Trust me, he's crazy!
•••
Air mata Wendy turun begitu saja saat melihat punggung sang ibu yang tengah membelakanginya. Wanita berkepala empat itu kelihatannya sedang mengunci pintu, dia lalu berbalik, wajahnya tampak murung dan penampilan ibunya jauh dari kata baik.
"Ibu ..."
Wanita itu mengangkat wajahnya, dompet tipis yang ia pegang erat kini jatuh di atas tanah. Tubuhnya terpaku. Seakan tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Anak semata wayangnya, Son Wendy, kini ada di hadapannya tanpa cacat sedikitpun.
"Wen-Wendy!?" Ibu Son langsung berlari merengkuh tubuh ringkih Wendy. Memeluknya erat dan mengecup kening gadis itu berkali-kali.
•••
"Jadi, begitu ceritanya, Ibu." Wendy menjelaskan kepada ibunya, bagaimana detail kejadian yang ia alami selama ia diculik. Dia bercerita bagaimana para penjahat itu menculiknya, membuang semua barang-barangnya dan membawa ia keluar kota.
Ibunya mendengarkan dengan seksama bagaimana anaknya menceritakan kisahnya. Ditemani oleh 2 cangkir teh dan setoples kue kering bersama mereka.
"Syukurlah, anak ibu memang pintar." ujar Ibu Son dengan penuh kebanggaan dengan anak semata wayangnya yang dengan cerdik berhasil lepas dari jeratan orang-orang tidak berperikemanusiaan itu.
Wendy tersenyum lebar. Namun, hatinya meringis ketika lidahnya menguntai kebohongan demi kebohongan dengan sangat lancar.
'Maafkan aku, Ibu. Anakmu ini telah berbohong padamu.'
"Ibu senang karena Ibu juga memiliki calon menantu yang baik." Ibu Son terkekeh pelan, "Kamu tahu, Nak? Selama kamu menghilang, Chanyeol selalu mengunjungi ibu dan memberikan semangat untuk ibu. Dia juga sampai capek-capek menempelkan poster pencarianmu di seluruh sudut kota. Dia pria yang baik ya?"
Gadis itu tidak percaya dengan apa yang dia katakan. Wow, pria itu benar-benar menjalankan lakonnya dengan baik. Dia sangat apik. Pasti tidak ada yang menyangka jika Chanyeol—atau yang lain, entah itu Chandra atau Charis—adalah dalang di balik semua ini.
Entah, Wendy harus bersyukur atau merasa sial memiliki kekasih yang memiliki otak secerdik iblis.
"Iya, Ibu. Dia memang pria yang baik."
Itu tidak sepenuhnya salah. Karena jauh di dalam hatinya, Wendy tahu, dia adalah pria yang baik.
•••
Wendy tengah bersantai di dalam kamarnya, membuka aplikasi browser di laptopnya dan mengunjungi salah satu media sosial. Ah, sudah beberapa hari ini dia hidup tanpa sentuhan dari internet. Apa kabar dunia luar? Pasti banyak berita yang ia lewatkan selama ini.
Baru saja dia membuka aplikasi Facebook dan mengirim pesan singkat kepada Kang Seulgi—sahabatnya—beberapa detik kemudian, Seulgi langsung membalas sapaan Wendy dengan spam pertanyaan dan berbagai jenis stiker.
Wendy Son
Hai, Seulgi.
Seulgi Kang
Wendy? Itu kau?
Wendy Son
Kau pikir aku ini hantu? Iya, ini aku -_-
Seulgi Kang
OH, TUHAAAAAAAN!
Seulgi Kang
AKU MERINDUKANMU, BODOH! KEMANA SAJA KAU!? AKU DENGAR KAU DICULIK! :'(((((
Wendy tertawa membaca balasan Seulgi. Tidak biasanya temannya ini bersikap sangat emosional.
Wendy Son
Sama. Aku juga merindukanmu dan juga sekolah :))
Wendy Son
Eh, bagaimana kabar sekolah? Apa ada berita yang aku lewatkan selama aku diculik?
Seulgi Kang
DICULIK? :(( Jadi, itu benar ya? Huhuhu :((( tapi, syukurlah kau sudah bisa pulang dengan selamat! Semoga saja penjahat itu kena batunya!
Seulgi Kang
Tidak banyak sih. Sekolah juga diliburkan karena sedang ada wabah virus. Selain kau, aku juga mendengar kabar kalau Mark dirawat di rumah sakit.
Wendy bisa bernafas lega. Ah, ternyata Chanyeol benar-benar menempati janjinya.
Wendy Son
Mark di rumah sakit? Loh, dia kenapa? Apa yang terjadi dengannya?
Seulgi Kang
Ah, aku tidak tahu detailnya. Tapi, dari yang aku dengar-dengar sih. Sampai sekarang belum sadar. Katanya sih, dia habis kena keroyok. Yah, you know? Diakan preman sekolah (ー̀дー́)
Wendy Son
Begitu ya? Hmmm, semoga saja dia cepat baikan. Aku ingin sekali mengunjunginya~
Wendy Son
╥﹏╥
Seulgi Kang
Ya, aku juga. Tapi, doakan saja dia cepat pulih. Jangan banyak keluar. Lagi bahaya. Kau juga butuh banyak istirahat, okay? :(((
Wendy Son
Okay! By the way, minta nomor ponselmu donk! Huhuhu~ Handphone ku sudah hilang nih~
Wendy Son
╥﹏╥
Seulgi Kang
067xxxxxx
Seulgi Kang
Jangan lupa hubungi aku nanti ya!
Seulgi Kang
┐(゚д゚┐)
Wendy Son
Okay, bos! (ノ*゚ー゚)ノ
•••
Beberapa hari kemudian
Jendela rumah sakit terbuka lebar. Seorang remaja berpakaian baju khas pasien rumah sakit tampak dengan tenang memandangi pepohonan hijau yang tumbuh menjulang di halaman rumah sakit. Ruangannya mungkin ada di lantai atas. Jadi, dia juga bisa melihat orang-orang yang berlalu lalang dari kamarnya saat ini.
"Kau sudah sadar, Mark?" dia menoleh, menatap datar seorang wanita berumur dan pria di sampingnya secara bergantian.
"Ibu? Ayah?"
Wanita itu menghambur ke arah Mark. Memeluk tubuh tegap anaknya yang diperban sana-sini dengan penuh kehati-hatian. Wanita itu lalu melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang mengalir dari pelupuk matanya.
"Apa yang terjadi padamu, Mark? Bagaimana bisa kau babak belur seperti ini?" ayahnya memang selalu memasang ekspresi datar, seolah tidak peduli. Tapi, pria tua itu juga tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Mau separah dan seburuk apapun hubungannya dengan Mark. Mark tetaplah anaknya, darah dagingnya sendiri.
Mark menoleh sekilas ke arah ayahnya. Diam sejenak lalu berucap dengan nada yang tidak kalah datar, "Aku juga tidak tahu kenapa, Ayah."
Sedikit yang mereka tahu, benturan keras yang mendera leher dan kepalanya telah membuat sebagian besar kinerja otak Mark sedikit terganggu, terutama di bagian memorinya.
.
.
.
.
.
To Be Continues
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Faces ✔
FanfictionWENYEOL VERSION | Mungkin sekilas, dia tampak seperti kebanyakan orang pada umumnya. Tapi, percayalah. Dia tak seperti yang kalian kira. COMPLETED | Started at, 16-06-2020
