Marsel dan sella_ (completed)
♥ TAHAP REVISI♥
Dalam kisah cinta yang penuh dengan misteri dan emosi, Marsel, seorang pria kaya, tampan, dan pintar, bertemu dengan Sella, seorang gadis dingin yang menyimpan banyak misteri dalam dirinya.
Marsel, tanp...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
- - -
Masalah yang tadinya kecil mulai membesar, yang awalnya terlihat baik-baik saja kini mulai tak baik.
Penyakit aneh berupa kelumpuhan perlahan-lahan mulai menimpa Askara Marsson, awalnya hanya tak bisa bergerak namun kini anak kecil tersebut mulai tak sadarkan diri dan terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit.
Seluruh dokter terbaik yang sudah Marsel dan Sella temui semuanya lepas tangan, seakan-akan hanya Tuhanlah yang bisa menolong Askara, dan hampir semua dokter tak ada yang tahu penyebab penyakit Askara.
Sella hanya bisa memandangi putranya dari balik dinding kaca, dia tak di izinkan untuk masuk keruangan putranya di baringkan. Dan semenit pun dia tak pergi dari sisi anaknya kecuali pergi untuk sholat.
Tak ada lagi senyum di wajah Sella, walaupun Sella tak menangis tapi Marsel tau Sella sangat sedih.
Sehari, seminggu dan kini sebulan Askara masih dalam keadaan yang sama, masih tak sadar, bagaikan orang mati namun masih bernafas.
Jika Sella bisa memilih, Sella pasti akan memilih dirinya yang berada di posisi Askara, dia benar-benar tak tega untuk menyaksikan putranya bertarung dengan malaikat maut.
"Sella sudah beberapa hari kamu tidak makan dengan benar, kamu makan lah," kata Marsel memberikan makanan yang dia buat khusus untuk Sella.
Sella yang tengah duduk diam, mulai menoleh "aku tidak lapar."
"Makan lah demi Askara."
"Gak Marsel, aku gak bisa makan," sahut Sella sedikitpun tak ada selera untuknya melahap makanan didepannya, walaupun itu terlihat selezat makanan di surga.
"Sampai kapan?? Kamu diam begini, Sella jika kamu ingin menangis maka menangis lah," kata Marsel menatap lekat pada manik mata coklat Sella.
Sella tak kuasa, dia sudah tak bisa lagi membendung air matanya. Perlahan-lahan gadis itu mulai menagis, dan tentu dia menagis di dalam pelukan Marsel.
"Apa Tuhan juga ingin mengambil Askara?? Hiks hiks.."
"Askara itu kuat kaya kamu, aku yakin pasti dia akan baik-baik saja," sahut Marsel mencoba memperkuat keadaan Sella padahal dia juga rapuh.
"Apa? jika aku mati, baru Tuhan gak akan lagi mengambil orang-orang tersayang disisi ku."
"Jangan berkata begitu sell.."
"Aku selalu berusaha kuat, namun jika terjadi apa-apa pada Askara aku tak akan mampu hidup lagi."
Marsel hanya diam, cowok itu tak ingin menyangkal ucapan Sella, karena dia juga begitu, dia tak bisa hidup jika Askara sampai kenapa-napa.
Sella tak henti-hentinya menangis, air mata itu tak bisa untuk tidak jatuh, sangat pedih dan sakit hati Sella untuk saat ini, ibu mana yang tega menyaksikan anaknya dalam keadaan sekarat.