"Kenapa kau dari tadi mengejarku Aditya?" tanya Ragini kesal.
"Kau duluan yang pergi dari sana dulu, jadi aku takut kau kenapa- kenapa jadi aku ngikutin kamu," kata Aditya.
"Cepat kau masuk ke dalam, ini kan hari pertunanganmu dengan Swara," suruh Ragini.
"Tapi sebelum itu apakah aku boleh tau namamu?" tanya Aditya.
"Namaku Ragini Verma. Aku sudah jawab sekarang masuklah," kata Ragini.
"Nama yang sangat cantik seperti orang nya. Jika kau perlu bantuan kau tinggal telepon aku atau kau langsung datang ke kantor ku," kata Aditya memberikan kartu namanya.
"Baiklah," kata Ragini mengambil kartu nama Aditya.
"Sekarang kita masuk ke dalam bersama sebelum mereka sadar kalau kita tak ada di dalam," kata Aditya langsung menarik tangan Ragini dan mereka masuk ke dalam.
Mereka masuk ke dalam dan di saat itu juga musik berhenti. Semua orang berhenti berdansa. Ragini dan Aditya berdiri ditempat semula saat mereka berdansa membuat tak ada yang mencurigai mereka. Semua orang lalu bertepuk tangan. Tak lama setelah itu para tamu pulang. Kini tersisa keluarga Swara, keluarga Aditya, Swara, Sanskar, Aditya, Ragini, Zain dan Laks. Sanskar dan Swara saling menatap satu sama lain.
"Kami permisi dulu Tuan Shekar," kata Ayahnya Aditya.
Keluarga Aditya dan Aditya lalu pergi dari rumah Swara. Shekar melihat Swara dan Sanskar saling menatap.
PLAKK
Shekar menampar Sanskar karena dia berani-beraninya menatap Swara yang sudah mempunyai tunangan.
"Sanskar kau pergilah dari sini dan jangan ganggu putriku lagi," bentak Shekar.
"Sanskar lebih baik kita pergi dari sini," ajak Laks.
"Baiklah Paman aku tak akan mengganggu Swara lagi. Ini adalah pertemuan terakhirku dengan Swara. Aku berjanji pada Paman aku tak akan bertemu Swara lagi tanpa seizin Paman," kata Sanskar menyembunyikan kesedihannya lalu tersenyum.
"Aku pegang janjimu Sanskar. Sekarang pergilah dari sini," tegas Shekar.
Sanskar lalu pergi dari rumah Swara bersama dengan Laks.
"Ayah aku akan bahagia hanya dengan Sanskar. Tapi aku akan tetap menaati perintah Ayah dengan menerima perjodohanku dengan Aditya. Itu semua karena Sanskar yang menyuruhku untuk memilih Ayah dan bukan dirinya. Karena dia tak ingin aku membantah perintah Ayah. Walaupun itu sangat berat baginya," kata Swara menangis.
Swara lalu pergi ke kamarnya dan menangis di sana.
"Paman apa yang kau lakukan ini hanya membuat Swara bersedih," kata Zain.
"Ini bukan urusanmu Zain kau pergilah. Dia itu putriku dan aku yang berhak memutuskan apapun tentang nya," kata Shekar.
"Ragini ayo kita pergi dari sini," kata Zain.
"Kakak pergi dulu aku akan berbicara dengan Paman Shekar dan Bibi Sharmishta dulu," kata Ragini.
"Baiklah. Aku akan menunggumu diluar," kata Zain lalu pergi.
"Paman kau harus menyadari dan memahami perasaan Swara karena dia hanya mencintai Sanskar. Tak ada seorang pun yang bisa menggantikan Sanskar di dalam hidupnya," kata Ragini.
"Jika kau hanya ingin membicarakan itu lebih baik kau pergi saja karena aku tak mau mendengar itu lagi," kata Shekar.
"Baiklah. Aku sekarang akan menanyakan tentang Aditya," kata Ragini.
"Sekarang katakan apa yang ingin kau tanyakan tentang Aditya," kata Shekar.
"Paman jika Aditya mencintai orang lain atau dia sudah mempunyai kekasih apa Paman akan tetap melanjutkan perjodohan ini?" tanya Ragini.
"Aku tidak peduli tentang itu dan yang terpenting Aditya mensetujui perjodohan" kata Shekar.
"Baiklah. Tapi jika Aditya berubah pikiran apa Paman juga akan berubah pikiran," kata Ragini.
"Jika dia berubah pikiran dan menolak perjodohan ini. Aku berjanji padamu kalau aku akan merestui hubungan Swara dan Sanskar. Tapi Aditya tak mungkin berubah pikiran. Aku memberikan waktu 2 hari padamu Ragini. Karena dua hari lagi kami akan menentukan pernikahan Swara dan Aditya," kata Shekar.
"Baiklah Paman. Tapi ini hanya akan menjadi rahasia kita bertiga dan tak ada yang boleh tau soal ini termasuk Swara dan Sanskar," kata Ragini.
"Baik aku setuju padamu kalau ini hanya akan menjadi rahasia kita bertiga," kata Shekar.
"Ragini semoga kamu bisa meyakinkan Aditya untuk menolak perjodohan ini. Karena Bibi sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi," kata Sharmishta.
"Aku akan berusaha semampuku Bibi. Tapi Bibi harus janji kalau ini hanya akan menjadi rahasia kita bertiga," kata Ragini.
"Bibi berjanji padamu Ragini," kata Sharmishta.
Ragini lalu pergi keluar rumah. Ragini lalu menghampiri Zain yang sedang menunggunya.
"Ragini kenapa kau lama sekali. Aku sudah lelah berdiri menunggumu. Lalu ceritakan pada Kakak apa yang kau bicarakan pada Ayah dan Ibunya Swara," kata Zain.
"Ini hanya rahasiaku dengan mereka dan tak ada yang boleh tau selain kami termasuk Kakak," tegas Ragini.
"Oke. Lagi pula pasti apa yang kau bicarakan pada mereka akan aku ketahui dengan berjalannya waktu," kata Zain.
"Sudahlah Kak. Ayo kita pulang sekarang," kata Ragini.
Zain dan Ragini lalu pulang. Swara menangis di kamarnya sambil melihat foto Sanskar.
"Entah sampai kapan aku harus bersedih seperti ini. Aku hanya ingin menikah denganmu Sanskar. Jika benar-benar rencana pernikahanku dengan Aditya sudah di tetapkan. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan Sanskar," kata Swara sedih.
Disisi lain terlihat Sanskar yang mengunci pintu kamarnya. Dia mengambil foto Swara kemudian dia duduk di ranjang. Sanskar menangis sambil menatap foto Swara.
"Semoga kau bisa bahagia dengan Aditya setelah kalian menikah. Aku akan bahagia jika kau bahagia. Aku akan menderita jika kau juga menderita. Aku tak akan menikah dengan siapapun karena aku hanya akan menikah denganmu. Jika kau memang jodohku kau pasti akan kembali padaku lagi," kata Sanskar sedih.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEORANG SAHABAT [TAMAT]
FanfictionSanskar Maheswari mencintai sahabat nya sendiri dia adalah Swara Gadodia. Tapi Swara hanya menganggap Sanskar sebagai sahabat. Sanskar juga tau itu dan dia memendam rasa cintanya pada Swara. Akankah Sanskar mengungkapkan rasa cintanya? Atau Swara m...
![CINTA SEORANG SAHABAT [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/231826769-64-k854359.jpg)