Satu hal yang membuatku mencintaimu kembali, yaitu senyumanmu.
***
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Hari ini adalah hari pembukaan acara ulangtahun SMA Bakti Buana. Seluruh siswa pun pada sibuk guna menyiapkan acara yang semeriahnya. Karena, ada siswa-siswi dari sekolah lain yang juga datang kesini. Maka dari itu, mereka semua sibuk menyiapkan stand-stand yang meriah dengan berbagai macam barang yang mereka perdagangkan.
Seperti saat ini, kelas Zora juga tak kalah heboh menyiapkan stand kelas mereka dengan berbagai macam makanan khas adat dari berbagai macam wilayah di Indonesia.
"Fan, lo bisa bantuin gue gak?", tanya Zora pada Fanni.
"Males. Lo kan bisa sendiri ngapain harus gue" ujar Fanni sambil memainkan ponselnya.
"Tapi Fan, lo kan belum kerja dari tadi"
"Lo budeg ya? Kalau gue bilang gak mau, berarti gak mau! Ngerti gak sih lo!" ujar Fanni sambil membentak Zora.
"Heh!! lo biasa aja dong gausah bentak-bentak Zora, lo juga ngapain disini hah! yang lain pada sibuk nyiapin stand, tapi lo malah enak-enak main hp" bentak Vita yang tiba-tiba datang.
"Ngapain lo jadi ikut-ikutan sih!"
"Biasa aja gausah ngegas! Kalau lo gak mau bantuin kita, lebih baik lo pindah kelas aja sono. Sorry aja nih, kelas IPA1 gak bakal rugi kalau kehilangan orang kaya lo"
"Lo tuh ya", ujar Fanni geram. Lalu ia pun mengangkat tangannya ingin menampar Vita, namun dengan segera, Zora pun menarik Vita hingga tamparan keras itu berhasil mengenai wajah Zora.
"Fanni!", bentak Vita dengan nada yang mulai emosi. Lalu ia pun ingin membalas tamparan itu kepada Fanni, namun sebuah tangan berhasil mencekalnya.
"Gausah kasar sama cewek gue!" gertak Andra dengan emosi sambil menghempaskan tangan Vita dengan kasar.
"Cewek lo kebangetan Ndra, gue gak terima kalau dia cuma main hp padahal yang lain pada sibuk!", ujar Vita.
"Enggak Andra, dia bohong. Tadi aku udah bantuin mereka kok, terus aku cuma cek hp bentar takut kalau kamu chat aku, tapi aku malah dimarahin sama mereka, dan tadi Zora udah nampar aku dan gak lama kemudian Vita juga ikut-ikutan mau nampar, dan kamu datang", ujar Fanni sambil menangis.
Vita dan Zora pun saling melotot ketika mendengar penuturan dari Fanni. Kenapa ia malah membalikkan fakta saat ini?
"Brengsek! Lo tuh kenapa selalu jahat sama Fanni sih Ra? Salah dia apa sama lo hah!", bentak Andra kepada Zora.
"Dia bohong Ndra, sebenarnya gak gitu"
"Kalau lo gak tau apa-apa mending diem deh Ndra, jelas-jelas Fanni itu udah bohongin lo, tadi dia sendiri yang udah nampar Zora, dan sekarang malah Zora yang dituduh balik. Emang dasar Fanni nya aja yang pecundang. Dia selalu melempar kesalahannya sendiri sama orang lain, padahal jelas-jelas itu kesalahannya dia sendiri!" ujar Vita dengan emosinya yang meluap-luap.
"Cukup ya Vit! Lo keterlaluan udah berani ngatain cewek gue! Lo gak ada berhak buat ngehina dan ngatain dia!"
"Oh emang gue gak berhak Ndra, dan lo pun sama, lo juga gak berhak salahin Zora. Karena apa? Karena Zora itu cuma korban. Dia sama sekali gak salah!"
"Please Vit, udah", ujar Zora sambil memegang lengan Vita. Lalu Vita pun menoleh dan tersenyum kearah Zora yang sedang menunduk itu. Kemudian, pandangannya pun kembali menjadi bringas kepada Andra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake [END]
Teen Fiction[SELESAI] Dalam Bahasa Inggris, fake artinya palsu. Sesuai dengan judulnya, cinta,kasih sayang, dan persahabatan yang dimiliki Zora hanyalah kepalsuan. Penghianatan seolah sudah menjadi makanan sehari-hari nya. Mampukah ia melewatinya atau malah tak...
![Fake [END]](https://img.wattpad.com/cover/209674622-64-k359626.jpg)