Dira

27 3 0
                                        

Fira dan Dimas bersenang-senang hari ini. Mereka mengunjungi banyak tempat.

Sekarang sudah malam, dan mereka akan mengunjungi tempat terakhir hari ini.

"Kok gak jalan bang?" Fira menatap Dimas yang diam tidak bergeming. Sudah 15 menit mereka berada di mobil, tapi tidak ada tanda Dimas akan melajukan mobilnya.

Dimas menghela nafasnya "Fir, aku boleh minta sesuatu gak?"

Fira mengangguk dan menyertai senyum manisnya. Entahlah, saat melihat senyum itu hati Dimas seperti tercubit. Entah apa yang akan terjadi nanti. Yang pasti dia sangat takut.

"Kalau ada sesuatu nanti. Aku mohon kamu jangan pernah tinggalin aku ya"

"Kenapa ngomong gitu? Mana bisa aku ninggalin bang Dimas"

"Berjanji lah Fir"

"Iya bang iya, aku janji. Tapi abang harus janji, kalau ada apa-apa cerita ya. Jangan disimpan sendiri"

Dimas hanya diam, dia memutuskan melajukan mobilnya dan menuju ke tempat terakhir yang akan mereka kunjungi hari ini.

Fira bingung saat mereka sudah sampai di sebuah taman? Malam-malam begini ngapain mereka kesini?

Fira keluar dari mobil, masih terlihat keningnya yang masih mengerut pertanda Fira masih terlihat kebingungan.

"Ngapain ke sini bang?" Fira bertanya saat Dimas sudah berada di sebelahnya.

Dimas tidak menjawab. Tapi dia menggenggam tangan Fira dan membawanya beranjak dari sana. Mereka semakin memasukinya taman.

Tiba-tiba semua lampu nyala, memberikan cahaya pada taman yang sudah gelap. Lampu warna-warni mengelilingi Fira yang berdiri ditaman itu.

Lalu tepat beberapa meter didepannya, seorang wanita paruh baya berdiri. Sebuah lampu besar menyorotnya. Wanita itu memegang mic di tangannya dan tepat saat wanita itu berbicara, lampu-lampu yang lainnya menyala. Lampu kecil yang memperlihatkan foto-foto masa lalu Fira.

"Fira, mami tau kayak gimanapun mama ngomong. Kamu gak akan mau denger mami lagi. Mami paham, memang udah seharusnya kamu benci mami. Mami gak ada saat kamu butuh mami. Mami gak ada disaat-saat pertumbuhanmu, disaat kamu beranjak dewasa. Mami dengar ada saat dimana kamu gak nerima uang mami, saat dimana kamu gak gunain uang yang mami kasih. Kamu malah memilih untuk bekerja part time. Sampai Nadin marahin kamu ya, karena kamu kecapekan sekolah sambil kerja dan Nadin maksa kamu untuk gunain uang yang mami kasihkan. Mami ingin berterima kasih sama Nadin karena udah maksa kamu untuk gak kerja lagi. Sejujurnya, mami sakit karena kamu ngelakuin itu Fir, karena mami juga kerja keras untuk kamu. Tapi dari situ mami sadar, yang kamu butuh itu mami, bukan uang mami. Iya kan sayang?

Wanita itu menangis, menangis pada setiap kalimat yang diucapkan. Fira menatap Dimas yang juga menatapmu, terlihat mata Fira sudah berkaca-kaca. Dimas tersenyum, meletakkan tangannya di pundak Fira.

"Makanya itu mami memutuskan untuk semakin bekerja keras. Sebelum mami mutusin pulang ke Indonesia. Mami kerja keras agar kerjaan mami cepat selesai, biar mami bisa kembali lagi sama kamu sayang. Mami kerja dari pagi sampai pagi lagi. Beberapa kali melupakan makan sampai-sampai bundanya Dimas nelepon mami sambil marah-marah karena mami sampai masuk rumah sakit. Bahkan saat mami sudah sampai di rumah, mami tau kamu kesal sama mami karena mami masih sibuk sama kerjaan mami. Tapi sekarang urusan mami udah selesai sayang. Kalau kamu mau maafin mami. Kita bisa senang-senang lagi kayak dulu. Mami udah nyerahin semua kerjaan sama bawahan mami. Tapi tugas mami tetap ada, memantau perkembangan perusahaan. Tapi mami janji gak akan sesibuk dulu lagi. Proyek besar sudah mami tangani semua"

Please Comeback To Me [End/Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang