Airin menjepit bibir Samudra dengan jari telunjuk dan jempolnya. Sepertinya Samudra punya kebiasaan baru yaitu bersikap random. Saat hening, tiba-tiba saja laki-laki itu bilang seperti tadi.
" Lopyu lopyu, tagihan listrik belum dibayar, asuransi kesehatan, kulkas kosong , duit dulu sini baru lopyu "
Samudra yang sudah melepas jepitan tangan Airin cengengesan terus mengecup wajah perempuan yang sedang ada di sampingnya itu.
" bentar lagi gajian, sabar "
Keheningan kembali menyelimuti mereka, cahaya senja bisa terlihat jelas di hadapan sana. Sekarang Airin dan Samudra sedang berada di pinggir pantai, Samudra yang minta, katanya holiday pengen jalan-jalan. Padahal lagi tanggal tua, lagi seret-seretnya duit.
Tidak lama Airin yang sedang melamun tertawa kecil, membuat Samudra mengerutkan dahinya heran " Sawan neng? " Tanyanya.
" Gatau, tapi hari ini kayanya seneng aja gitu, ngerti ga? Kaya bahagia sampe pengen senyum terus "
Samudra memiringkan kepalanya, memperhatikan perempuan yang katanya tak bisa henti tersenyum itu.
" jangan diliatin mulu ah " Airin sedikit risih.
" Diem, aku lagi mandangi objek terindah yang pernah tuhan ciptakan "
Seperti ada gertaran yang kembali terasa dalam dada Airin, jantungnya berdetak duakali lipat, ia juga merasa wajahnya terasa panas, bisa-bisanya Samudra membuatnya jatuh cinta berkali-kali seperti ini.
Chup.
Ciuman kembali mendarat di wajah mulus milik Airin, membuat perempuan itu kembali tersipu malu.
" Ayahhhh! Bunnnndaaaa! Pacaran mulu Tata dipupain huh " Teriak anak umur empat tahun dari arah yang cukup jauh dari mereka.
Samudra dan Airin sontak menoleh kebelakang, anaknya itu sedang melipat kedua tangannya di dada tidak lupa bibir yang dipoutkan dan halis yang menyatu.
Samudra buru-buru berlari menghampiri anaknya itu, sedangkan Airin berjalan santai sambil terus tersenyum, tingkah Semesta selalu mampu membuatnya bahagia .
Airin sudah sampai di depan Samudra yang sudah mrnggendong Semesta dengan sebelah tangan. Namun entah kenapa firasanya jadi buruk, seperti ada kejahilan yang akan segera mereka berdua laku
Byurr...
ㅡ kan. Satu gelas air laut berhasil mendarat di wajah Airin. Dan tanpa bersalahnya Samudra sang pelaku tertawa gelagakan, Semesta selaku profokator juga ikut menertawakan Airin yang sudah basah karenanya.
" Kaburrrr~ " Ucap Samudra terus berlari menjauh dari radar Airin.
Dan akhirnya mereka saling mengejar, Airin membalas dengan menyiram tubuh samudra dengan air laut yang ia ambil menggunakan ember. Semua berjalan lambat, tawa dan canda mereka menjadi penutup sore ini.
▶▶
Airin tidak menyangka ia akan melangkah sejauh ini ㅡmelewati hari yang bahkan tidak pernah ia bayangkan. menjadi istri Samudra,ㅡ dulu ia fikir pernikahan ini tidak lain adalah malapetaka yang tuhan beri. Namun ia salah
Tidak mudah untuk sampai ke titik sekarang, banyak rintangan dan cobaan yang membutuhkan kedewasaan untuk menyelesaikannya.
Airin belajar untuk menjadi istri sempurna. walaupun laki-laki itu selalu bilang, kamu lebih dari kata sempurna buat aku.
Keluarga kecilnya memang tidak semewah dan tidak setenang orang lain, namun Airin sangat bersyukur untuk itu.
Tuhan masih memberinya kesempatan untuk kembali melangkah bersama Samudra mewarnai hari demi hari yang mereka lalui bersama.
Belum, kisah ini belum berakhir, kisah ini akan terus berlanjut dan berjalan sebagaimana mestinya. Jadi, terimakasih untuk kalian semua karena sudah menjadi saksi atas kisah klasik penuh kasih milik Airin Samudra juga Semesta kecil.
E N D
sebelumya maaf, kalau cerita ini ga sesuai sama ekspetasi kalian, lama updatenya, endingnya gazelaz, etc.
Tapi aku mau bilang makasih banget, udah suport karya-karya aku. I'm really happy.
Eits, spesial part bakal aku update, nyusul. Jangan kemana-mana.
Aku Boleh minta waktunya sebentar? Tolong kasih krisar buat cerita my tengil husband sama Sarin? 1 - 10 , coment ya.
Tadi siang pada liat Love di RG gaaaa? Cantik banget sumpah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.