"Kamu mau pesen jus atau kopi ?"
Erlangga bertanya Sekar yang kini tengah duduk di depannya, mereka baru saja sampai di caffe dekat kampus, begitu selesai kuliah Erlangga langsung mengajak kesini. Membuat Sekar tidak bisa mengelak atau berkata tidak.
"Jus aja kak" sahutnya Sekar pelan.
Jika orang melihatnya, mungkin akan berpikir jasadnya sedang duduk di caafe saat ini tapi bila orang lain bisa membaca pikirannya, jelas sekali pikiran Sekar bukanlah di tempat ini, melainkan di tempat lain. Javas, dia memikirkan tentang suaminya yang sudah pasti tengah menunggu dia.
"Sambil nunggu pesannya datang, kita langsung saja bahas tentang event jualan ya, Jadi bulan ini kampus akan mengadakan event jualan kreatif..."
"Kak, bisa gak kalau kita bicariin ini lain kali aja ? Soalnya saya ada urusan" ucap Sekar mengelak pembicaraan Erlangga.
Lagian dia juga merasa aneh, kalau dia memang ada event harusnya pasti banyak panitia yang akan datang, tapi ini malah cuma mereka berdua yang datang.
"Tapi..."
"Saya bener-bener buru-buru kak" Selak Sekar lagi.
Javas pasti sedang menunggunya, Sekar sudah terlanjur mengiyakan ajakan suaminya itu untuk makan siang bersama, lagipula tidak mungkin dia berbohong, Javas pasti akan bisa langsung mengecek kebenarannya.
"Ada apa ?" Tanya Erlangga menatap langsung matanya.
Kenapa tatapannya kayak gitu ?
Sekar meringis begitu melihat tatapan sendu Erlangga yang menatapnya, ada perasaan tidak nyaman yang membuatnya ingin menghindar.
"Anu kak... Saya..."
"Woi bro!"
Erlangga dan Sekar menatap seorang pria tampan yang kini berdiri di depannya.
Siapa lagi ini ?
Sekar menatap Erlangga penuh tanya, namun gerakan Erlangga yang bangun dari duduknya dengan tersenyum mampu membuatnya mengerti, Erlangga pasti mengenal orang ini.
"Yang lain kemana ?" Tanya Erlangga begitu dia menjabat tangan pria asing itu.
"Bentar, Katanya anak-anak pada mau makan, lah kalian berdua aja nih ?"
Pria asing itu menatapnya dengan senyum ramah yang langsung di persilakan untuk duduk oleh Erlangga di sampingnya.
"Iya," jawab Erlangga "Kenalin, Namanya Sekar anak Bahasa Indonesia yang jadi panitia juga, Sekar kenalin ini Romi, anak arsitektur" ujar Erlangga membuat Sekar dan Romi saling menjabat tangan.
Anak arsitektur ?
Loh kok ?
"Nah, karena ini event kampus jadi semua jurusan ikut berpartisipasi dalam event ini" ujar Erlangga menjelaskan.
Sekar hanya mengangguk tak peduli, pikirannya kembali pada Javas.
"Jadi kak, bisa gak saya ijin hari ini ?" Sekar kembali bertanya.
"Masih ada kuliah ya ?" Tanya Romi dan Sekar langsung mengangguk, pertanyaan Romi bener-bener menjadi jalan keluar. Kenapa gak kepikiran daritadi ya.
Erlangga terdiam, dia mengangguk lemah, ada sedikit tampang kecewa yang Sekar lihat.
Kenapa kok jadi lesu gitu mukanya ? Gak mungkin gara-gara dia ijin kan ?
Aduh Jangan ge'er deh Sekar, ya mungkin aja dia lelah!
Tak butuh waktu lama, Sekar langsung bangun dari duduknya "saya permisi kak, sekali lagi maaf" ujar Sekar dan berjalan keluar dari caffe itu.
***
