Marsel dan sella_ (completed)
♥ TAHAP REVISI♥
Dalam kisah cinta yang penuh dengan misteri dan emosi, Marsel, seorang pria kaya, tampan, dan pintar, bertemu dengan Sella, seorang gadis dingin yang menyimpan banyak misteri dalam dirinya.
Marsel, tanp...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
- - -
"Tante tinggal berdua saja sama Sella? ayah Sella dimana?" tanya Marsel niatnya ingin memulai topik baru.
Wati menghela nafas panjang, "Ayahnya Sella sudah meninggalkan kami bertahun-tahun lalu, Tante membesarkan Sella seorang diri, sejak usia Sella 6 tahun," jawab Wati, dia selalu sedih jika ingat mendiang suaminya.
"Maaf yah Tante, membuat Tante menjadi sedih," Marsel merasa bersalah, dia bodoh kenapa jadi salah pilih topik.
"Gak apa-apa, ngomong ngomong Sella itu orangnya pemarah loh. ia itu orangnya selalu memendam sendiri dukanya. tapi tidak dengan amarahnya, wajahnya kalau udah marah, merah ke jidad-jidad."
Marsel tertawa mendengar perkataan Wati. Sella yang sudah kembali dari warung makin marah mendengar ucapan ibunya barusan. dia langsung bergegas masuk tanpa permisi ke dalam rumah, berjalan dengan langkah bak seorang raksasa menuju dapur.
"Ehh... Anak gadis gak baik jalan begitu," jerit Wati memandangi punggung putrinya yang kian menjauh.
Marsel hanya bisa tersenyum diam-diam, melihat wajah kesal Sella dan kekonyolan ibu dan anak tersebut.
"Udah lah abaikan Sella, nama mu siapa?" tanya Wati kembali mengarahkan tatapannya ke Marsel.
"Nama saya Marsel, Tante."
Sella akhirnya datang dengan membawa secangkir teh ditangannya. dengan hati-hati Sella menaruh teh itu kemeja yang ada ditengah-tengah antaranya dan Marsel.
Marsel tak henti tersenyum memandangi Sella, setelah dipikir kembali dia sungguh bodoh dengan langsung bertamu ke rumah seorang gadis yang baru 1 jam lalu dia kenal. namun dia bahagia melihat Sella, jadi gak apalah kelihatan gak tau malu.
Toktokk.... Suara pintu yang mulai diketuk.
"Yaampun pasti itu kurir olshop mama," tebak penuh keyakinan Wati. Dia pun segera berdiri, dan berlari secepat kilat ke pintu.
"Lagi dan lagi ditinggalkan berduaan saja dengan cowok kaya ginih," keluh-kesah dihati Sella, dia tak terima ditinggalkan berduaan saja dengan Marsel untuk ke 2 kalinya.
"Kita ditinggal berdua lagi nih, kata orang jika terus bertemu itu tandanya jodoh," kata Marsel yang dibalas tatapan sinis Sella.
"Btw, gak mau nanya? kenapa pangeran tampan seperti gue bertamu kerumah Lo?" tambah Marsel kepedean nya makin menjadi-jadi, dan rasa tak tau malunya sudah hilang.
"Mau Lo apasih?" tanya Sella tetap ramah, dan sudah jelas dia merasa bingung akan sikap Marsel yang sok kenal dan sok kecakepan.
"Sella gue cuman mau minta maaf, tadi di taman gue sebut lo budeg, dan gue rasa omongan gue tuh udah keterlaluan, makanya dengan berani mau meminta maaf kerumah lo." terang Marsel memasang mimik wajah penuh penyesalan. Kemudian pria itu mengangkat gelas teh panas yang ada dimeja dan tentu dia meminum penuh nikmat teh tersebut.