TIGA LIMA• Martin terluka

326 39 12
                                        

---

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-
-
-

2 Minggu berlalu sungguh tak terasa, Sella kini sudah mengkerut 5 karyawan yang dipilih dengan teliti, karyawan yang akan membantunya di restoran.

Kini saatnya kata close yang terpampang di pintu kedai berganti dengan kata oven.

Marsel dan Sella bersama berdoa pada Allah, dengan satu tarikan nafas Sella membuka kedainya.

Marsel melepaskan senyum tak tertinggal kata-kata semangat dia lontarkan, cowok itu segera pergi menuju dapur.

Sella mengecek satu persatu kerja anak buahnya lalu berkata, "ku rasa kalian semua bakal sibuk, jadi brosur iklan kedai ini biar aku saja yang bagikan."

"Tapi sel, ini tugas kami," sergah Aldo pria 20 tahunan yang merupakan salah satu karyawan.

Karyawan yang lebih tua dari pada Marsel dan Sella tetap memangil mereka berdua dengan sebutan nama, karena apa?? Baik Marsel mau pun Sella mereka merasa setara dengan semua karyawan, jadi tak perlu panggilan bos atau panggilan khusus lainnya.

"Gak papa Aldo aku bisa, lagi pula aku bosan di kedai," jelas Sella tersenyum lalu melangkah pergi keluar kedai.

---

Tak terasa 2 jam sudah berlalu, Sella terus semangat membagikan lembaran kertas ke seluruh warga kota yang berlalu lalang.

Sella serasa mandi keringat, matahari semakin meninggi, panasnya pun juga ikut meninggi. Ingin rasanya tubuhnya istirahat tapi hatinya menolak untuk beristirahat walaupun sedetik.

Mobil berwarna merah mengkilap berhenti tepat di depan Sella.

"Martin!" Sapa Sella, setelah cowok ber jaket hitam keluar dari mobil merah tersebut.

"Lo ngapain??" Tanya Martin menyenderkan tubuhnya ke mobil.

"Bagi-bagi brosur promosi untuk kedai gue dan Marsel," jelas Sella memberikan selembar kertas pada Martin.

Martin membaca kertas promosi tersebut, segaris senyum tergambar di wajahnya.

Martin mengeluarkan ponselnya, dan meminta orang yang sedang lewat untuk memotret dirinya dan Sella. Sella yang bingung hanya bisa mengiyakannya saja.

Tak lupa kertas brosur promosi mereka tunjukkan ke arah kamera, tangan Martin mulai bergerak merangkul pundak Sella untuk lebih dekat dengannya.

Setelah hampir 10 foto berhasil mereka dapatkan, Sella bertanya "untuk apa foto itu?"

"Gue bakal promosikan di seluruh akun sosial media gue," sahut Martin tersenyum lebar.

"Gendut lo memang pintar yah... Terima kasih," tutur Sella lembut sembari melepaskan senyum bahagia di bibirnya.

"Yaudah gue bantu," pinta Martin cepat mengambil tumpukan kertas di tangan Sella.

"Ga usah.. dut," tolak Sella, tapi itu percuma cowok itu bandel dan tetap kekeh membagikan brosur iklan tersebut.

Marsella (1)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang