heran kemudian membenamkan punggung tangannya ke jidat lelaki di sampingnya tersebut. "Lo sakit??"
Senyum Marsel seketika memudar, bersamaan datangnya perasan kesal akan gadis yang buta atau pura-pura gak peka akan apa yang sudah jelas terlihat, bahwa Marsel benar-benar jatuh cinta padanya.