22.00

21 1 0
                                        

Pukul 22.00 WIB

Sekar pulang hampir jam sepuluh malam, dengan perasaan takut yang teramat sangat, Sekar berjalan memasuki lift, menekan tombol keramat untuk menuju lantai 3 yang disana adalah apartemen Javas.

Dengan perasaan campur aduk, Sekar berharap lift ini bergerak dengan pelan agar Sekar semakin lama untuk sampai di apartemennya.

Semua ini karena Lusi!

lusi dengan segala kengototannya memaksa dia untuk menemaninya berbelanja dan nonton film, dia sudah mencoba untuk menolak tapi temennya itu bener-bener memaksa dia untuk ikut, diapun setuju namun dengan syarat menemani Lusi hanya sampai sore dan dia akan langsung pulang.

Tapi...

Ini bahkan udah malem!

Hanya satu pintanya semoga Javas udah tidur karena kalau sampai pria itu belum tidur sampai dia pulang, maka dirinya akan di pastikan habis jadi bahan amukan Javas, belum lagi ponselnya yang sengaja dia matikan agar Javas tidak mengganggunya.

Lift itupun sampai di lantai tiga

Rasanya berat sekali untuk melangkah keluar, jantungnya semakin berdebar kencang, pikiran negatif terus saja muncul. Dengan penuh kehati-hatian, Sekar menempelkan kartu yang dijadikan sebagai akses untuk membuka pintu apartemen.

Bismillah...

Sekar sudah layaknya memasuki rumah hantu pasar malam, penuh ketegangan dan sangat menakutkan lalu dia menutup kembali pintu itu dengan sangat amat pelan-pelan agar tidak menimbulkan suara yang mengganggu.

Gelap

Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana apartemen Javas saat ini, sepertinya Tuhan kembali mengabulkan doa Sekar karena Javas pasti sudah tidur saat ini.

Allhamdullilah selamet!

Sekar berjalan mengendap-endap layaknya maling yang ingin mencuri di tengah kegelapan yang mendera.

Dirinya sudah berdiri di depan pintu kamar mereka, namun lagi-lagi perasaan takut itu datang.

Apa tidur di ruang tamu aja ya ?

Sumpah! Dia gak berani masuk, takut kalau Javas akan terbangun dan menemukannya yang baru pulang.

Dengan penuh keyakinan Sekar berbalik arah, berjalan menuju ruang tamu, tekadnya sudah bulat, malam ini dia akan tidur di ruang tamu saja.

Ditopang oleh bantal, Sekar mulai berbaring diatas sofa dalam keheningan malam, memandang langit-langit yang gelap gulita, dia bahkan tidak berani untuk menghidupkan TV untuk sekedar menghilangkan keheningan.

Mungkin ini hukuman dari Tuhan karena ulahnya yang terus saja berbohong. Dia mencoba untuk terlelap, mengabaikan suara-suara tanpa sebab yang terdengar dan menambah ketakutan.

Besok Pagi dia akan menjelaskan pada Javas

Bukan semuanya, tapi hanya sebagian

Iya sebagian saja yang akan dia jelaskan

***

Keesokan Paginya

Aroma kopi menyeruak keseluruh ruangan, aromanya yang membuat siapapun tenang ketika menciumnya, meski tak begitu suka minum kopi tapi dia sangat suka aroma kopi.

Tapi siapa yang bikin kopi di pagi hari, pasti Javas sudah bangun saat ini.

Javas sudah bangun

Sudah bangun

APA ?!

Sekar seketika bangun dari tidurnya, menatap kearah dapur yang mana sudah ada Javas yang duduk di meja makan depan tatapan sepenuhnya kearah tempat dia berbaring tadi.

Lost On YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang