1 bulan kemudian, terlihat Ragini yang sudah bangun dan dia melihat Sanskar yang masih tertidur. Ragini meneteskan air mata karena ini adalah hari terakhirnya di rumah keluarga Sanskar dan juga hari terakhir dia menjadi istri Sanskar. Ragini sudah memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper.
"Aku akan melupakan dirimu dan aku akan membuka hatiku untuk orang lain. Semoga kau bisa selalu bahagia dengan Swara," kata Ragini lalu menghapus air matanya.
Sanskar terbangun dan melihat Ragini yang sedang menatapnya. Sanskar lalu menghampiri Ragini.
"Bagaimana keputusanmu Sanskar, tapi aku yakin kau tidak bisa mencintaiku kan?" tanya Ragini.
"Kau memang benar Ragini. Aku sama sekali tak bisa melupakan Swara dan aku tak bisa mencintaimu," kata Sanskar.
"Berarti kita akan ke pengadilan pagi ini juga dan tidak ada yang boleh tau soal ini. Kita akan memberitahu keluarga mu setelah kita pulang dari pengadilan," kata Ragini.
"Aku terserah kau saja Ragini. Tapi aku sangat beruntung bisa memiliki sahabat seperti mu," kata Sanskar lalu memeluk Ragini.
"Aku juga beruntung bisa memiliki sahabat seperti mu," kata Ragini.
"Aku sudah tak sabar untuk menemui Swara karena satu bulan ini kita tak pernah bertemu Swara. Aku harap kau tak marah padaku," batin Sanskar.
"Ini adalah pelukan terakhirku denganmu Sanskar. Aku sebenarnya berat untuk mengakhiri pernikahan kita. Tapi aku tak mungkin bisa memaksakan perasaan mu padaku," batin Ragini sedih.
Sanskar lalu melepaskan pelukan dan kemudian dia pergi ke kamar mandi. Sedangkan Ragini pergi ke dapur untuk memasak.
Ragini sudah selesai memasak lalu dibantu para pelayan untuk menaruh makanan di ruang makan. Semua makanan sudah di taruh di ruang makan. Lalu Ragini menyuruh pelayan untuk memanggil semua orang. Semua orang datang dan duduk.
"Seperti nya ada yang agak aneh dengan kalian berdua," kata Sujata yang merasakan sikap mereka yang berbeda dari biasanya.
"Enggak ada yang aneh Bu," kata Sanskar.
"Tidak Sanskar. Walaupun kalian berdua terlihat seperti biasa. Tapi ibu merasakan akan terjadi seseuatu pada hubungan kalian. Ibu juga merasakan kalau kau terlihat bahagia dan Ragini seperti sedih tapi dia menyembunyikan kesedihannya," kata Sujata curiga.
"Ibu aku enggak sedih kok dan aku bahagia. Mungkin itu hanya perasaan ibu saja," kata Ragini berbohong.
"Itu benar Bu. Udah deh ibu enggak usah memikirkan hal yang negatif tentang hubungan kita," kata Sanskar.
"Sudahlah daripada membahas itu lebih baik kita makan," kata Ram.
Mereka semua lalu makan. Mereka sudah selesai makan. Lalu Sanskar meminta izin untuk tidak bekerja hari ini dan Ram mengizinkannya. Ragini dan Sanskar lalu pergi ke pengadilan.
Disisi lain, Swara melihat foto Sanskar. Akhirnya waktu yang dia tunggu selesai juga. Swara bahagia karena dia dan Sanskar akan segera bersatu. Tiba-tiba seseorang datang dan dia adalah Zain. Dia lalu menghampiri Swara yang belum menyadari akan kehadirannya.
"Apa yang sedang kau lihat Swara?" tanya Zain.
"Foto Sanskar," kata Swara dan kemudian dia menyadari keberadaan Zain.
"Kau pasti sangat merindukannya ya. Sampai-sampai tadi aku mengetuk pintu kau sama sekali tak mendengar nya. Akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke kamar mu. Tapi kau masih saja tak menyadari keberadaanku," kata Zain.
"Maaf deh. Aku benar-benar sedang sangat merindukannya dan aku ingin segera bertemu dengan nya," kata Swara.
"Baiklah aku maafin kamu. Tapi aku ingin kita jalan-jalan hari ini walaupun sebentar," kata Zain.
"Zain bukankah kita sudah sering jalan-jalan, tapi aku mau kok. Karena mungkin aku bisa bertemu Sanskar di jalan,"kata Swara.
"Ayo kita pergi sekarang," kata Zain.
"Oke," kata Swara.
Swara dan Zain lalu pergi jalan-jalan. Sedangkan Sanskar dan Ragini sudah ada di kantor pengadilan. Mereka berdua lalu mengurus penceraian mereka disana. Ragini dan Sanskar menandatangi surat cerai. Akhirnya Ragini dan Sanskar selesai mengurus penceraian mereka lalu mereka pulang. Tapi saat menuju pulang, Sanskar ingin makan direstoran bersama dengan Ragini. Mereka sampai di restoran, tapi tak disangka Zain dan Swara juga ada disana. Ragini dan Sanskar lalu masuk ke dalam restoran. Mereka melihat Zain dan Swara dan kemudian menghampiri mereka.
"Swara," kata Sanskar membuat Swara langsung menoleh ke sumber suara itu.
"Sanskar," kata Swara lalu berlari dan memeluk Sanskar dengan erat dan Sanskar juga membalas pelukannya.
Sanskar dan Swara menghiraukan tatapan dari para pengunjung restoran. Sedangkan Ragini dan Zain hanya bisa diam dan menyaksikan itu semua.
"Aku sangat merindukanmu Sanskar," kata Swara menangis.
"Aku juga sangat merindukanmu Swara. Tapi apa kau tak marah padaku atas perlakuanku padamu akhir- akhir ini," kata Sanskar.
"Aku tidak marah padamu Sanskar karena pasti ada alasan dibalik itu semua," kata Swara.
"Terima kasih karena kau sangat pengertian padaku dan kita akan segera bersatu," kata Sanskar.
"Apa maksudmu Sanskar?" tanya Swara lalu melepaskan pelukan nya.
"Aku dan Ragini sudah bercerai. Jadi aku akan segera melamarmu dan menikahimu," kata Sanskar.
"Benarkah?" kata Swara yang tak percaya.
"Iya Swara. Aku dan Sanskar baru saja pulang dari pengadilan. Kami benar-benar sudah bercerai," kata Ragini.
Swara langsung memeluk Ragini dan berterima kasih atas apa yang dilakukannya hari ini. Karena dia sudah bercerai dengan Sanskar. Sanskar melihat ke arah Ragini lalu Ragini tersenyum agar Sanskar tidak merasa bersalah karena membuat dirinya sedih. Ragini lalu melepaskan pelukan nya.
"Tunggu apa lagi. Ayo kita pesan makanan lalu makan, aku ini sudah lapar," kata Zain.
Mereka lalu duduk dan kemudian memesan makanan. Tak beberapa lama kemudian, makanan mereka datang. Mereka lalu makan, tapi Swara dan Sanskar saling menyuapi satu sama lain.
"Kau pasti juga merasakan apa yang Kakak rasakan Ragini. Tapi mungkin apa yang kau rasakan lebih besar daripada Kakak. Aku tau kalau dibalik senyummu itu ada kesedihan yang mendalam," batin Zain sedih dan menatap Ragini.
"Ragini kau harus menerima ini semua dengan lapang dada. Kau harus bahagia demi kebahagiaan orang yang kau cinta. Mungkin Sanskar bukanlah jodohmu, pasti ada seseorang diluar sana yang mencintaimu dan mungkin dia akan menjadi pendamping hidupmu untuk selamanya," batin Ragini.
Swara dan Sanskar terlihat sangat bahagia. Mereka saling menyuapi satu sama lain sampai makanan mereka habis.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEORANG SAHABAT [TAMAT]
FanfictionSanskar Maheswari mencintai sahabat nya sendiri dia adalah Swara Gadodia. Tapi Swara hanya menganggap Sanskar sebagai sahabat. Sanskar juga tau itu dan dia memendam rasa cintanya pada Swara. Akankah Sanskar mengungkapkan rasa cintanya? Atau Swara m...
![CINTA SEORANG SAHABAT [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/231826769-64-k854359.jpg)