Ingat tentang sebuah kalimat 'hidup itu seperti roda berputar, ada saatnya kita di atas, ada juga saatnya kita berada di bawah'? Sebuah kalimat yang membuktikan bahwa keadaan kini berbanding terbalik.
Kini Aleta tidak tahu dia ada di mana, saat orang-orang itu membawanya keluar, ia diberi suntikan yang membuatnya tertidur. Tapi, saat terbangun, dirinya sudah tidak tahu berada di mana.
Melihat dari ruangan itu, Aleta benar-benar merasa asing, ini bukan kamarnya ataupun rumah sakit.
"Pa!?" panggilnya.
"Papa!"
"Ma?"
"Mama?"
Tapi tidak ada jawaban sama sekali. Gadis itu mulai merasa takut, untuk pertama kalinya gadis itu benar-benar takut di tempat asing sendirian. Bagaimana tidak, luka di perutnya belum kering, masih sangat terasa sakit. Bagaimana mungkin dia bisa pergi dari tempat ini sendirian. Untuk bergerak saja, ia benar-benar kesakitan.
"Hani!?"
Nama itu yang selanjutnya ia sebut, karena bisa saja ini ulah Hanifa, yang ingin membalaskan dendam padanya.
"Ini ulah lo kan, Han?"
"Hani..."
---
Sementara di sisi lain, seorang gadis telah sampai pada sebuah rumah yang begitu megah. Tadi, dia sudah menghampiri rumah Vania, tapi hanya Fadil yang membukakan pintu, karena Vania belum bisa berjalan. Katanya Hanifa sudah tidak di rumah itu lagi, karena keluarga Fero yang memboyongnya untuk merawatnya dengan lebih intensif.
"Permisi Pak, Fero-nya ada?" tanyanya pada satpam.
"Oh, Den Fero ada Neng, Neng siapa ya?"
"Saya temannya, ada keperluan tugas. Dia susah dihubungi dari tadi."
"Tapi, kok Neng pakai baju rumah sakit Neng?"
"Iya Pak, soalnya buru-buru sih."
"Ya sudah Neng, silakan masuk."
"Makasih, Pak," ucapnya lalu berjalan memasuki gerbang.
Ting tong...
"Iya sebentar!" teriak Friska menjawab dari dalam rumah.
"Siapa ya?"
"Saya temannya Hani dan Fero, Tante."
"Ada keperluan apa?"
"Keperluan mendesak, saya mohon Tante. Izinkan saya menemui mereka."
"Tapi, Hani tidak bisa diganggu untuk saat ini. Mungkin kamu bisa bertemu dengan Fero. Silakan masuk."
"Iya Tante, makasih."
Tak lama kemudian, Fero menuruni tangga dan menemui gadis itu.
"Lo ngapain ke sini," ucapnya dingin.
Gadis itu memberikan wajah memelasnya. "Fer, lo harus dengerin penjelasan gue, gue mohon."
KAMU SEDANG MEMBACA
Choice ( SELESAI)
Teen FictionPeringkat #1 'depresi' Agustus 2020 Peringkat #1 'berat' Oktober 2020 Peringkat #3 'mandiri', Oktober 2020 Peringkat #6 'sederhana' Oktober 2020 Peringkat #7 'choice' Oktober 2020 - Selesai- Liku-liku kehidupan seorang gadis bernama Hanifa Vinanda...
