Keesokan harinya, Swara mengajak Zain untuk bertemu di restoran. Tapi Zain mengundang Sanskar dan Ragini tanpa sepengetahuan Swara. Swara dan Zain sudah ada di restoran tepat dimana mereka biasa bertemu.
"Swara kenapa kau mengajakku kesini," kata Zain.
"Aku ingin mengatakan kalau aku....," kata Swara ragu.
"Swara kau katakan saja, kau tak perlu ragu seperti itu," kata Zain memegang tangan Swara.
"Aku belum siap untuk menikah dan aku masih butuh waktu agar aku siap menjadi seorang istri," kata Swara membuat Zain langsung melepaskan pegangannya.
Zain terlihat sangat marah dan kesal tapi itu hanya pura-pura.
"Aku mohon kau jangan marah Zain. Aku mohon pengertiannya Zain," kata Swara khawatir kalau Zain marah padanya.
"Swara aku tak mungkin marah padamu. Aku juga tak mungkin memaksa kamu untuk menikah denganku. Jika kau sudah siap untuk menikah kau langsung bilang padaku karena aku tak mau kehilanganmu. Oh iya Swara, jika kau mencintai orang lain kau tinggal bilang padaku. Aku pasti akan mengakhiri hubungan kita. Karena disetiap hubungan tak boleh ada paksaan walaupun itu menyakitkan bila ditolak," kata Zain lalu tersenyum.
"Aku sangat beruntung mempunyai kekasih seperti mu. Karena kau sangat pengertian padaku," kata Swara.
"Aku boleh minta satu hal dari kamu Swara," kata Zain.
"Tentu Zain," kata Swara.
"Jika suatu hari hubungan kita berakhir kau masih mau kan menjadi temanku," kata Zain.
"Iya Zain. Tapi kenapa kau selalu bilang kalau aku ingin memutuskan hubungan kita ini tinggal bilang sama kamu?" tanya Swara.
"Swara akhir-akhir ini aku menyadari kalau kau itu sebenarnya tak mencintaiku. Kadang cinta itu hanya sesaat saja karena kekaguman. Tapi kau menganggapnya sebagai perasaan cinta. Swara kau pikir baik-baik siapa orang yang selama ini selalu membuatmu bahagia, suka dan duka selalu ada disisimu, jika kau tak bertemunya rasa rindu itu selalu ada, orang itu selalu mendukung semua keputusanmu dan jika dia bersama wanita lain kau merasa cemburu," kata Zain.
Kata-kata Zain membuat Swara langsung mengingatkan dirinya pada seseorang yaitu Sanskar. Swara mulai tersenyum saat mengingat kenangannya dengan Sanskar.
"Ternyata aku benar, bahwa kau tak mencintaiku," batin Zain sedih.
Ragini dan Sanskar sudah sampai direstoran, setelah melihat Zain dan Swara mereka berdua menghampiri nya. Ragini dan Sanskar lalu duduk.
"Kita udah lama nunggu loh," kata Zain.
"Terus kenapa Swara senyum-senyum sendiri," kata Ragini bingung.
"Seperti nya dia sedang mengingat kenangan masa lalunya," kata Zain.
"Swara," kata Zain lalu menepuk pundak Swara membuat Swara sadar.
"Iya," kata Swara.
Swara pun akhirnya menyadari kedatangan Sanskar dan Ragini. Swara bahagia melihat Sanskar ada disana.
"Aku punya kabar gembira karena adikku akan menikah dengan Ragini," kata Zain membuat Swara sangat terkejut.
"Apa," kata Swara.
"Jangan kaget gitu dong Swara. Mereka berdua juga sudah menentukan tanggal pernikahan mereka. Pernikahan mereka 13 hari lagi," kata Zain.
"Selamat ya untuk kalian berdua," kata Swara dengan berat hati.
Sanskar dan Ragini hanya tersenyum. Sedangkan Swara sangat sedih karena saat dia menyadari cintanya. Orang yang dia cinta akan segera menikah dengan temannya sendiri.
"Tapi kenapa dari tadi kakak lihat kayaknya kau dan Sanskar tak bahagia," kata Zain.
"Bukan begitu Zain, kami bahagia kok," kata Sanskar pura-pura bahagia.
"Iya Kak kami bahagia dengan pernikahan ini," kata Ragini pura-pura bahagia.
"Yaudah. Sekarang kita pesan makanan dan minuman," kata Zain.
Mereka lalu memesan makanan dan minuman. Tak beberapa lama setelah itu makanan mereka datang.
"Bagaimana kalau kita saling menyuapi pasangan kita masing-masing," kata Zain.
"Tidak usah Kak. Kita makan- makanan masing-masing saja," kata Ragini.
"Aku setuju dengan Zain," kata Sanskar.
"Aku juga setuju," kata Swara.
"Ragini kau tidak bisa menolak lagi karena lebih banyak yang setuju," kata Zain.
"Iya Kak," kata Ragini pasrah.
Mereka lalu menyuapi pasangan mereka masing-masing. Mereka berempat menyembunyikan kesedihan mereka.
"Aku setuju untuk menyuapi Ragini agar tak ada yang curiga kalau aku dan Ragini tak bahagia," batin Sanskar.
"Kakak aku boleh bicara berdua dengan Sanskar di meja lain," izin Ragini.
"Tentu saja Ragini," kata Zain.
Sanskar dan Ragini lalu membawa makanan mereka ke meja lain dan duduk disana.
"Ragini kenapa kita pindah meja segala," kata Sanskar bingung.
"Aku hanya tak mau kau melihat kemesraan mereka saja. Jika kau tak mau menyuapiku, aku tak akan memaksamu," kata Ragini.
"Ragini aku akan tetap menyuapimu karena aku akan belajar untuk mencintaimu dengan melakukan hal-hal yang romantis," kata Sanskar.
"Sanskar aku tau kau sebenarnya tak ingin pernikahan ini kan. Lebih baik kita bilang saja pada orang tua kita kalau kita tidak mau menikah," kata Ragini.
"Ragini kau memang wanita yang sangat baik. Tapi maaf aku tak bisa melakukan itu. Karena kau kan sudah jatuh cinta padaku kan tinggal aku saja yang harus mencintaimu. Pasti lama kelamaan aku akan mencintaimu tapi itu semua butuh proses. Aku juga tau kalau kau juga sedih dengan hubungan kita ini. Tapi aku mohon percayalah padaku, jika kita menikah nanti aku akan setia padamu dan akan berusaha mencintaimu," jelas Sanskar.
"Baiklah aku percaya padamu Sanskar,"kata Ragini.
"Calon istriku apa kita bisa makan sekarang," goda Sanskar membuat Ragini tersenyum.
"Tentu saja Sanskar, tapi kau tak perlu menggodaku seperti itu," kata Ragini.
"Aku hanya ingin melihatmu tersenyum dan satu hal lagi Ragini. Bagaimana kalau kita memulai hubungan kita dari persahabatan seperti dulu saat kita kuliah," kata Sanskar.
"Aku setuju dengan mu Sanskar," kata Ragini bahagia.
Sanskar dan Ragini saling menyuapi. Sedangkan Swara dan Zain hanya saling menatap.
"Swara lebih baik kita akhiri hubungan kita sampai disini saja," kata Zain.
Swara lalu melihat ke arah Sanskar dan Ragini yang terlihat bahagia membuat Swara mengurungkan niatnya untuk memutuskan hubungan dengan Zain.
"Zain aku tidak ingin hubungan kita berakhir," kata Swara menatap Zain.
"Baiklah Swara jika itu keputusanmu," kata Zain bahagia.
"Aku akan belajar untuk mencintaimu Zain," batin Swara.
"Swara apa kau mau aku suapi?" tanya Zain.
"Aku mau," kata Swara.
Swara dan Zain lalu saling menyuapi. Swara pura-pura bahagia agar Zain tak mencurigainya kalau sebenarnya dia saat ini sedih.
"Swara kenapa aku merasa kau mencintai Sanskar karena saat aku bilang lebih baik kita akhiri hubungan kita, kau menoleh ke arah Sanskar dan Ragini. Kau ingin mempertahankan hubungan kita agar Sanskar tak tau kalau kau sebenarnya mencintainya," batin Zain.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEORANG SAHABAT [TAMAT]
FanfictionSanskar Maheswari mencintai sahabat nya sendiri dia adalah Swara Gadodia. Tapi Swara hanya menganggap Sanskar sebagai sahabat. Sanskar juga tau itu dan dia memendam rasa cintanya pada Swara. Akankah Sanskar mengungkapkan rasa cintanya? Atau Swara m...
![CINTA SEORANG SAHABAT [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/231826769-64-k854359.jpg)