LIMA DUA• kejahatan yang keji

422 21 11
                                        

---

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-
-
-

Akhirnya semua berjalan lancar seperti biasanya, kini Sella merasa bersyukur hidupnya begitu sangat bahagia, punya anak yang tampan, cantik dan sangat menyayanginya dan dia juga punya suami sangat handsome dan begitu mencintai,  tentunya banyak kaum hawa di luar sana iri dengan Sella.

Sella membuka matanya perlahan, pemandangan pagi ini sungguh sangat menyegarkan. Hari ini pasti akan membahagiakan karena pagi ini Sella di sambut dengan Marsel yang tengah memandanginya, entah sudah berapa lama Marsel memandanginya.

 Hari ini pasti akan membahagiakan karena pagi ini Sella di sambut dengan Marsel yang tengah memandanginya, entah sudah berapa lama Marsel memandanginya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Aku mencintaimu.." kata pertama yang Marsel ucapkan untuk Sella di pagi ini.

"Aku juga mencintaimu.." jawab Sella tersenyum penuh arti.

Hari ini sungguh begitu cerah secerah hati Sella saat ini, gadis itu sangat bahagia putranya akhirnya sudah dinyatakan pulih, membuat dia sudah bisa bernapas lega.

Dan lagi besok adalah hari anniversary pernikahannya dengan Marsel. Sungguh membayangkan saja mampu membuat Sella berdebar-debar.

"Marsel kau sudah menyiapkan hadiah pernikahan untuk ku??" tanya Sella penuh harapan.

Marsel hanya menjawab dengan simpulan senyum indah di bibirnya.

Sella perlahan memutar pandangannya menuju jam bundar di dinding kamarnya.

"Astaga!!" jerit Sella, ia syok bagaimana bisa dia bangun kesiangan seperti ini.

Sella bangkit dari tempat tidurnya namun dia kembali jatuh ke kasur di sebabkan Marsel menarik tangannya.

"Marsel aku bisa telat, jam 10 nanti aku harus bertemu investor hotel kita," Sella menarik napas "biarkan aku pergi yah.."

"Jangan pergi Sella, tetap lah disini," Marsel menjadi emosional dan mulai menangis tersedu-sedu.

Sella mengerutkan keningnya, dia cuman pergi menemui investor kenapa? Marsel harus menagis kencang seperti ini, benar-benar sangat membingungkan.

"Aku harus pergi." Sella serius tak ingin main-main.

Marsella (1)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang