Sikap dinginmu ini seolah senyuruh ku untuk menjauhimu, tapi aku tidak akan menyerah, aku yakin suatu saat nanti bakal balikin hatimu buat aku, lagi
-Fira
Hari ini Fira memasuki sekolah barunya di SMA setelah liburan setelah dia tamat smp. Hari ini hari pertama Fira memulai belajar di sekolah ini. Setelah 'pertemuan di cafe yang tidak disengaja itu' Fira tidak lagi melihat Dimas. Entah kemana Dimas selama itu, Fira tidak tahu, karena dia benar benar sudah lost contact dengan Dimas. Tentu saja bukan Fira yang menginginkannya, melainkan Dimas. Yup, Dimas meng-privat semua akun sosmednya yang membuat Fira tidak bisa melihatnya dan mengganti nomor handphone nya, tentu saja setelah "kejadian" itu membuat Dimas benar benar berubah total.
Ketika Fira sudah memasuki gerbang sekolahnya dengan mobil warna birunya, hal yang mejadi pemikiran Fira adalah, bagaimana nanti jika dia bertemu dengan Dimas? Bagaimana nanti ekspresinya? Apa dia perlu menyapa Dimas? Akh! Fira benar benar pusing dengan pemikirannya sendiri.
Dari parkiran Fira berjalan melewati koridor menuju kelas barunya. Fira terus melangkah sampai suara seseorang memghentikan langkahnya. Suara yang sangat dikenalnya
"Apaan" tanya Fira dengan muka yang masih saja datar, tidak ada sedikitpun senyum di wajah cantiknya
"Yaelah lo, datar mulu tuh muka kayak triplek. Senyum dikit napa, hari pertama menyambut SMA tuh kita harus....." baru saja Nadin mau mengoceh tapi Fira langsung meninggalkannya sendiri. Bayangin gengs Nadin ditinggalin sendiri?
"Fira. Tungguin dong. Lo main tinggal aja, ketauan banget kan gue jomblonya" ketus Nadin pada Fira setelah dia berhasil menyamai langkahnya dengan Fira
"Berisik sih lo" ketus Fira
"Yee lo mah, gitu amat sama temen sendiri. Btw, lo dikelas mana Fir?" Tanya Nadin mengalihkan pembicaraan mereka yang akan membuat Fira marah jika terus dilanjutkan
"10 IPA 1" singkat Fira
"Serius? Yey, kita sekelas. Seenggaknya gue gak goblok goblok amat ketemu sama orang baru" terlihat binaran mata Nadin yang begitu bersemangat
Fira tidak menanggapi ucapan Nadin. Matanya terus menghadap kedepan dan terus melangkah dengan cepat, membuat Nadin harus tergesa gesa menyamakan langkahnya dengan Fira. Sampai Fira menghentikan langkahnya membuat Nadin refleks juga menghentikan langkahnya. Nadin bingung dengan sikap sedih tiba tiba Fira. Dengan curiga Nadin melihat arah tatapan Fira, membuat Nadin membeku seketika
"I...ituu....Dimas kan Fir?" Tanya Nadin ragu ragu. Terlihat Dimas berjalan dengan temannya, yang sepertinya kembar menurut Nadin, berada di sebalah kiri dan kanan Dimas. Fira tidak menjawab pertanyaan Nadin, dia hanya mengangguk.
Dimas terus melangkah kan kakinya melewati Fira dan Nadin dengan tampang datar nya, tanpa sedikitpun lekukan senyum untuk menyapa Fira. Jangan tersenyum, melihat Fira saja Dimas enggan. Hal itu membuat Fira sedih. Tanpa tersadar setetes air mata turun melewati pipi mulus Fira. Hal itu membuat Nadin membelalakkan matanya, kaget.
"Sabar Fir, semua butuh perjuangan. Es aja bisa mencair, apalagi dia. Perlahan-lahan juga dia pasti luluh kok sama sikap lo. Kayak gue nih, yang pengen ubah sikap lo, biar gak judes lagi, biar gak jutek lagi."
"Apaan sih lo. Gaje banget" Fira langsung pergi, meninggalkan Nadin dengan omelannya.
"Fira ihh, ngeselin banget ya lo! Ditinggalin mulu perasaan. Sabar-sabar aja dah gue punya temen kayak lo, untung gak gue tinggal lo." Setelah mengomel, Nadin langsung menyusul Fira kekelas, menyemburnya dengan omelan-omelannya, supaya tidak membisakan diri lagi meninggalkan nya sendiri. Masa iya cewek cantik kayak Nadin ditinggalin mulu? Ntar kalau diculik gimana?
KAMU SEDANG MEMBACA
Please Comeback To Me [End/Selesai]
Fiksi RemajaTerkadang perubahan seseorang membuat kita menjadi lebih dewasa. Tapi ada dua kemungkinan konsekuensi yang akan kita terima, baik dan buruknya. Baiknya, kita dapat kembali lagi bersama-sama dengannya. Dan buruknya, kita akan kehilangannya. #2 in tee...
![Please Comeback To Me [End/Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/190083635-64-k285158.jpg)