Happy reading!
▶▶
09:15
Sedari malam Airin terus berfikir hadiah apa yang harus ia beri pada suaminya. Sebelumnya ia sempat terfikir kalau hadiahnya yaitu memberi kabar tentang kehamilannya, pasti suaminya langsung syok.
Tapi setelah di fikirkan lagi, ini waktu yang pas, ia juga sudah tidak mau menyebunyikan ini lagi. Biarkan Samudra tau semua bagaimanapun juga ini anaknya.
Airin membuka totebagnya untuk mengambil handphone, sedetik kemudian ia menepuk jidatnya pelan. Pasalnya ia lupa mengembalikan HP suaminya yang sebelumnya ia pinjam.
Harus segera di balikkan takutnya ada sesuatu yang penting. Airin berjalan ke fakultas kedokteran tempat suaminya belajar, tidak apa sekali kali main ke fakultas lain lagipula jam kuliahnya masih lama.
Cukup ramai Airin berjalan mencari keberadaan suaminya tapi sedetik kemudian langkahnya terhenti. Mata perempuan ini terfokus pada laki laki dan perempuan yang berada di pojok sana.
Tidak salah lagi laki laki itu suaminya, dan siapa itu. Angel ?
Laki laki yang sedang membawa beberapa buku ini terus saja di gelayuti tangan perempuan dibsebelahnya bahkan Angel bisa bisanya berbisik sangat dekat dengan leher Samudra.
Deru nafas Airin semakin kencang, kesal tentu saja suaminya di pegang pegang dan diperlakukan seperti itu. Walau ia lihat tidak ada respon sama sekali dari suaminya tapi hatinya terasa di remas remas .
Setelah ia lihat samudra melepaskan tangan Angel dan berjalan menjauh Airin menghampiri perempuan caper alias Angel dan menarik tangannya hingga terpelintir kebelakang.
" Eh apa apaan nih " Perotes Angel karna tangannya di cengkram kuat oleh Airin.
" Lu! "
"Sadar diri dikit dong ya mba. Samudra ga suka deket deket sama lo jauhin dia mulai sekarang! " Pekik Airin, ia tidak mau diam begitu saja saat ada perempuan lain yang menggoda suaminya. Miliknya ya miliknya tidak ada yang boleh menyentuh siapapun orangnya.
" Sayangnya gua gamau " Balas Angel terus melepas tangannya dari cengkraman Airin.
" Gua sama Samudra udah nikah dan lu tau sendiri kan kalau gua lagi hamil anaknya! " Kemarin perempuan ini sendiri yang membaca buku kehamilannya.
" Kalao gua mau suami lu gimana? " Tanya Angel sambil melipat tangannya di dada. Gila!
" Udah ya, gua sibuk " Lanjut Angel terus berjalan menjauh.
Tangan Airin mengepal sempurna. Mendengar jawaban Angel tadi membuat emosinya semakin memuncak. Siapa yang tidak emosi jika ada orang asing yang berusaha merusak bahkan mengambil pasangan kita.
Hiks
Keluarlah sudah, kalau sudah sangat emosi dan tidak ada bahan pelampiasan air mata jadi jalan nijanya. Airin menangis sesegukan sambil berjongkok di koridor untungnya kondisi saat ini sepi hanya ada ia di tempat ini.
Kenapa saat rumah tangganya baik-baik saja ada orang yang berusaha merusak.
" Bangsat! " Pekik Airin lagi tangannya mencoba memukul mukul tembok yang ada di sebelahnya.
Saat itu juga ada tangan yang menahan, laki laki dengan kemeja kotak kotak dan celana jeans sedang berjongkok di hadapan Airin .
" Ka Abian " Buru buru Airin mengusap air matanya yang masih tersisa di pipi dan bersikap biasa lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
SARIN ✔
Teen Fiction[ Cerita 2 ] ❝ Sekarang Samudra percaya, happy ending itu benar adanya ❞ sequel dari my tengil husband. start : 21/ 08/2020 end : 21/02/2021
