Bebas

79 12 0
                                        

Beberapa hari kemudian, akhirnya Swara dan Sanskar berhasil membebaskan Kavita berkat bantuan Ragini dan Aditya. Hari ini Sanskar dan Swara sudah merencanakan kejutan untuk Vishal karena ini adalah hari ulang tahunnya dengan membuat Vishal dan Kavita bertemu. Terlihat di keluarga Godadia tamu sudah datang. Vishal masih menunggu Swara dan Sanskar yang belum datang. Swara dan Sanskar datang dan mereka berdua langsung menghampiri Vishal.

"Swara kenapa kau baru datang?" tanya Vishal.

"Kakak aku dan Sanskar terlambat karena kami menyiapkan hadiah yang sangat istimewa buatmu," kata Swara.

"Tunggu apa lagi. Cepat tunjukan padaku apa hadiahmu yang membuatku dari tadi menunggu kedatanganmu," kata Vishal.

"Aku akan menunjukkannya setelah Kakak meniup lilinnya," kata Swara.

"Baiklah Swara," kata Vishal.

Vishal membuat permintaan setelah itu dia menutup lilin. Sanskar dari tadi terus menatap Swara.

"Swara yang kau lakukan ini salah. Kau membebaskan Kavita demi kakakmu. Tapi apakah dia akan benar-benar berubah dan mencintaimu kakakmu. Aku hanya takut dia berbuat sesuatu lagi untuk merusak hubungan kita Swara," batin Sanskar.

"Swara cepat tunjukkan hadiahmu padaku," kata Vishal yang tak sabar karena dia sangat penasaran dengan hadiah yang akan diberikan Swara.

"Sebenarnya ini adalah hadiah dariku dan Sanskar," kata Swara.

"Swara kau jangan membuatku tambah penasaran. Cepat tunjukkan hadiahnya," kata Vishal.

"Masuklah," teriak Swara.

Kavita masuk ke dalam bersama dengan Ragini dan Laks. Ragini dan Laks dari tadi berada diluar bersama Kavita. Vishal tak menyangka jika hadiah yang dimaksud Swara adalah Kavita. Vishal lalu kembali mengingat perkataan Kavita padanya lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Vishal selamat ulang tahun," kata Kavita saat sudah berada disamping Vishal.

"Kakak sekarang potong kuenya dan berikan kue pertamamu untuk orang yang sangat spesial bagimu," kata Swara.

Vishal memotong kue lalu dia memberikan potongan pertama pada Sharmishta lalu Shekar dan Swara.

"Seharusnya dia kan memberikan potongan pertama nya padaku tapi dia malah memberikannya pada Ibunya. Sepertinya aku sudah dianggap lagi olehnya, tapi tidak papa. Lagi pula aku kan tidak mencintainya dan terserah dia mau memberikan kue pada siapa," batin Kavita.

"Kakak kenapa kau tak menyuapi Kavita?" tanya Swara.

"Dia bisa mengambilnya sendiri lagi pula dia tak penting bagiku," kata Vishal membuat Kavita pura-pura sedih.

"Tidak papa Swara. Mungkin Vishal masih marah padaku," kata Kavita.

"Baiklah. Bagaimana kalau sekarang kita berdansa," kata Swara.

"Terserah kau Swara," kata Vishal akan pergi tapi Swara menahannya membuat Vishal menoleh ke arah Swara.

"Kakak ini acaramu, jadi tolong jangan pergi. Aku mohon berdansalah dengan Kavita," kata Swara.

"Baiklah," kata Vishal terpaksa karena Swara yang memintanya.

Musik dinyalakan dan mereka mulai menari dengan pasangan masing-masing.

"Swara apa yang kau lakukan ini adalah salah karena kau membebaskan Kavita," kata Sanskar.

"Tolong Sanskar jangan bahas itu lagi karena aku sedang tidak ingin membahas itu lagi," kata Swara.

"Baiklah," kata Sanskar.

Vishal berdansa dengan Kavita tanpa menatap matanya. Vishal masih kecewa pada Kavita yang sudah pura-pura mencintainya.

"Vishal aku mohon tataplah diriku. Aku telah membuat kesalahan karena aku baru menyadari kalau aku mencintai Vishal," kata Kavita.

"Sudah hentikan dramamu Kavita. Apa aku pikir aku percaya padamu. Tidak sama sekali," kata Vishal menatap Kavita dengan tatapan tajam.

Vishal membuat Kavita terjatuh dan  dia pura-pura tak sengaja membuat dia jatuh. Semua pandangan tertuju pada Kavita.

"Maaf Kavita aku tak sengaja membuat terjatuh," kata Vishal mengulurkan tangannya.

"Tidak papa Vishal," kata Kavita menahan emosinya dan bersikap seolah-olah tak terjadi sesuatu padanya lalu dia berdiri.

Acara pun selesai, para tamu sudah pulang. Kini tinggal Swara, Swara, Sharmishta, Shekar, Vishal dan Kavita yang masih ada disana.

"Kakak tolong antar Kavita pulang karena ini sudah larut malam," kata Swara.

"Sebenarnya ini ulang tahun siapa sih. Kenapa aku harus selalu menuruti apa keinginanmu. Tapi baiklah aku akan mengantarnya," kata Vishal.

Vishal lalu pergi untuk mengantar Kavita pulang. Shekar dan Sharmishta masih bingung kenapa Swara dan Sanskar membebaskan Kavita.

"Kenapa kau membebaskan Kavita Swara dan apa hubungan Vishal dengannya?" tanya Sharmishta.

"Ibu Ayah sebenarnya Kavita adalah kekasih Kak Vishal. Tapi sekarang Kak Vishal sangat kecewa dan marah pada Kavita atas apa yang dilakukannya. Tapi aku rasa Kak Vishal masih sangat mencintai Kavita dan aku membebaskan Kavita demi kebahagiaan Kakak," jelas Swara.

"Tapi bagaimana kau bisa tau Swara?" tanya Shekar.

Swara lalu menceritakan semuanya pada Ayah dan Ibunya. Setelah itu Swara dan Sanskar pulang. Akhirnya Swara dan Sanskar sampai dirumah. Swara dan Sanskar langsung masuk ke dalam rumah lalu menuju kamar mereka.

"Sanskar kenapa kau sampai sekarang sama sekali tak percaya kalau Kavita akan mencintai Kak Vishal?" tanya Swara.

"Aku tau sifatnya Swara. Dia tidak akan menyerah sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Aku hanya takut jika dia berusaha untuk menghancurkan pernikahan kita Swara," kata Sanskar khawatir.

"Kekhawatiranmu itu tak beralasan Sanskar. Aku yakin  Kavita bisa berubah," kata Swara.

"Hanya waktu yang akan menentukan itu Swara. Tapi lebih baik kau juga hati-hati dengannya. Sekarang kita tidur saja karena ini sudah larut malam," kata Sanskar.

"Baiklah," kata Swara.

Swara dan Sanskar lalu tidur di ranjang.

CINTA SEORANG SAHABAT  [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang