Perjodohan

159 15 1
                                        

Malam harinya, Sanskar dan kedua orang tuanya sedang menunggu temannya Ayah Sanskar. Tak beberapa lama kemudian orang mereka tunggu sampai juga.

"Ayah kenapa kita kesini. Ini kan rumah temanku Sanskar," kata Ragini bingung.

"Sudah kau diam saja Ragini. Nanti kamu tau sendiri kok," kata Arjun ayahnya Ragini.

"Ini adalah kejutan untukmu Ragini. Jadi kau turuti saja kata ayahmu," kata Maya ibunya Ragini.

Arjun lalu membunyikan bel dan Sujata langsung membukakan pintu saat mendengar suara bel.

"Silahkan masuk," kata Sujata.

Mereka semua lalu masuk ke dalam rumah dan pergi ke ruang tamu. Sanskar yang melihat Ragini datang dengan orang tuanya sangat terkejut dan dia berdiri.

"Ragini,"kata Sanskar terkejut.

"Apa kau terkejut Sanskar?" tanya Ram.

"Iya Ayah," kata Sanskar.

"Silahkan duduk. Ragini kau duduklah disebelah Sanskar," kata Ram.

"Baik Paman," kata Ragini.

Mereka semua lalu duduk, Sanskar dan Ragini saling menatap.

"Ini adalah kejutan untuk kalian. Karena kami tahu kalau belakangan ini kalian makin dekat. Jadi aku dan Ram berniat untuk menjodohkan kalian," kata Arjun.

"Kau benar Arjun. Kita tinggal menunggu persetujuan Ragini. Karena Sanskar sudah setuju dengan perjodohan ini," kata Ram.

"Ayah Paman aku bisa bicara dengan Sanskar berdua saja," kata Ragini.

"Tentu saja Ragini, tapi setelah itu kau harus putuskan kau setuju atau tidak dengan perjodohan ini," kata Arjun.

Ragini lalu menarik tangan Sanskar dan mereka keluar dari rumah.

"Sanskar kenapa kau setuju dengan perjodohan ini," kata Ragini.

"Aku tidak tau kalau kau yang akan dijodohkan denganku Ragini. Aku hanya ingin memulai hubungan yang baru agar aku bisa melupakan Swara. Sekarang terserah kau mau melanjutkan perjodohan ini atau tidak,"jelas Sanskar.

"Tapi kau itu harus terus berjuang untuk mendapatkan Swara. Walaupun aku tau kalau kakakku dan Swara sepasang kekasih," kata Ragini.

"Ragini selama ini aku selalu disampingnya, aku selalu ada disetiap suka dan dukanya. Aku juga sudah berjuang agar dia menyadari perasaanku padanya dan dia bisa merasakan hal yang sama padaku. Tapi nyatanya semua itu tidak terjadi, aku hanya bisa merasakan sakit hati saat aku bersama dengan mereka berdua. Aku menyerah karena Zain sudah melamar Swara didepan mata kepalaku sendiri dan Swara menerimanya. Jadi aku tak mungkin lagi untuk mendapatkan nya," kata Sanskar menangis.

"Aku mohon padamu Sanskar. Lebih baik kau katakan saja perasaanmu pada Swara," kata Ragini.

"Itu tidak mungkin Ragini. Ini sudah menjadi keputusanku,"  tegas Sanskar.

"Tapi....," kata Ragini terpotong.

"Sudahlah Ragini jangan kau tutupi perasaanmu pada Sanskar. Selama 3 tahun aku berusaha untuk mendekatimu. Hanya Sanskar yang selalu ada dalam pikiranmu dan aku juga tau kalau kau mencintainya dari dulu. Tapi kau juga melakukan hal bodoh yang dilakukan Sanskar. Kau juga menyembunyikan perasaanmu padanya. Aku memang mencintaimu, tapi aku hanya ingin melihatmu bahagia," kata Laks yang baru datang dengan berat hati.

"Apa itu benar Ragini?" tanya Sanskar.

Ragini hanya diam dan mulai menangis. Sanskar yang melihat itu bingung.

"Jawab pertanyaanku Ragini," bentak Sanskar.

"Iya, aku memang mencintaimu sejak pertama kali bertemu denganmu. Aku menyembunyikan perasaanku karena kau juga melakukan itu pada Swara. Aku selalu disampingmu dan selalu membantumu karena aku tak mau melihatmu sedih. Tapi kau juga tak menyadari itu kan," jelas Ragini.

Laks menyatukan tangan Ragini dan Sanskar. Ragini dan Sanskar hanya bingung.

"Sudahlah akhiri perdebadan kalian. Mulailah hubungan kalian yang baru dengan perjodohan ini. Bila kalian berjodoh pasti pernikahan akan terjadi," kata Laks.

"Baik lah aku akan setuju dengan perjodohan ini," kata Ragini.

"Lalu bagaimana denganmu Laks?" tanya Sanskar.

"Hei Sanskar. Aku ini tampan, jadi pasti banyak wanita yang mengantri untuk menjadi pacarku. Sekarang hapus air mata kalian dan setelah itu kita masuk ke dalam," kata Laks menyembunyikan kesedihannya.

Ragini dan Sanskar lalu tersenyum dan menghapus air mata mereka. Mereka bertiga lalu masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu.

"Bagaimana keputusanmu Ragini?" tanya Arjun.

"Aku setuju Ayah," kata Ragini.

Membuat orang tua mereka  berdua bahagia. Mereka lalu memutuskan tanggal pernikahan.

"Kita tidak perlu lagi menunggu lama. Lebih baik kita langsung tentukan tanggal pernikahan," kata Ram.

"Aku sangat setuju denganmu Ram. Lebih cepat lebih baik kan," kata Arjun.

"Bagaimana kalau 2 minggu lagi kalian menikah," kata Ram.

"Tapi bukannya itu terlalu cepat Ayah," kata Sanskar.

"Tidak Sanskar," kata Ram.

"Yaudah aku terserah Ayah saja," kata Sanskar.

"Lalu bagaimana pendapatmu Arjun," kata Ram.

"Aku setuju denganmu Ram,"kata Arjun.

Sedangkan mereka bertiga menyembunyikan kesedihan mereka masing-masing dengan keputusan tentang tanggal pernikahan.

CINTA SEORANG SAHABAT  [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang