Dira

107 4 0
                                        

Memang sulit memahami seseorang yang berniat menjauh dari kita. Dia menghukum kita dengan rasa bersalah tanpa berniat memberi tau alasannya.

Dave sedang menunggu Fira yang sedang menyusun buku-bukunya ke dalam tas, dan memang tadi ada pelajaran matematika, seperti biasa guru killer itu akan mengizinkan keluar kelas duluan setelah menyelesaikan latihan yang diberikan. Biasanya orang yang pertama menyelesaikan Dave dan Fira tapi kali ini hanya Dave sendiri, sepertinya Fira sedang tidak mood belajar hari ini.

Tubuhnya disandarkan pada pintu dan kedua tangannya dilipat di kedua dada. Nadin yang melewatinya, berhenti sesaat di hadapannya dan melayangkan tatapan sinis.

"Heran sama tuh bocah, sensi amat sama gue" Dave menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Nadin yang selalu sensitif padanya.

Fira yang datang membuat Dave segera menegakkan tubuhnya dan tersenyum manis.

"Ayo Fir" Fira mengangguk dan berjalan mendahului Dave, Dave segera menyusul Fira dan berjalan di sebelahnya.

"Lo gak ada niatan gandeng tangan gue" Dave berniat mencairkan suasana, tapi sepertinya Fira benar-benar sedang tidak mood, tatapan tajam didapatkan oleh Dave.

Dave menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan berusaha untuk bersikap biasa saja.

Setelah sampai di parkiran Dave langsung menyalakan motornya, memakai helm full face dan memberi kode pada Fira untuk naik.

Fira yang mengerti pun segera naik, tapi motor Dave tidak juga jalan.

"Kenapa diem?" Tanya Fira dengan wajah datarnya.

"Pegangan dong" ucapan Dave membuat Fira mau turun, tapi langsung dicegah oleh Dave.

"Hehe iya-iya, gak pegangan juga gak papa kok" Dave langsung menyalakan motornya dan berlalu dari parkiran.

Sebelum melewati gerbang depan, Fira melihat Dimas bersama dengan Roy dan Rio yang berada di depan pos satpam dekat gerbang, duduk di atas motor masing-masing.

Dengan segera Fira memeluk Dave, mendapat perlakuan tiba-tiba dari Fira membuat Dave terkejut, sesaat kemudian tercetak senyuman di balik helm full facenya.

Saat melewati gerbang depan, Dimas, Roy dan Rio melihat Fira yang memeluk Dave. Tatapan ketiganya tak lepas dari Fira sampai Dave dan Fira hilang dibelokan.

***

"Eh eh Dim? Itu Fira bukan?" Dimas melihat ke arah tunjuk Rio, dan benar, Fira sedang memeluk seorang cowok di motor melewati gerbang.

Dimas tau Fira melihatnya, tapi tatapan mata Fira seperti tidak mengenalinya, ada sebersit rasa kecewa yang menjalar di hati Dimas.

"Loh, dari sikap-sikapnya selama ini kayaknya dia suka sama lo, tapi kok malah dengan santainya meluk cowok lain di depan lo?" Ucapan Rio membuat Dimas badmood seketika, apa yang diucapkan Rio seperti mengatakan kalau Fira tidak memiliki perasaan apapun padanya.

Dimas segera menyalakan motornya "gue pulang luan"

"Bang Dimas"

Suara cempreng seseorang membuat ketiganya menoleh.

"Lah dia lagi" Rio bergumam yang tidak didengarkan oleh yang lainnya.

"Gue pulang bareng bang Dimas ya" cewek itu menggelayut di lengan Dimas.

Dimas melepaskan tangan cewek itu "maaf ya Nath, gue buru-buru, lo bareng orang dua ini aja" Dimas memakai helm full facenya dan berlalu dari sana.

Please Comeback To Me [End/Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang