Marsel dan sella_ (completed)
♥ TAHAP REVISI♥
Dalam kisah cinta yang penuh dengan misteri dan emosi, Marsel, seorang pria kaya, tampan, dan pintar, bertemu dengan Sella, seorang gadis dingin yang menyimpan banyak misteri dalam dirinya.
Marsel, tanp...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
- - -
Sama seperti hari demi hari sebelumnya Sella tetap lah sibuk mengurus bisnisnya yang melimpah ruah. dan juga terus berusaha menjadi ibu rumah tangga yang bertanggung jawab, mungkin jika gadis seusianya akan ciut atau menyerah pada keadaan yang terbilang cukup keras, namun Sella tidak, dia tak peduli kehidupan orang-orang di sampingnya, baginya sekarang dirinya dan keluarganya yang paling penting.
Satu ketukan pintu membuat Marsel kesal di pagi hari, dia yang sibuk kerja dari rumah mulai terganggu dengan suara bel dan ketukan pintu yang tak jauh dari ruangan kerjanya sekarang ini.
"Sella buka pintu!!" teriak Marsel yang menggelegar dengan nada tinggi sampai lantai 3 rumahnya pun pasti terdengar.
Sella yang juga lagi sibuk, nobar maraton film dengan Nadia di tengah-tengah kamar tidurnya, menjadi ikut terganggu dengan teriakan suaminya plus ketukan pintu yang bergema.
Kenapa?? harus pas banget ketukan pintu itu dengan filmnya yang lagi diambang-ambang keseruan, jujur mengingat itu membuat Sella ingin menghabisi orang yang mengetuk pintu.
Sebelum membuka pintu Sella mengatur napas dan emosinya, dia tak ingin meluapkan amarahnya di pagi yang cerah ini.
"Assalamualaikum Sella," salam Alvin, si pengetuk pintu yang sudah berdiri 10 menit lamanya.
Sella melukis senyum antar bingung dan tak percaya, apa? ini memang mertuanya yang bertamu. ya, pasti akan ada perperangan babak kedua. Baru juga berlalu 2 minggu perseteruan yang mengurus emosi hari itu, sungguh mengingatnya saja membuat dada Sella serasa sesak.
Sella menelan ludahnya yang amat berat, dia celingukan di rumahnya sendiri dengan perlahan dia berkata, "silahkan masuk pa."
Alvin mengerti ekspresi wajah gadis di depannya, Sella pasti takut akan kunjungannya yang tiba-tiba ini, "apa Marsel ada di dalam," tanya Alvin seolah-olah dia juga takut mengganggu tuan rumah.
"Iya pa," sahut Sella dengan perasaan was-was.
"Apa papa boleh masuk??"
"Ya, gak apa-apa ayo pa," ajak Sella tak enak hatinya menolak Alvin yang bertamu untuk pertama kali.
Alvin masuk dan langsung duduk di sofa ruang tamu rumah mewah anaknya, rumah Marsel mungkin terbilang sederhana bagi miliuner berpengaruh seperti Alvin.
"Papa mau minum apa??" tanya Sella merasa amat canggung.
"Gak usah repot-repot," jawab Alvin membuat Sella bingung untuk berkata apa lagi.
Di sisi lain hati Marsel menjadi tak tenang, ada kegelisahan di lubuk hatinya terdalam, Marsel terbuat penasaran akan orang yang mengetuk pintu. dengan hati yang bertanya-tanya Marsel menutup layar laptopnya dan melangkah keluar untuk menjawab pertanyaan rasa penasarannya.