SEPULUH• cemas dan panik

794 203 37
                                        

---

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-
-
-

Sella menepis tangan Marsel yang menyentuh pipinya.

"Sesel..." perkataan Marsel yang kembali mengiang dipikirkan Sella.

Setelah 1000 kali perkataan Marsel itu mengiang di kepala dan otaknya, baru lah Sella bisa membuka mulutnya dan bertanya,
"Maksud Lo??"

"Apaan?!!" balik tanya Marsel, dia sendiri tak sadar apa yang tadi dia katakan.

Sella menatap jengkel pada Marsel "sok belo'on lo, lo di sini sama gue, Sella!! eh.. lo malah nyebut nama gadis lain, siapa tuh Sesel??"

"Lo cemburu yah, baru juga kita kenal, cie... cemburu, cuit-cuit.." Marsel lalu tertawa renyah, kasihan Marsel salah faham akan situasi.

Sella menyipitkan matanya, apaan cemburu? yang ada kesal kali, liat wajah sumringah Marsel. Di mata gadis lain Marsel tersenyum dan sumringah seperti sekarang bagaikan sebuah bulan sabit, sedap di lihat dan enak di pandang. Namun bagi Sella lain cerita, Marsel sumringah nampak bagai monyet yang senang setelah di kasih pisang.

"Terserah lo deh.... yang jelas kenapa lo sebut gue Sesel?"

"Gue itu nyebut Lo Sesel, ya... karena Lo terlihat mirip aja dengan teman kecil gue, ia juga suka tiduran dibawah pohon, namanya itu Sesel dan dia itu sangat manis." Jawab Marsel jujur, seraya mengunyah sanwiches.

Air mata kembali meluncur di pipi kiri Sella, dan terlintas  dalam benaknya "Lo masih lupa sama gue!? semudah itu kah??. kenapa? Lo gak ada ketika gue perlu'in Lo, dan Lo juga lupa janji Lo.."

Sella strong!! Jangan nangis...
Sella menarik napas dalam-dalam dan sigap ia menghapus air mata yang meluncur di pipinya nan basah dan licin, cukup sudah.. Sella sudah tak ingin lagi menangis didepan Marsel.

"Sekarang dimana Sesel??" Tanya Sella berpura-pura tidak tau apa-apa dengan ekspresi datar.

"Sesel dan keluarganya pergi tiba-tiba dari Inggris 10 tahun lalu saat usia gue 7 tahun dan Sesel 6 tahun. Waktu pertama kali gue liat Lo. gue langsung ingat akan Sesel, setelah pulang rumah lo waktu itu gue langsung aja cari tau keberadaan Sesel dan akhirnya gue tau Sesel dan keluarganya sudah meninggal dalam kebakaran." jawab Marsel dengan santai, matanya tak henti  menatap Sella, gadis yang tengah menunduk diam, entah dia nyimak atau ngantuk.

"Sella, jangan bilang siapa-siapa ya!! Sesel itu cinta pertama gue," sambung Marsel bersamaan menjilati jarinya bekas sisa-sisa sanwiches.

Sella hanya terdiam selama beberapa saat dengan ekspresi tak jauh berbeda dari sebelumnya, datar.

"nama gadis itu Sesel??"

Marsel berpikir seraya mengaruk dahinya yang tak gatal "Gue rasa bukan. Sel?? Selma? Seselia? auah.. gue lupa nama aslinya, yang gue ingat hanya nama panggilannya aja yaitu Sesel."

Marsella (1)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang