LIMA SATU• love killer

330 21 7
                                        

---

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-
-
-

"Mungkin ini salah, namun percayalah aku mencintaimu."

Marsel Marsson.

----

Sebuah maha karya indah hasil ciptaan Tuhan tengah bersolek di depan cermin besar yang memanjang.

Dia Sella, gadis yang sedang menata rambutnya dengan tema 
Waterfall French Braid, yang  terlihat sangat cocok dipadukan dengan dress flower berwarna violet yang ia kenakan.

Sella yang dahulu tak tahu jenis-jenis make up kini sudah lihai dan telaten dalam ber dandan. Yap semuanya dia lakukan untuk suaminya yang tengah menunggu di lantai bawah.

Sella memandang pantulan wajah paripurnanya dari balik cermin, dia tetap sama seperti biasa tak ada sedikitpun celah untuk di hina, satu anting emas plus mutiara di bagian bawahnya ia gunakan sebagai pelengkap ke cantikkannya.

"Sempurna.." kata Sella tersenyum pada dirinya sendiri.

Gadis dengan dress selutut itu kemudian berjalan menemui suaminya yang tengah menunggu.

Sella tetap sama seperti biasanya pakai apapun tetap terlihat cantik dan selalu saja bisa memukau Marsel.

Cowok dengan kemeja berwarna gray and jas berwarna cerah ligt blue tak henti tersenyum memandangi bidadari yang berjalan menghampirinya.

"Aku udah siapa, kita emang mau kemana??" tanya Sella tak hentinya tersenyum pada Marsel.

Sella mencium bau-bau keromantisan di malam cerah ini, hatinya berdebar-debar kencang dan gugup, namun ke gugupan-nya dia sembunyikan dibalik senyum indahnya.

"Ee.. kamu mau kemana??" Marsel malah balik tanya seakan-akan dia juga bingung mau kemana.

Sella menatap penuh kesal kearah suaminya, what's emang dia terlihat lagi bercanda.

Marsel itu memang sudah berumur 25 tahun, Yap, dewasa banget kan? namun tingkahnya itu masih sama kaya bocah membuat orang mempertanyakan keaslian umurnya.

Marsel mencubit hidung Sella yang lancip, bukan sekedar mecubit namun menyeret untuk ikut bersamanya masuk kedalam mobil.

Nampak sebuah siksaan sih, namun itu cara romantis Marsel pada Sella, yang sudah Sella anggap biasa.

Marsel melepaskan cubitannya ketika dia dan Sella sudah masuk kedalam mobil berwarna silver, orang kaya mah bebas, suka-suka mau pakai mobil yang mana, kadang merah, item dan sekarang silver.

Setengah jam perjalanan Marsel hanya diam dengan terus memandangi Sella. sebaliknya, Sella juga terus memandangi Marsel.

Bukan taman, pantai, cafe, taman hiburan atau pun kapal pesiar yang Marsel tunjukkan pada Sella namun sebuah gedung terbengkalai di London.

Marsella (1)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang