Setelah menghabiskan waktu 2 hari di Malang, akhirnya Nessie dan Brad sudah duduk dikursi penumpang pesawat.
Pagi ini mereka bertolak ke Bali untuk melanjutkan liburan yang sesungguhnya. Berdua.
Rasanya janggal dan canggung, walaupun saat di Malang kemarin sangat menyenangkan. Mereka biasa liburan berempat, bersama Kiki juga Prass.
Tapi, sekarang memang hanya mereka yang tersisa. Prass berjanji tidak akan muncul dikehidupan mereka lagi, dan Kiki yang kini sudah menemukan pelabuhan terakhirnya.
Beberapa hari setelah insiden mengerikan malam itu, Kiki mengatakan kalau Alvin sudah melamarnya secara pribadi dan Kiki menerimanya. Nessie turut berbahagian atas hal itu.
"Kenapa melamun?" tanya Brad pada Nessie yang sedang menatap jauh keluar jendela.
Nessie menoleh dan menggeleng pelan.
Saat Nessie sudah kembali menatapi awan biru yang cerah diluar sana. Brad masih sibuk menatap Nessie, walaupun hanya terlihat bagian samping wajah wanita itu. Brad harus merasa puas. Setidaknya untuk saat ini.
Banyak rencana yang tersusun dikepalanya. Ia sudah memikirkan rencana ini matang-matang. Sejak... Entahlah, lama sekali.
Dan kesempatan itu tiba. Brad tidak mau membuang waktu dan akan mengambil langkah besar untuk kedamaian hidupnya.
"Kiki katanya mau lamaran, kapan? Gue lupa tanggalnya deh." Nessie menoleh kearah Brad dan menatap laki-laki itu cemberut.
"Jahat banget, sama sahabat sendiri juga!" sentaknya dengan suara pelan.
Brad menggedikkan bahunya, ia memang kerap melupakan hal-hal sederhana.
"Tanggal 26 besok, luangin waktu, jangan banyak alesan!" Brad hanya mengangguk mengiyakan agar Nessie bahagia.
Ia segera mengecek phonselnya yang masih dalam mode pesawat, membuka note yang berisikan jadwalnya dalam beberapa minggu, melihat tanggal itu, Brad mengerutkan keningnya.
Ia sudah ada janji hari itu.
"Gue..."
"Gue dan Kiki nggak menerima alasan lo buat mangkir dari acara resmi. Brandon!"
Tamat sudah... Kalau Nessie sudah menyebutkan namanya seperti itu, berarti Nessie benar-benar sudah serius dengan apa yang dikatakannya.
"Lagian acaranya di Jakarta kok, Kiki nggak bisa ambil cuti buat balik ke Semarang, keluarganya Alvin juga udah ok."
Brad menghela nafas pelan, lalu mengangguk.
Setidaknya Brad tidak harus mengosongkan jadwalnya beberapa hari untuk acara Kiki. Ia hanya butuh free pada hari H.
***
"Lo kok pesen villa sih?" tanya Nessie dengan suara berbisik pada Brad yang sedang duduk disampingnya.
Seorang supir yang mengendarai boogie car mengantarkan mereka ke villa yang Brad sewa selama beberapa hari disini.
"Nanti gue jelasin di Villa." Nessie mengangguk setuju, dan tiba-tiba boogie car yang mengantar mereka berhenti didepan sebuah pintu yang khas sekali.
Dibantunya Nessie dan Brad menurunkan koper sekaligus mengantar kedalam.
Pemandangan awal memanjakan matanya.
Nessie sudah berkali-kali liburan ke Bali, bahkan setiap tahun, ia bisa satu atau dua kali mengunjungi pulau cantik ini, tapi baru kali ini Nessie menginap di villa, biasanya dia selalu menyewa kamar hotel dan menikmati keindahan dari lantai kamarnya.
Jembatan batu yang dikelilingi oleh air berisikan ikan warna-warni yang cantik membuatnya tanpa sadar tersenyum kecil.
Brad sangat pintar mencari tempat menginap.
Nessie menjelajahi villa itu, meninggalkan Brad dan seseorang yang mengantar mereka. Pemandangan dari belakang villa tak kalah menakjubkan. Inilah yang ia lihat di instagram dan hanya bisa ngiler karena harga mengingap permalamnya membuat dompetnya menangis.
Kolam renang dengan air yang jernih, didepan sana terlihat birunya lautan berpadu dengan birunya langit yang sedang cerah-cerahnya.
Matahari sedang terik, kurang puas kalau ke Bali tapi tidak sunbathing.
Tapi...
"Gue mau keluar bentar, ketemu yang punya villa," ucapan Brad mengejutkan Nessie yang tengah melamun menikmati pemandangan didepannya.
"Ngapain?" tanya Nessie.
"Yang punya itu klien gue dulu, gue mau ketemu aja, ngobrol bentar, dia juga yang kasih diskon pas tau kita nginep disini." Nessie mengangguk mengerti.
"Okay..."
"Nggak mau ikut?" tanya Brad menawarkan.
Nessie menggeleng, "Gue males."
Brad mengangguk dan meninggalkan Nessie yang masih berdiri ditempatnya.
"Brad, balik jam berapa?" tanya Nessie tiba-tiba.
"Jam..." Brad melihat jam tangannya sebelum memastikan, "Pas makan siang gue udah balik."
Nessie tersenyum lebar dan mengangguk cepat. Masih ada beberapa jam lagi sampai Brad kembali, ia bisa menikmati air kolam yang jernih seraya berjemur, dibawah matahari yang cukup terik.
Setelah memastikan Brad pergi, Nessie melepaskan sendal yang dia kenakan dan berlari menuju koper yang masih tergeletak diruang depan.
Nessie menarik koper kedalam sebuah kamar, tanpa melihat-lihat ia langsung membuka koper dan mengganti pakaian dengan sepasang bikini berwarna coklat yang sempat ia beli bersama Kiki, kembar dengan milik Kiki.
Ini adalah pertama kalinya ia mengenakan bikini coklat itu karena baik Kiki maupun dirinya, cukup tau diri untuk tidak mengenakan bikini sesexy itu didepan umum.
Pembelian bikini itu hanya keisengannya dengan Kiki, dan impian kecil mereka untuk liburan berdua tanpa para pria yang belum terlaksana sampai sekarang.
Matanya berbinar menatap kolam yang jernih, ia langsung melompat dan merasakan kesegaran air ditengah teriknya siang ini.
Nessie bergerak berenang bolak-balik sebanyak dua kali, tidak tau kalau ada yang dengan santai sedang memperhatikan sambil menyesap sebatang rokok.
Brad, kembali setelah mendapatkan kabar kalau kliennya sedang tidak berada ditempat dan menunda pertemuan santai mereka.
----
Double up!!
Suntuk banget liat instagram isinya kaya gitu mulu.
Demo sana sini, rakyat seolah ditindas oleh 'wakilnya' sendiri.
Asudahlah, capek.
Disini tempatnya bersenang-senang.
Semoga kalian suka part ini.
Love, Bella PU
KAMU SEDANG MEMBACA
It's You
RomansaBanyak temannya yang mengatakan kalau dia bodoh, dia tidak peduli, mereka hanya tidak tau rasanya kehilangan berkali-kali. . . .
