Ting..!
Namjoon membuka sebuah pesan dari nomor yang tak dikenal. Ia mengerutkan keningnya, siapa ini? Setelah membuka pesan tersebut, Kim Namjoon yang awalnya tengah belajarㅡlangsung bergegas keluar dari kamarnya. Seokjin yang melihat suaminya terburu-buru, segera mendekatinya.
"Mau kemana?" Tanyanya.
"Ini gawat chagi. Aku harus pergi sekarang." Ujarnya.
Seokjin mengerutkan keningnya, "Iya. Tapi mau kemana?"
"Hoseok. Penculik sialan itu mengirimiku pesan. Aku harus mencari keberadaannya." Ucap Namjoon. Sang istri ikut terkejut, kekasih adiknya yang sudah hampir 3 hari ini hilang keberadaannya. Dia diculik!?
"Aku ikut."
"Tidak sayang. Kau di rumah saja. Jangan bilang kepada Yoongi. Jangan sampai dia tahu ini dulu."
"Tapiㅡ"
"Aku yang akan mencarinya. Aku juga bertanggung jawab atas dirinya. Kau disini saja, kalau tidak tenangkan Yoongi tapi jangan bilang soal ini. Aku pergi dulu." Ucap Namjoon. Dia segera meninggalkan istrinya yang hanya bisa terdiam.
Apa yang harus dilakukan Seokjin? Yoongi saja tak mau keluar dari apartemennya. Tapi jika dia diam saja, kasihan Yoongi. Dia harus memaksa adiknya untuk keluar.
Seokjin keluar dari apartemennya dan menuju ke apartemen milik sang adik. Baru saja akan membunyikan bel, pintu sudah terbuka dan Yoongi berdiri disana. Ia menatap kakaknya yang baru saja datang.
"Mau kemana?" Tanya Seokjin.
Yoongi menggelengkan kepalanya, "Aku mau mencari Hoseok." Ujarnya. Dia mengenakan maskernya dan meninggalkan kakaknya yang hanya bisa terdiam kembali.
"Chagiya.. sebenarnya kau dimana!?" Batin Yoongi. Dia sudah meminta polisi mencari keberadaan kekasihnya. Tapi sampai sekarang belum ada kabar yang ia dapat.
Min Yoongi sebisa mungkin tak memberitahu orang tuanya, karena jika ia memberitahuㅡmereka akan memarahinya. Dia tau jika dia juga salah karena tak menjaga calon istrinya dengan baik. Tapi Yoongi sudah berusaha mencarinya! Harus kemana lagi ia mencari Hoseok?
Pemuda Min itu menuju rumah kekasihnya yang masih kosong. Ia merindukan Hoseok, sangat. Bagaimana cara menemukannya? Kemana dia terakhir kali pergi? Di rumahnya tak ada cctv atau sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk kemana ia pergi.
Si Min menuju kamar Hoseok yang sedikit berdebu, walaupun hanya tiga hari, tapi tetap saja rumahnya tak dirawat seperti biasa. Ia mendekati meja Hoseok dan membuka buku-buku Hoseok. Sepertinya sebelum ia menghilang, dia sempat mengerjakan tugasnya.
Tak terasa air mata Yoongi menetes, ia tak pernah membayangkan jika Hoseok tiba-tiba menghilang seperti ini. Ia tak tau apakah kekasihnya sudah makan atau belum.
***
K
im Namjoon menuju tempat orang yang menculik sahabatnya. Ia sudah masuk ke dalam gudang tersebut, tapi tak menemukan satupun orang disana. Yang ada hanya beberapa bercak darah yang sepertinya belum lama dan juga gelang. Ia yakin jika itu milik sahabatnya.
Namjoon mengambil gelang tersebut, emosinya memuncak. Sebenarnya siapa yang berani-beraninya menculik adiknya!?
"Siapapun kau, cepat keluar!! Lepaskan adikku!!!" Teriak Namjoon. Namun tetap saja, gudang itu sudah kosong. Orang ini sepertinya sengaja mengirimkan alamat yang sudah tak ia tempat.
Dengan menahan kesal, Namjoon kembali keluar dari gudang itu. Ia menelfon ayahnya untuk meminta tolong. Dia sudah tak tau lagi bagaimana menemukan adiknya.
Ia menceritakan kejadian ini kepada sang ayah sembari masuk ke mobil. Setelah ini dirinya akan ke kantor polisi lagi untuk bertanya bagaimana perkembangan laporannya. Ia juga meminta agar polisi menyelidiki gudang tadi. Ia sudah tak mau menunggu. Hoseok, Namjoon takut dia dilecehkan seperti dulu. Ia tak bisa membayangkan bagaimana perasaan sang sahabat jika sampai itu terjadi. Tidak, itu sangat buruk. Mental Hoseok akan terganggu lagi.
Disisi lain, pemuda yang tengah dikhawatirkan semua orang tengah meringkuk lemas dilantai. Ia sudah dipindahkan ke apartemen orang yang menculiknya. Tapi sama saja, Hoseok hanya diperlakukan tak manusiawi. Bahkan sejak kemarin ia tak makan. Orang itu juga sudah menjamahnya berulang kali.
Jung Hoseok tak bisa membayangkan jika kekasihnya tau. Ia yakin Yoongi akan meninggalkannya. Dia pasti terlihat menjijikkan.
"Hiks.. hikss.." isakan tangis Hoseok kembali terdengar. Ia takut. Orang itu benar-benar jahat.
"Diamlah! Kau ini berisik sekali!!" Bentak sang penculik. Ia tak tahan mendengar Hoseok sedari semalam menangis.
Pemuda itu mengambil sebuah lakban di lacinya dan mendekati Hoseok. Ia membungkam mulut itu sebelum dirinya kembali berteriak.
"Ini lebih baik." Ujarnya.
"Ya Tuhan.. tolong.. tolong aku. Aku harus bagaimana? Aku.. aku takut hikss.. Mama, tolong aku.. aku tak takut ma hikss.. mama..." Batin Hoseok.
Si Jung menahan isakannya. Bagaimana dengan yang lain? Apa mereka tak mencarinya? Kenapa mereka lama sekali? Dia sudah ketakutan disana. Yoongi, dia merindukan kekasihnya. Bagaimana keadaan calon suaminya? Walaupun ia takut untuk bertemu Yoongi lagi karena merasa ia tak bisa menjaga harga dirinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
K
ihyun dan Jackson mendatangi apartemen Yoongi karena ponselnya tak bisa dihubungi. Keduanya juga sudah membuat laporan dan meminta orang-orang di dekatnya untuk membantu mencari Hoseok.
"Yoongi, kau di rumah?" Ujar Kihyun. Ia memencet tombol di pintu berulang kali, tapi tak ada tanda-tanda kehidupan. Apakah Yoongi sedang keluar?
"Chagiya, Yoongi tak ada sepertinya." Ujar Kihyun kepada Jackson.
Jackson mengangguk, "Mau ke tempat Jin hyung saja?"
Kihyun ikut mengangguk, mereka beralih kepada apartemen Seokjin di depannya. Baru akan mengetuk pintu, Seokjin sudah keluar dari sana dan sedikit terkejut melihat kedua temannya berdiri disana.
"Eh? Ada apa?"
"Kami ingin ke rumah Yoongi. Tapi sepertinya ia tak di rumah."
Seokjin mengangguk, "Iya. Dia keluar siang tadi dan belum kembali. Namjoon juga sama halnya. Aku khawatir dengan mereka."
"Hoseok masih belum ada kabar?"
Seokjin kembali mengangguk, "Sampai sekarang belum ada. Tapi Namjoon tadi bilang jika ia mendapat pesan dari orang yang menculik Hoseok. Aku tak tau apa isinya, tapi dia terburu-buru sekali tadi."
"Apa?! Pesan dari penculiknya? Yoongi sudah tau?"
Kim Seokjin menggelengkan kepalanya. Dia saja tak tau, apalagi sang adik.
"Tidak. Dia tidak tau. Namjoon tak membolehkanku mengatakan hal itu kepadanya."
Kedua teman Seokjin hanya bisa terdiam. Bagaimana selanjutnya? Apa yang harus dilakukan mereka?
Tbc...
KAMU SEDANG MEMBACA
VERGIB MIR [End]
FanfictionWarning! This story contain BDSM, R4PE, 21+, TRAUMA. Be smart. Bagaimana caramu mendapatkan cinta? Boy x Boy
![VERGIB MIR [End]](https://img.wattpad.com/cover/229486984-64-k438459.jpg)