Marsel dan sella_ (completed)
♥ TAHAP REVISI♥
Dalam kisah cinta yang penuh dengan misteri dan emosi, Marsel, seorang pria kaya, tampan, dan pintar, bertemu dengan Sella, seorang gadis dingin yang menyimpan banyak misteri dalam dirinya.
Marsel, tanp...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
- - -
Selepas mobil Alvin lenyap dari pandangan matanya, Sella yang membatu cepat menyusul Marsel yang sudah pasti berada di ruang kerjanya.
Dengan kesal Sella membuka lebar pintu, dan masuk ke ruangan yang amat pantang ia masukki sebelumnya.
"Marsel, kenapa dengan sikapmu itu??" tanya Sella sembari memberikan tatapan mematikannya.
Marsel yang sedang sibuk di depan layar laptopnya cepat menoleh memandangi wajah Sella yang memerah karena amarah.
"Kamu gak tahu apa-apa."
"Selalu aja kamu bilang begitu, kemu gek teu ape-ape," cibir Sella mengulangi kata-kata Marsel.
Marsel bangkit dari duduknya, cowok itu kini sudah tepat berdiri di depan Sella, gadis yang tengah melipat tangannya.
Lagi dan lagi tingkah Marsel tak bisa Sella tebak, cowok tersebut memeluk tubuh Sella begitu erat. Marsel selalu saja dengan tiba-tiba memeluk Sella, Sella yang telah lama mengenal Marsel mengerti akan sikap Marsel ini, cowok itu memeluknya pasti karena 2 alasan sedang bahagia, atau takut dan sedih. Dan, sudah pasti bukan bahagia jawabannya.
Sella diam, emosinya saat ini dia simpan saja dulu, dengan lembut Sella mengusap-usap punggung Marsel.
"Kenapa ini harus terjadi padaku, aku sangat membencinya dan terus berdoa agar Tuhan cepat menyabut nyawanya, tapi? Kenapa aku turut sedih mendengar dia kangker," kata Marsel membenarkan wajahnya di bahu Sella.
"Apapun yang terjadi di masa lalu lebih baik kau lupakan, itu sudah lalu, tak baik jika kau terus dendam terlebih lagi terhadap papa mu sendiri," Sella yang ingin marah menjadi tak tega, dia selalu tak berdaya menyaksikan Marsel yang bersedih.
Marsel kembali ketakutan ketika terngiang kejadian yang sudah berlalu bertahun-tahun lamanya. ya, kejadian Clara Diana yang tewas dengan luka bakar yang membuatnya tak berupa manusia lagi.
Keheningan mulai terasa di antara keduanya, tak ada sepatah kata pun terucap dari mulut mereka, dua sejoli itu hanya diam dan makin mempererat pelukan mereka.
Setelah Marsel sudah tenang, Sella melepaskan pelukan Marsel dan perlahan mendudukkan cowok tersebut ke sofa yang ada di belakangnya, Sella lantas duduk di atas pangkuan Marsel yang mana membuat Marsel tak menyangka ini akan terjadi.
"Marsel ayo buka lembaran baru maafkanlah Alvin," kata Sella amat lembut, seperti tengah memohon.
"Tapi-" kata Marsel lalu terpotong dikarenakan cengkeraman erat tangan Sella yang tengah memengangi dagunya.
"DIAM!! AKU BILANG MAAF KAN PAPA!!" tegas Sella melototkan matanya yang membuat orang yang di tatapnya menjadi tak berdaya.
Marsel mengangkat kedua alisnya, cowok itu benar-benar takut pada istrinya itu kalau sudah marah, namun dia tetap bersekekeh dengan keputusannya "GAK!!" sahut Marsel tegas dengan rahangnya semakin sakit dikarenakan cengkeraman Sella yang kian mengganas.