Marsel dan sella_ (completed)
♥ TAHAP REVISI♥
Dalam kisah cinta yang penuh dengan misteri dan emosi, Marsel, seorang pria kaya, tampan, dan pintar, bertemu dengan Sella, seorang gadis dingin yang menyimpan banyak misteri dalam dirinya.
Marsel, tanp...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
- - -
Tak terasa sudah berlalu lebih dari setahun Marsel dan Sella menjadi orang tua dari Leona.
Pagi yang cerah ini di sambut dengan suara keras Sella yang muntah-muntah di dalam toilet.
Masih jam 4 pagi, baru juga Marsel tertidur dia sudah kembali melek khawatir dengan keadaan istrinya yang terus muntah-muntah dari balik kamar mandi.
"Sella... Kamu gak apa-apa? apa aku panggil dokter aja," jerit Marsel seraya terus menggedor-gedor pintu.
Sella membuka pintu, tangan gadis itu terus memengangi perutnya yang sedikit tidak nyaman "gak perlu gue cuman masuk angin."
"Angin apa yang berani masuk keperut Sella," Marsel tersenyum seraya melengkungkan tangannya merangkul pinggang Sella.
Sella tak merespon, kepala gadis itu serasa berputar-putar, dia benar-benar pusing. pasti mual dan sakit kepalanya ini akibat tadi malam terlalu banyak makan. Dan lagi perut gadis itu tak bisa menampung banyak makan.
Sella kembali berbaring melanjutkan tidurnya di dalam bekap peluk suaminya yang sudah bertelanjang dada.
---
Setelah Sella pulang dari kampusnya, Sella memutuskan untuk ke apotik. Sepanjang waktu dia tak tenang bagaimana jika di hamil, karena dari tanda-tanda penyakitnya hari ini sama persis seperti tanda-tanda orang hamil.
Sella mengambil 5 testpack sekaligus dengan merek berbeda-beda.
Sella sudah memakai topi, kaca mata dan masker hitam, dia sedang jaga-jaga takut ada yang mengenalinya. gadis itu gugup dan sangat pucat namun dia sembunyikan dari balik maskernya.
"Buat mbak semua testpack sebanyak ini??" tanya Mbak kasir apotek nya.
"Emang! apa urus mbak, ya??" tanya balik Sella dengan sorot mata sinisnya yang tersimpan dari balik kaca mata hitam.
Kasir tersebut hanya bisa terdiam, dengan tangan terus gemetaran dia mengembalikan uang kembalian Sella.
Sella lantas cepat pergi dari apotek dan jalan kembali ke apartemennya yang berjarak 2 kilometer dari tempatnya sekarang.
----
Sella tak menyangka dia bertemu dengan Marsel tepat di depan pintu apartemennya.
"Kamu habis dari mana??" Tanya Marsel dengan tatapan bertanya-tanya, "ko? Kamu? pakai-pakaian serba hitam, kamu.. gak.. habis bunuh orang kan?"
"Sekarang belum, tapi kalau kamu masih bacod di sini aku bakal bunuh orang" cetus Sella seraya membuka pintu yang kuncinya sudah terbuka.
Marsel heran mood istri itu sungguh sangat menyebalkan hari ini, dengan wajah kusut Marsel ikut masuk mengiringi langkah Sella kedalam.