[10] Tatapan mata mu

489 41 2
                                        


"Tatapan mata mu menarik
Senyuman mu bagaikan magnetik
Aku wanita tak menarik
Tapi salah kah jika aku tertarik."

_MY DREAM_
@nunungayuerna9

🌈🌈🌈

Semenjak Zara tertarik dengan Nizam sifatnya berubah 180°, sekarang dia suka sekali dandan, lebih mengutamakan penampilannya. Zara juga sering sekali ke toilet hanya sekedar memakai parfum.

Begitulah wanita ketika sedang mabuk asmara, ia ingin tampil cantik di depan pria yang ia sukai. Dia susah payah mengubah penampilannya hanya untuk di lihat pria yang bukan mahramnya.

****

Zara tidak sengaja melihat Nizam masuk ke perpustakaan, lalu dia punya ide itu mengikutinya kedalam perpustakaan itu dengan mengajak sahabatnya Sasa. Padahal biasanya mereka enggan masuk ke perpustakaan entah kenapa ia ingin sekali masuk. Didalam perpustakaan terlihat Nizam sedang asik memilih buku, disusul Zara yang ikut-ikutan mengambil buku sembari sesekali melirik ke arah Nizam. Tapi sayang Nizam tak meperdulikan padahal Zara berusaha menarik perhatiannya.

Sasa yang melihat aksi Zara pun tidak mau kalah, dia memberanikan diri memanggil Nizam yang terlihat sedang sibuk memilih buku.

"Mas Nizam ?" Panggil Sasa membuat Zara terkejut, bisa-bisanya dia berani memanggil namanya padahal ada wanita disini yang sedang berjuang mati-matian untuk mendekatinnya.

Nizam yang merasa di panggil pun menoleh ke arah Sasa dengan tatapan bingung. Ketika Nizam menatap Sasa entah kenapa Sasa menjadi gugup, tubuhnya pun mulai bergetar seperti sedang terjadi gempa. Nizam yang melihat tubuh Sasa bergetar pun tersenyum tipis lalu lebih memilih pergi meninggalkannya.

Zara yang melihat dari kejauhan pun menahan tawa mati-matian, karena melihat ekspresi Sasa yang seperti itu. Kemudian Zara menghampiri sahabatnya itu, bukannya menenangkan Sasa, tapi dia malah kembali terkekeh. "Lu enggak papa Sa ?"

"Sumpah demi apa ! Gue enggak bisa ngomong apa-apa, pas dia natap gue !" Balasnya. "baru kali ini gue jadi es goyang." Lanjutnya.

Zara kembali terkekeh. "Makannya jangan sok, gue tau lu enggak punya malu tapi setidaknya otak lu di pakai dong !" Decak Zara.

Sasa menghela nafas geram.

"Tuh liat." Ucap Zara seraya menunjuk arah ke Nizam yang sedang duduk sembari membaca buku. "ke sana yuk." Ajak Zara dianggukan oleh Sasa.

Zara dan Sasa menghampiri Nizam lalu mereka berdua duduk berhadapan. Nizam tak memperdulikan mereka dia tetap asik membaca buku.

Zara membuka buku, kalian tau dia tidak benar-benar membaca buku ia hanya pura-pura membaca. Sembari sesekali dia melirik ke arah Nizam.
"Ya Allah begitu sempurna ciptaan-Mu. Lagi baca buku aja guanteng banget, dia kelihatan serius baca buku, ihh jadi gemess pingin nyubit pipinya." Batin Zara.

Nizam yang merasa di perhatikan pun menoleh ke arah Zara, Seketika muka Zara langsung merah, dia benar-benar Salah tingkah dan bingung mau ngapain lalu mengangkat buku untuk menutup wajahnya. Sasa yang melihat Zara seperti itu langsung tertawa lirih, sama halnya Nizam juga ikut tersenyum sembari geleng-geleng.

Melihat Nizam tersenyum Sumpah demi apa ! Jangtung Zara langsung berdegub kencang seperti sudah ada ikatan batin yang mengalir pada dirinya. Dia berhasil membuat wajah datarnya Nizam menjadi senyuman yang menawan.

Dibalik buku yang berhasil menutupi wajahnya, Zara memejam mata sembari mengigit bibir bawahnya gemas. "Senyuman mu itu loh, walaupun sebentar aku sudah merasa bahagia. Tapi tolong jangan lama-lama, aku takut kadar gula ku bertambah." Desahnya.

"Ra ?" Panggil Sasa.

Zara yang sedang mengkhayal pun tiba-tiba terkejut saat dipanggil sahabatnya. "Iya ?"

"Masuk kelas yuk." Ajak Sasa.

"Oh iya ini masih ada kelas ya." Sahut Zara. Kemudian mereka beranjak dari tempat duduk lalu keluar dari perpustakaan.

Mengetahui  Zara dan Sasa pergi keluar, Nizam langsung menghentikan bacaanya lalu menatap kepergian mereka dengan senyuman tulus.

***

Sepulang kuliah Zara menunggu jemputan dari sopir pribadinya di halte depan kampus. Sudah menunggu lama tiba-tiba ada pesan kalau sopirnya pribadinya tidak bisa jemput kesini.

"Yaahh.. aku pulang sama siapa dong." Rengek Zara seraya memanyunkan bibirnya.

Awan berubah menjadi gelap pekat bertanda akan turun hujan, udaranya pun berubah menjadi dingin. Tiba-tiba ada kilat yang menyambar seperkian detik suara petir itu muncul begitu keras mengejutkan Zara.

"Aaaggghhhh !!" Teriak Zara kencang, dia terlihat ketakutan.

Dari kecil Zara sangat takut dengan suara petir dan kilatan yang suka sekali mengejutkannya. Dia memegang erat tubuhnya sendiri bukan hanya takut dia juga merasa kedinginan karena angin yang berhembus cukup kencang. Dia lupa membawa jaket dari rumah.

Di halte terlihat hanya Zara duduk sendirian disana, tidak ada siapa pun kecuali dia. Kemudian ada seorang pria yang baru saja keluar dari Cafe Permai yang letaknya bersebrang jalan dari halte. Pria itu tak sengaja menoleh kearah halte, kemudian dia melihat Zara yang sedang duduk sendirian di halte.

"Hujan deras gini kok malah duduk di halte, kan bahaya apalagi dia seorang wanita." Ujar pria itu disebrang jalan depan kafe Permai.

Tak pikir panjang pria itu langsung menghampiri Zara, dengan membawa payung. Karena hujan masih deras derasnya. "Hujan deras sekali, eh kamu malah enak-enakan duduk sendirian disini !"

Zara terkejut tiba-tiba ada yang mengajak ia bicara, seketika Zara mendongak keatas menatap pria tersebut. Muka Zara berubah menjadi merah, mulutnya terkunci tubuhnya mulai membeku. Jujur dia bingung harus mengatakan apa. Ingin sekali dia teriak sekenceng-kencengnya karena sangkin bahagianya.Hujan kali ini membawa kebahagiaan yang tak ada duanya, benar saja hujan memang membawa berkah pikirnya.

Pria itu membuka jaket lalu dia letakannya ke punggung Zara, Saat pria itu mendekat jantung Zara mulai bergejolak dengan detakan cukup kencang, nafasnya mulai sesak serasa ingin kehabisan oksigen. "Ya Allah, kuatkan lah hamba." Batin Zara seraya memejamkan matanya.

🌈🌈🌈

Duh siapa sih ! Pria yang menghampiri Zara.

Bikin penasaran aja !

Sengaja wkwkw🤣🤣
Biarin kamu mangkin kepoo,

Ayok komen dan tebak siapa sih pria itu.

Tunggu part selanjutnya ya gaess 🌹

🌈🌈🌈

PANGERAN SYNDROMECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang