28. Kejujuran

1.3K 282 9
                                        

"Kenapa tiba-tiba?"

Brad gelagapan saat ditanya seperti itu. Ia tidak mempersiapkan alasan pasti untuk hal ini, ia hanya tidak mau semua rencana yang ada dikepalanya mendadak hancur karena otaknya yang kadang-kadang mendadak bodoh.

"Aku cuma mau hubungan kita menjadi resmi, aku udah nunggu ini selama bertahun-tahun, wajar dong kalau aku mau cepet." Nessie mengangguk pelan, mengerti apa yang dimaksud Brad.

"Bentar, aku mau ganti baju dulu."

Brad menunggu dengan gugup, matanya masih mengawasi Nessie sampai wanita itu masuk kedalam walk in closet yang menyimpan semua pakaian, koleksi tas dan sepatunya.

Ternyata rasanya seperti ini, Brad sama sekali tidak menduga kalau ia akan segugup ini, walaupun jauh lebih gugup saat melamar Nessie.

Mungkin karena ada kebohongan yang ia sengaja tutupi. Sebenarnya Brad ingin jujur, tapi dia dilanda keraguan yang cukup besar.

Sore tadi, setelah pulang dari tempat produksi butik Nessie, ia mampir ke salah satu pusat perbelanjaan dan membeli barang untuk Nessie, walaupun akhirnya tidak jadi karena bertemu dengan Sherli yang sedang berada ditempat yang sama.

Brad nenoleh saat bahunya ditepuk pelan, ia mendapati seorang perempuan berambut pendek dan mungil. Ia mengenali wanita itu, walaupun sudah sangat lama tidak berjumpa.

"Brad? Ya ampun, katanya sibuk tapi kita malah ketemu disini." Brad tersenyum canggung, ia tentu saja menolak ajakan Sherli bertemu saat wanita itu mengatakan sedang di Jakarta.

"Ehh, iya mampir kesini bentar, mau beliin barang buat tunangan gue..." ekspresi yang awalnya ceria, mendadak berubah, Brad menyadari hal itu.

"Udah tunangan yah? Kata Abe lo masih single." Brad mengusap tengkuknya, sungguh tidak nyaman berdiri dan mengobrol ditengah toko seperti ini. Tapi kalau Brad meminta mengobrol ditempat lain, bisa-bisa Sherli menganggapnya benar-benar memiliki waktu luang.

"Kalau lo tanya Abe'nya baru-baru ini, berarti dia bohong, kalau lo tanya udah lama. Gue emang baru tunangan," ujar Brad sedikit menjelaskan.

Sherli hanya ber'oh ria dan Brad segera memutar otak agar bisa lari dari kecanggungan ini.

"Gue duluan ya, cewek gue udah nunggu."

Ranjang yang tiba-tiba melesak menyadarkan Brad dari lamunannya, Nessie sudah duduk ditengah ranjang dengan baju tidur bergambar beruang kesayangannya. Berkali-kali Brad mengatakan kalau baju tidur itu sudah jelek dan lusuhpun Nessie masih tetap menggunakannya.

"Kamu melamun ya?" tebak Nessie tepat sasaran. "Ayo, katanya mau bahas nikahan," imbuhnya mengabaikan Brad yang sepertinya cukup kesulitan memilih kata-kata.

Kenapa sih pria itu? Biasanya juga Brad santai, tidak pernah sekaku ini. Sejak siang tadi, Brad tampak sesekali bergerak gelisan kalau Nessie sudah memandanginya dengan intens. Jelas sekali merasa tidak nyaman.

Brad menghela nafas, ia menyerah. Batinnya berteriak memintanya untuk jujur. Lagipula ia tidak mau kebohongan diawal membuat duri dalam daging, dan akan menyakiti mereka berdua dikemudian hari.

"Sore tadi aku ketemu sama Sherli," ungkap Brad hati-hati.

Otaknya sedang memilah-milah kata yang tepat agar tidak terjadi kesalah pahaman diantara mereka berdua.

"Ya?" Nessie tampak mengingat-ingat, siapa Sherli?

Oh... Mantan pacar Brad saat pria itu masih SMP, yang katanya cinta pertama Brad. Nessie ingat, Brad pernah menceritakan tentang Sherli duluuuu sekali, saat ia tidak sengaja memergoki Brad sedang stalking akun Facebook Sherli.

Lama sekali ia tidak mendengar namanya, dan kini kenapa Brad mengatakan bertemu dengannya setelah belasan tahun?

"Sherli mantan kamu? Sering ketemu?" tanya Nessie seraya mengambil bantal untuk didekap, rasanya aneh duduk tanpa memeluk apapun.

Brad menggeleng cepat, "Baru ketemu kali ini, dia kebetulan ke Jakarta. Sempet ngajak ketemuan, tapi aku kasih alesan, tapi malah ketemu di mall sore tadi, waktu aku mau beliin kamu sesuatu."

Nessie mengangguk pelan, "Suka komunikasi?" tanya Nessie.

Brad kembali menggeleng. Akun Facebooknga sudah ia nonaktifkan sejak lama, dan Brad juga tidak menyimpan nomor orang-orang dari masa lalunya.

"Ya udah..."

"Ya udah? Gitu doang? Kamu nggak marah?" agak sedikit merasa bodoh saat ia menyadari telah melontarkan kalimat yang salah. Harusnya Brad bersyukur Nessie tidak marah padanya.

"Kamu mau aku marah?" Nessie menarik selimut dan merebahkan kepalanya diatas bantal, ia sudah cukup lelah 3 hari belakangan ini, bahkan kemarin ia baru tidur pukul 4 dini hari lalu terbangun pukul 8 dan kembali bekerja sampai satu jam yang lalu.

"Enggak dong, maksudku aku kan ketemu cewek tanpa sepengetahuan kamu."

"Kamu nggak sengaja ketemu dia, beda lagi kalau kaliam sengaja ketemuan dibelakang aku. Lagian kita udah dewasa, udah mau nikah, ngapain sih mikirin hal yang nggak jelas, atau... Kamu masih cinta sama dia?"

Tuduhan Nessie membuat Brad membelalak. Pertanyaan itu agak sedikit menyentilnya.

"Enggak dong sayang, dia cuma masa lalu aku, aku udah lupain dia dari lama." Nessie tersenyum lebar dan meletakkan lengannya menjadi bantalan.

Brad masih duduk dihadapannya yang sudah berbaring, Nessie meraih tangan Brad dan mengusap punggung tangan itu dengan ibu jarinya.

"Aku percaya sama kamu, tapi... Kalau sebelum nikah kamu malah kepincut sama cewek lain, kamu ngomong ya, jangan diam-diam dan menyiksa dirimu sendiri."

Kalimat Nessie membuat Brad tercekat. Mereka saling bertatapan dalam diam sampai Brad menunduk, mencium Nessie sangat sangat lembut, seolah sedang menyalurkan semua cinta yang ia punya.

Cukup lama ciuman itu berlangsung sampai keduanya sadar kalau mereka membutuhkan oksigen yang kian menipis.

"Aku cinta sama kamu saat kita sama-sama masih bocah, perempuan datang silih berganti, aku bisa memilih satu untuk dijadikan teman hidupku, tapi Tuhan tetap memilihkan kamu Ness."

Kening keduanya tertaut, mata Nessie terasa panas dan ia terharu. Benar apa yang Brad katakan. Nggak seharusnya Nessie menakutkan hal-hal yang nggak akan pernah terjadi.

"Aku cinta kamu, dulu, sekarang, bahkan nanti."

----

Double up!!!
Semoga kalian suka part ini.

Love, Bella PU

It's YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang