40. Sayang Kak Hyunsuk

939 125 30
                                        

Mashiho menatap kesal pada ponselnya saat ia tahu kalau Hyunsuk belum membaca pesannya dari kemarin. "Kemana sih dia?!" ucap Mashiho tak sabaran.

Jaehyuk yang kaget mendengar ucapan Mashiho pun langsung berucap, "Jangan berisik woi. Masih jam kelas ini, mampus kalau lo disuruh keluar kelas." bisiknya.

Mashiho menatap kearah meja dosen dan menghela nafasnya, "Untung dosennya lagi tidur."

"Heh, gue bilangin lo." ucap salah satu mahasiswi menatap Mashiho dengan tatapan tajam.

Dibalas tatapan tajam juga oleh Mashiho, "Awas aja kalau lo bilang. Gue gangguin keseharian lo." sahutnya.

Mahasiswi itu menjulurkan lidahnya mengejek, Mashiho menunjukkan kepalan tangannya. Sebenarnya Mashiho tak mengenal mahasiswi yang baru saja berbicara dengannya itu. Karena selama ini, teman satu kelasnya jarang menyapa dan Mashiho yang tak peduli.

Lelaki itu langsung melanjutkan acara menulisnya. Tapi tak lama terdengar suara ramai-ramai orang yang ada diluar. Membuat Mashiho jadi penasaran.

Ia terus menerus melirik kearah meja dosen, Mashiho berdiri dari tempat duduknya dan membangunkan dosen meminta izin ke toilet. Begitu diizinkan, Mashiho langsung berlari keluar.

Suara-suara itu berasal dari arah gudang. Lelaki kelahiran bulan Maret itu berbelok kearah gudang yang tentunya sangat berlawanan dengan toilet.

Ia menerobos kerumunan dan mendengar suara orang seperti saling memukul. Satpam disini bahkan kewalahan karena mau kunci utama ataupun kunci cadangan tak ada ditangan mereka.

Mashiho semakin kaget saat mendengar suara Hyunsuk dengan samar-samar. Begitu ia yakin, dengan sepenuh tenaga ia mendobrak pintu.

"Bantu saya! Argh!" ucap Mashiho memegang lengannya yang terasa sakit.

Satpam pun langsung membantu Mashiho dan beberapa kali mereka berdua mengobrak pintu, barulah pintu tersebut terbuka. Menampakkan dua orang laki-laki sedang saling tonjok-menonjok di sana.

Dan,

"KAK HYUNSUK?!" teriak Mashiho begitu cahaya sudah masuk ke gudang dan melihat Hyunsuk terkapar di lantai.

Lelaki itu gemetar, Hyunsuk gemetar ketakutan.

"Gimana ceritanya lo bisa saling tonjok kayak gitu sih hah?! Lo-"

"G-gue dikurung semalaman disini, tanpa cahaya." Hyunsuk memotong ucapan Mashiho, tentu saja Mashiho merasa kaget.

Ah, bukan Mashiho saja, melainkan mereka semua yang mendengar ucapan Hyunsuk. Mashiho tentu saja merasa marah, kakaknya diperlakukan dengan jahat.

Lelaki itu berjalan kearah mahasiswa yang berkali-kali menonjok kakak tirinya, "Lo berani pukul Kakak gue." desis Mashiho.

"J-jangan deketin dia.." lirih Hyunsuk dibantu berdiri oleh satpam.

"Kakak lo? KAKAK TIRI! Dia berani ngedeketin lo! Lo nyadar gak?!" teriak mahasiswa itu.

Mashiho mengernyitkan dahinya, "Emang kenapa kalau dia kakak tiri?! Kenapa kalau dia ngedeketin gue, hah?! Wajar kalau adik-kakak ada interaksi! Lo siapa berani-beraninya mukul kakak gue kayak tadi?!"

"MASHIHO DIA GAY!"

Hening.

Mashiho perlahan berjalan mundur, "Jangan bilang kalau lo-"

"Iya, gue suka sama lo!"

Bugh

Mashiho melayangkan tinjunya pada pipi mahasiswa itu, yang Mashiho tebak kalau dia bernama Daniel. Mungkin Daniel satu angkatan dengan Hyunsuk.

StepbrotherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang