Berbohong

82 12 0
                                        

Swara dan Sanskar sampai di rumah Kavita. Sanskar lalu membunyikan bel dan Kavita yang mendengar suara bel langsung pergi untuk membukakan pintu.

"Tunggu sebentar," kata Kavita lalu membukakan pintu.

Kavita sangat senang ketika melihat Sanskar datang ke rumahnya dan dia langsung memeluk Sanskar. Sedangkan Swara agak cemburu saat melihat Sanskar dipeluk oleh Kavita walaupun dia tau kalau Kavita adalah teman Sanskar.

"Aku sangat merindukanmu Sanskar karena kau sudah lama sekali tak datang kesini," kata Kavita.

"Tapi kau tak perlu memelukku seperti ini Kavita. Aku sudah datang, jadi lebih baik kita bicara di dalam," kata Sanskar lalu melepaskan pelukan Kavita.

"Baiklah," kata Kavita.

Kavita kemudian melihat ke samping Sanskar dimana Swara berdiri. Kavita kbaru sadar kalau Sanskar ternyata tidak datang sendiri.

"Kau Swara kan," kata Kavita.

"Iya," kata Swara.

"Perkenalkan namaku Kavita dan aku....." kata Kavita terpotong.

"Kau tidak perlu mengatakan lebih panjang lagi tentang mu Kavita karena aku sudah mengatakan tentangmu pada Swara. Apa sekarang kita bisa masuk," kata Sanskar.

"Tentu saja," kata Kavita.

Swara, Sanskar dan Kavita lalu masuk ke dalam rumah mereka kemudian duduk di ruang tamu. Kavita masih bingung kenapa Swara dan Sanskar bisa bersama. Padahal Sanskar bilang padanya kalau ayahnya Swara tak mengizinkan mereka berdua untuk bertemu.

"Kenapa mereka berdua bisa bersama dan kenapa mereka datang kesini tiba-tiba? Apa jangan-jangan Sanskar tau kalau aku telah berbohong padanya tentang Aditya?" batin Kavita.

"Kavita kedatanganku kesini dengan Swara untuk berterima kasih padamu karena kau telah membuatku dan Swara direstui oleh orang tua Swara," kata Sanskar.

"Apa? Mereka sudah direstui oleh orang tua Swara. Bagaimana bisa padahal aku sama sekali tak melakukan apapun? Aku tak ingin melihat Swara bersama dengan Sanskar karena aku mencintai Sanskar. Entah siapa yang sudah membantu mereka direstui," batin Kavita kesal karena rencananya sudah gagal.

"Kavita kenapa kau diam saja. Kau pasti tak ingin kalau kami tau kalau kau yang membuat Ayahnya Swara berjanji bahwa jika Aditya membatalkan perjodohan maka dia akan merestui hubungan kami. Kau juga kan yang membujuk Aditya dengan kau setuju dengan syarat yang diajukannya," kata Sanskar.

"Aku tidak peduli siapa yang membantu mereka berdua. Tapi ini kesempatanku untuk mendekati Sanskar," batin Kavita.

"Iya Kavita kau tak perlu menyembunyikan lagi soal itu. Kami ini sangat berterima kasih padamu," kata Swara.

"Baiklah aku mengakui kalau aku yang membantu kalian. Tapi aku melakukan itu demi kebahagiaan temanku Sanskar," kata Kavita lalu tersenyum.

"Sebagai ucapan terima kasih. Kau akan membantu kami mempersiapkan pernikahan kami setelah tanggal pernikahan di tentukan," kata Sanskar.

"Tentu saja. Aku akan membantu kalian," kata Kavita.

Disisi lain terlihat Ragini, Sharmishta dan Shekar ada di ruang tamu. Karena Sharmishta yang menyuruh Ragini untuk datang ke sana.

"Ragini aku sudah menetapi janjiku padamu. Apa sekarang kau sudah puas," kata Shekar.

"Belum Paman. Aku ingin Paman segera menikahkan Swara dan Sanskar. Aku juga ingin Paman merestui hubungan mereka tanpa ada rasa terpaksa. Paman, Swara hanya akan bahagia jika dia menikah dengan Sanskar. Aku yakin Swara akan bahagia dengan Sanskar. Karena aku yakin Paman pasti mengharapkan Swara bahagia," kata Ragini dan membuat Shekar sadar kalau yang dia lakukan salah.

"Kau benar Ragini. Tapi apa kau bisa yakin kalau Sanskar akan membuat Swara bahagia dan dia tidak akan menyakiti Swara sedikit pun," kata Shekar.

"Aku yakin 100% Paman karena Sanskar sangat mencintai Swara," kata Ragini.

"Aku percaya padamu. Besok aku akan menyuruh keluarga Sanskar untuk datang kemari dan kita akan menentukan tanggal pernikahan," kata Shekar lalu pergi.

"Ragini aku sangat berterima kasih padamu karena kau telah membuat Shekar menyadari kalau yang dia lakukan salah. Sekarang Shekar sudah benar-benar merestui hubungan Swara dan Sanskar. Kabar baiknya lagi tanggal pernikahan Swara dan Sanskar akan di tentukan besok," kata Sharmishta menangis bahagia.

"Swara adalah sahabatku, jadi pasti aku akan membantunya mendapatkan cintanya. Sudahlah Bibi jangan menangis," kata Ragini lalu tersenyum dan menghapus air mata Sharmishta.

"Aku menangis karena bahagia Ragini," kata Sharmishta.

"Bibi aku pergi dulu," kata Ragini beranjak akan pergi tapi Sharmishta mencegahnya.

"Tunggu dulu Ragini," kata Sharmishta lalu memeluk Ragini.

"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih Ragini," kata Sharmishta.

"Sebenarnya ini sangat berat buatku. Tapi demi kebahagiaan orang yang ku cintai Sanskar dan sahabatku Swara. Aku akan melakukan apapun untuk menyatukan mereka," batin Ragini dan meneteskan air mata, tapi dengan segera dia menghapus air matanya lalu melepaskan pelukan Sharmishta.

"Kau tidak mengucapkan terima kasih lagi padaku Bibi. Aku harap Bibi tak akan memberitahu Swara ataupun Sanskar tentang semua yang kita bicarakan tadi dan perjanjian kemarin," kata Ragini.

"Bibi tidak akan memberitahu Swara ataupun Sanskar, walaupun sebenarnya Bibi sangat ingin mengatakannya pada mereka bahwa kau adalah orang yang membantu mereka bersatu," kata Sharmishta.

"Terima kasih Bibi. Aku pergi dulu," kata Ragini lalu pergi.

"Swara dan Sanskar sangat beruntung karena mempunyai sahabat seperti mu. Jika kau tak membantunya, mungkin perjodohan Swara dan Aditya akan berlanjut sampai ke pernikahan dan Swara pasti tak akan bahagia dengan pernikahannya dengan Aditya," kata Sharmishta menatap kepergian Ragini.

"Aku tak akan membiarkan siapapun memisahkan Swara dan Sanskar. Jika ada yang berniat melakukan itu, dia akan berhadapan denganku," batin Ragini.

CINTA SEORANG SAHABAT  [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang