Clik, clik, clik
Airin menulis kata demi kata alasan pengunduran diri di laptop.
Pada kata terakhir ia mengklik icon save habis itu menutup layar laptop terus membalikan badan melihat dua orang yang tertidur pulas di atas kasur.
Airin memutusakan untuk keluar dari kampus, walaupun didalam hati masih belum ikhlas.
Rencananya Airin mau fokus pada kandungannya dan juga Belvy. Biarkan cita-citanya dikesampingkan dulu, nanti kalau ada kesempatan mau lanjut lagi.
Airin melangkahkan kakinya untuk kembali ke atas kasur, baru jam dua dinihari Airin memang tidak bisa tidur karna terus memikirkan hal ini, dan pada finalnya ia memilih untuk keluar.
Ia mendekatkan tubuhnya pada Belvy, mencium kening anak ini dan berlanjut pada suaminya, mengecup pipi Samudra sekilas terus mengubah posisi meringkuk diatas kasur.
" Semoga dilancarin segala urusannya " Doa Airin terus memejamkan matanya, mencoba masuk kedalan dunia mimpi.
▶▶
Sudah pagi.
Samudra sedang mencuci baju di belakang rumah sedangkan Airin memasak nasi goreng dengan ditemani Belvy.
" Udah laper ya? " Tanya Airin mendapat anggukan antusias dari anak ini.
Airin melanjutkan memasak nasi goreng entah kenapa ia jadi gelisah sekarang, Mengingat hari ini hari terakhirnya kuliah. Dan jujur saja Airin sendiri belum cerita pada Samudra.
Beberapa menit sudah, nasi goreng sudah tersaji di piring.
" Bel, panggilin ayah mau ga? " Tanya Airin, anak ini mengangguk terus turun dari kursi dan berlari ke arah pintu belakang.
Samudra yang masih boxeran masuk ke dapur, mencuci tangan di wastafel terus duduk di samping istrinya.
" Wih enak nih " Ucap cowo ini sambil menoleh pada Airin. Namun perempuan ini tidak membalasnya dan malah diam dengan raut wajah datar.
Samudra berdehem terus beralih menatap Belvy yang ada disebrangnya.
" Makan yang banyak ya "
Belvy mengangguk saja terus memasukan satu sendok nasi goreng kedalam mulut.
Hening, hanya ada suara sendok yang saling beradu. Samudra merasa aneh, biasanya istrinya banyak omong dan berisik tapi anehnya sekarang hanya diam.
Bahkan sampai makanan habis Airin masih diam, saat perempuan ini beranjak untuk menaruh piring kotor tangannya terlebih dulu dicekal Samudra.
" Kenapa? " Padahal kemarin malam masih biasa saja sekarang sudah berubah.
" Gua mau ngomong sama lu, beresin ini dulu "
Samudra berdehem membiarkan istrinya mengerjakan tugasnya membenahi piring kotor .
Setelah selesai Airin kembali duduk di kursi yang semula ia duduki.
" Belvy, ke kamar duluan ya nanti bunda nyusul "
Setelah anak kecil ini hilang dibalik pintu Samudra beralih menatap wajah Airin. Tangannya mengangkat dagu istrinya agar lebih puas ia tatap.
Wajah murung dengan bibir yang sedikit melengkung kebawah, sudah seperti anak kecil yang sedang marah.
" Kenapa? Mau bilang apa? "
Airin menepis tangan Samudra terus menarik nafas panjang bersiap untuk memberitahu soal pengunduran dirinya.
" Gua mau keluar dari kampus " Ucap Airin terus menoleh pada suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SARIN ✔
Teen Fiction[ Cerita 2 ] ❝ Sekarang Samudra percaya, happy ending itu benar adanya ❞ sequel dari my tengil husband. start : 21/ 08/2020 end : 21/02/2021
