[31] Melupakan mu

223 22 2
                                        

"Tersenyumlah saat aku datang dipernikahan mu. Aku tak akan membawa air mata dan tak akan ku jatuhkan dihadapan mu. InsyaAllah aku kuat dan ikhlas."


_MY DREAM_
@nunungayuerna9

🌈🌈🌈

Di ruang keluarga terlihat Aisyah sedang menonton berita bersama sang suami Irwansyah. Berita itu menceritakan tentang maraknya hamil di luar nikah, astagfirullah. Mereka melakukan hubungan terlarang padahal mereka masih duduk dibangku sekolah.

Kadang kita merasa miris melihat berita seperti itu. Padahal orang tua kita kerja banting tulang untuk menyekolahkan mereka agar bisa menjadi anak yang sukses. Agar mereka mendapat pekerjaan yang layak dan juga kehidupan yang lebih baik. Mana ada orang tua tega melihat anaknya menderita pasti tidak. Tapi kadang mereka sebagai anak tak punya hati, justru membuat orang tuanya terluka.

Jadilah anak yang berbakti kepada orang tua. Jika kau menjadi orang sukses orang tua tak minta harta mu melihat mu bahagia saja sudah lebih dari cukup.

Jika kau memberi uang mereka yang tak seberapa itu, kalau kau tahu dia begitu bahagia. MasyaAllah mulai sekali kan hati orang tua kita. Dia tak pernah menuntut ini itu beda dengan kalian dulu, minta dibeliin ponsel, sepeda, motor dan lain-lain jika tidak dituruti marah seakan akan orang tua mu punya segalanya, astagfirullah.
Jahat sekali kan kita.

Tolong buat kamu yang masih muda, kejar lah cita-cita mu. Bahagiakan mereka jangan bahagiakan dia yang baru kau kenal. Sesungguhnya surga ada pada kedua orang tua termasuk ibu mu sendiri. Jangan kau buat ia terluka karena berbuatan tercela mu itu.

Zara menghampiri mereka lalu duduk diantaranya. "Ummi Abi."

"Iya sayang kenapa ?" Sahut Irwansyah.

"Enggak sedih kalo Zara nikah muda ?" Tanya Zara tiba-tiba.

"Loh kenapa sedih ?" Kata Aisyah terkejut.

"Zara kan belum membahagiakan Ummi sama Abi, belum bisa memberikan apa-apa tapi Zara malah mau nikah terus mau tidak mau Zara juga jauh dari Ummi sama Abi."

"Enggak papa sayang Ummi sama Abi sudah bahagia sekali melihat anak Ummi yang cantik ini menikah."

"Iya sayang, enggak usah mikirin hal seperti itu. Lebih baik kamu persiapkan diri untuk hari pernikahan mu nanti." Sambung Irwansyah.

"Zara ngrasa enggak enak aja sama Ummi Abi. Zara tuh pingin ngajak Ummi sama Abi ke Mall. Membelikan apa saja yang Ummi Abi mau tapi dengan uang Zara sendiri. Ummi Abi mau apa ambil saja semua nanti Zara yang bayar kebayang gitu, masyaAllah bahagia Zara bisa kaya gitu."

"Ummi itu enggak pernah meminta apapun dari kamu sayang, bagi Ummi sama Abi kebahagian mu itu jauh lebih penting."

"MasyaAllah, Ummi. Zara bakalan kangen sama Ummi Abi. Oh iya kalau Zara kesini masih boleh kan ?"

"Boleh dong. Pintu terbuka lebar untuk kamu, kapan saja kamu boleh kesini."

"Ummi sama Abi malah senang jika kamu keluar masuk ke rumah ini." Sambung Aisyah.

"Pasti Zara akan sering-sering kesini pasti !" Balasnya antusias.

****

Dikeheningan malam Iqbal membuka buku lalu mengambil pulpen, di atas kertas kosong ia merangkai kata yang tercipta lebih cepat tanpa harus berfikir terlebih dahulu. Mengalahkan mereka yang ahli puitis, kata demi kata ia tulis.

Iqbal fikir dengan menulis ia bisa lega, bisa menyampaikan rasa tanpa harus ada orang lain tahu. Dia sama sekali tak ingin menjadi seorang puitis tapi ia ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin bisa membuatnya bahagia dan juga bisa menjadi kenangan untuknya.

"Rasa yang pernah ada, pelan pelan akan hilang bismillah." Kata Iqbal.

Bidadari Kecil ku

Awalnya aku sangat mencintai mu, bahkan gila karna mu. Selalu berharap kau lah calon istri ku, bidadari surga ku.
Aku selalu merasa bahagia jika aku didekat dengan mu. Aku bisa merasakan itu, tertawa karna mu kau tertawa karena tingkah ku.

Aku selalu melakukan hal konyol didepan mu karena aku ingin melihat kau bahagia melihat mu tertawa lepas. Itu obat kebahagiaan ku, dan saat itu juga cinta ku semakin tumbuh besar. Aku selalu saja mencari akal untuk menarik perhatian mu. Apa saja aku lakukan demi bisa diperhatikan oleh mu.

Tapi..
Sejak kau mencintai orang lain. Hati ku remuk, hidup ku hancur. Mungkin ini karena cinta ku terlalu dalam.
Astagfirullah.

Jarak yang awalnya dekat kini terasa jauh. Kalau pun dekat terasa canggung antara kau dengan aku. Terasa beda sekali.

Hati ku memang belum bisa menerima takdir ini. Sebisa mungkin aku harus bisa melupakan mu apapun itu caranya akan aku berjuangkan sama hal dulu saat aku mencintai mu. Aku akan berusaha hilang dihadapan mu walaupun itu menyakitkan bagi ku.

Aku berusaha positif thinking. Pasti ada bidadari kecil kedua untuk menggantikan posisi mu. Disepanjang malam aku selalu berdoa agar cepat dipertemukan. Itu harapan ku satu satunya.

Kau bahagia dengan pasangannya aku pun sama ingin bahagia dengan pasangan ku. Bukannya aku iri tapi aku juga butuh cinta. Apa itu salah ?

Tersenyumlah saat aku datang dipernikahan mu. Aku tak akan membawa air mata dan tak akan ku jatuhkan dihadapan mu. InsyaAllah aku kuat dan insyaAllah aku ikhlas.

Iqbal

Iqbal menutup buku itu lalu menghela nafas dalam. Berulang kali ia mengucap istigfar. Detik selanjutnya ia beranjak untuk mengambil air wudhu. Tepatnya pukul 02.00 WIB ia menunaikan sholat malam yang biasa disebut sholat istikharah. Menemukan cinta melalui untaian doa. Meminta ke Rabb agar bisa menemukan cinta yang ia inginkan.


Tegukkan hati untuk memilih siapa yang pantas ia nikahi. Dan siapa calon istrinya nanti. Entah kapan akan dipertemukan intinya Iqbal sudah berusaha untuk menemukan cinta dishalat malamnya. Semoga dengan terus melakukan shalat malam ia bisa melupakan secepatnya. InsyaAllah.

🌈🌈🌈

Nulis berjam jam sampai lupa waktu
Saat dibaca cuma beberapa menit aja🍂
Tapi aku bahagia ❤
Karena dengan begini aku jadi banyak teman, banyak pengalaman dan banyak komen dan kritikan yang membangun untuk lebih semangat lagi.
Thank you semuaa ❣

Happy reading.

PANGERAN SYNDROMECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang