1 minggu kemudian, Zain dan Laks terus mencari tau dimana Ragini sekarang bersama dengan polisi. Sedangkan Swara dan Sanskar belum tau kalau Ragini hilang karena Zain tak memberitahu mereka. Ragini dan Aditya masih disekap di tempat yang sama.
"Seperti nya Kavita telah membohongi kita Aditya. Mana mungkin dia mau menceritakan rencananya pada kita. Kita harus mencari cara bagaimana kita kabur dari sini. Aku rasa dia akan mengancam Swara dengan menggunakan kita," kata Ragini.
"Kau benar Ragini. Kita harus segera kabur dari sini," kata Aditya.
Beberapa Preman memberikan makanan pada Ragini dan Aditya. Seperti biasanya para Preman melepaskan ikatan Ragini dan Aditya. Ragini dan Aditya makan. Tapi Aditya sudah mempunyai rencana untuk bisa keluar dari sana.
"Kalian berdua jaga dia, jangan sampai mereka kabur," tegas salah satu Preman lalu pergi dari sana.
Swara sedang bersiap di kamarnya dibantu oleh Kavita. Swara terlihat bahagia karena ini adalah hari pernikahannya dengan Sanskar.
"Swara apa kau tau jika Ragini hilang selama seminggu ini?" tanya Kavita.
"Apa? Ragini hilang," kata Swara kaget dan menoleh ke arah Kavita.
"Apakah belum ada kabar tentang Ragini sampai sekarang?" tanya Swara.
"Belum ada Swara. Kau tenang saja Swara, pasti Ragini akan segera di temukan. Tapi saat mereka menemukan Ragini, pasti dia sudah tak bernyawa lagi," kata Kavita.
"Apa maksudmu Kavita? Seharusnya kita berdoa semoga tidak terjadi sesuatu padanya," kata Swara kesal.
"Baiklah jika kau ingin tau apa maksudku," kata Kavita.
Kavya lalu menunjukkan sebuah video tentang Ragini dan Aditya yang dia sekap. Swara terkejut ketika melihat video itu.
"Bagaimana kau bisa mendapatkan video ini Kavya? Kenapa kau tidak memberitahu polisi untuk membebaskan mereka berdua?" tanya Swara.
"Swara sebenarnya dalang dibalik ini semua adalah aku," kata Kavita.
Swara terlihat sangat marah mendengar itu. Swara berdiri lalu dia akan menampar Kavita, tapi Kavita langsung menahan tangan Swara lalu menghempaskannya.
"Jika kau berani macam-macam padaku. Aku akan menelpon anak buahku dan menyuruh mereka untuk melenyapkan Ragini dan Aditya. Apa kau ingin aku melakukan itu," kata Kavita lalu tersenyum sinis.
"Baiklah Kavita, aku tak akan macam-macam padamu. Tapi tolong jangan sakiti mereka berdua," kata Swara.
"Oke. Tapi ada syaratnya Swara," kata Kavita.
"Aku akan memenuhi syarat yang kau berikan. Tapi tolong setelah itu bebaskan mereka," kata Swara.
"Baiklah aku akan membebaskan mereka berdua. Tapi syarat yang harus kau penuhi adalah aku yang akan menikah dengan Sanskar bukan kau Swara," kata Kavita.
"Aku tidak bisa memenuhi syarat yang kau ajukan itu Kavita. Kau berikan saja syarat yang lain padaku," tolak Swara.
"Hanya itu syarat satu-satunya. Tapi jika kau tak bisa memenuhinya. Aku akan langsung menyuruh anak buahku untuk melenyapkan mereka," ancam Kavita lalu akan menelpon anak buahnya, tapi Swara menghentikkannya dengan mengambil ponsel Kavita.
"Baiklah Kavita. Aku setuju dengan syaratmu," kata Swara terpaksa.
"Itu kabar yang bagus. Sekarang kau membantuku bersiap dan kau juga harus memberikanku baju pernikahan, perhiasan dan juga cincin yang kau pakai itu," kata Kavita dan Swara menuruti semua apa yang dikatakan Kavita demi menyelamatkan Ragini dan Aditya.
"Kenapa kau lakukan ini padaku Kavita? Aku sudah menganggapmu sebagai sahabatku. Tapi kau malah melakukan semua ini padaku," kata Swara.
"Aku melakukan ini semua karena aku mencintai Sanskar dan aku tak akan membiarkanmu untuk mendapatkannya. Kau pikir aku menggapmu sebagai sahabat, tidak Swara. Dan satu hal lagi yang harus kau ketahui. Sebenarnya bukan aku yang membuat kau dan Sanskar bisa bersatu, tapi Ragini yang melakukan itu. Tapi karena dirinya aku bisa mendapatkan kepercayaan mu dan Sanskar. Jadi aku ada diposisi ini sekarang karena dia," kata Kavita.
Swara merasa menyesal telah mempercayai Kavita. Tapi dia sekarang tak bisa berbuat apa-apa. Swara merasa bersalah karena dirinya, Ragini dan Aditya menjadi korbannya. Disisi lain, Ragini dan Aditya sudah selesai makan.
"Tolong ambilkan aku minum," kata Aditya.
"Baiklah aku akan mengambilkannya," kata salah satu Preman lalu pergi mengambilkan air.
Kini tersisa satu Preman yang menjaga mereka. Aditya langsung menghanjarnya dan Preman itu kalah. Aditya menarik tangan Ragini dan mereka bersembunyi. Semua Preman pergi ke ruangan dimana Ragini dan Aditya disekap karena mendengar ada yang sedang bertarung. Mereka terkejut ketika melihat Preman yang menjaga Ragini dan Aditya yang sudah tak sadarkan diri. Aditya dan Ragini lalu pergi keluar setelah melihat semua Preman berkumpul disana. Tapi salah satu Preman melihat Ragini dan Aditya. Lalu mereka semua mengejar Ragini dan Aditya. Aditya dan Ragini terus berlari, kini mereka sudah ada di jalan. Tiba-tiba sebuah mobil hampir menabrak mereka, tapi untung saja pengemudi itu mengerem tepat waktu. Pengemudi mobil itu melihat kalau Ragini dan Aditya sedang di kejar para Preman. Pengemudi itu lalu menyuruh Ragini dan Aditya masuk ke dalam mobil. Ragini dan Aditya masuk ke dalam mobil pengemudi itu karena tidak ada pilihan lain. Pengemudi mobil itu lalu melajukkan mobilnya. Para Preman melihat Ragini dan Aditya masuk ke dalam mobil. Para Preman lalu pergi ke tempat dimana persembunyian mereka karena mobil mereka ada disana. Setelah itu mereka mengejar Ragini dan Aditya. Pengemudi itu melihat ada dua mobil yang mengejar mereka. Pengemudi itu lalu menambah kecepatan mobil menjadi diatas rata-rata. Akhirnya para Preman kehilangan jejak mobil itu. Ragini dan Aditya merasa lega karena mereka bisa berhasil kabur dari mereka.
"Terima Tuan karena telah membantu kami," kata Ragini.
"Iya Tuan. Jika tidak ada Tuan, pasti kami akan tertangkap lagi," kata Aditya.
"Iya sama-sama. Kalian mau kemana biar aku mengantar kalian," kata pengemudi itu.
Ragini lalu memberitahu kan alamat Swara padanya. Mereka lalu menuju ke rumah Swara. Sebenarnya pengemudi itu juga memiliki tujuan yang sama karena dia juga ingin ke rumah Swara.
Sanskar dan keluarganya sudah ada di rumah Swara. Pendeta meminta Sanskar untuk duduk dimandab. Kemudian Pendeta menyuruh untuk memanggil mempelai wanita. Sharmishta pergi ke kamar Swara untuk memanggilnya. Sharmishta sampai di depan kamar Swara, tapi saat dia akan membukanya. Ternyata pintu kamar Swara dikunci dari dalam.
"Swara buka pintunya," kata Sharmishta dengan mengetuk pintu.
Kavita menutup wajahnya, sedangkan Swara bersembunyi. Kavita lalu bergegas membukakan pintu. Tanpa pikir panjang Sharmishta langsung membawa Kavita turun ke bawah dimana pernikahan akan dilaksanakan dan dia tak curiga kalau itu bukan Swara. Swara keluar dari tempat dimana tadi dia sembunyi.
"Maafkan aku Sanskar, aku tidak bisa menikah denganmu. Pasti setelah ini kau akan kecewa padaku dan kau juga akan membenciku. Tapi aku melakukannya demi untuk menyelamatkan Ragini dan Aditya," kata Swara menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEORANG SAHABAT [TAMAT]
FanfictionSanskar Maheswari mencintai sahabat nya sendiri dia adalah Swara Gadodia. Tapi Swara hanya menganggap Sanskar sebagai sahabat. Sanskar juga tau itu dan dia memendam rasa cintanya pada Swara. Akankah Sanskar mengungkapkan rasa cintanya? Atau Swara m...
![CINTA SEORANG SAHABAT [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/231826769-64-k854359.jpg)