Junkyu dan Mashiho pun kembali ke tempat duduknya di teras, dua anak itu membiarkan orang tuanya sedikit.. berdebat.
"Itu anak cowok yang dibawa sama ayah siapa?" Junkyu bertanya sambil memandang seorang anak lelaki yang ada dibelakang Arul.
"Adiknya kakak tiri gue." jawab Mashiho sambil menyomot makanan yang dibawakan oleh Yedam.
Yedam pun menganggukkan kepalanya. Tak lama dirinya merasa ada air yang mengenai pipinya, lelaki itupun menoleh. "Kak Jaehyuk apaan sih gabut banget? Lagian tuh sedotan dapet darimana?!"
Jaehyuk pun menunjuk tanah. "JAE! BUANG! KOTOR! KUMAN!" Mashiho berteriak sambil menunjuk sedotan yang dipegang temannya itu.
Yang ditegur pun membuang sedotannya dan kembali duduk tenang. "Segitu pengennya ya," ucap Jaehyuk sambil menatap kearah Arul.
"Kalau ngomong jangan setengah-setengah, nanti rezekinya juga setengah-setengah." tegur Yedam.
"Ck, kata siapa?"
"Udah lanjutin cepet, pengennya apa?" tanya Junkyu sambil melahap makanannya dengan mulut yang terbuka lebar.
"Om Arul pengen Mashiho ada terus sama dia, padahal kalo dipikir-pikir nih ya. Mashiho tuh bawaannya bikin emosi mulu," jawab Jaehyuk.
Lalu ia kembali melanjutkan, "Beneran deh. Kalau alasannya cuma deket sama Om Arul doang mana mungkin dia emosi sampe urat dilehernya kelihatan tuh. Pasti ada sesuatu yang lain."
"Gue dijodohin, itu alasannya. Kampret banget dulu kakak tiri gue bilang kalau perjodohannya batal tapi ternyata nggak. Sekarang gue lagi bikin rencana sama Guanlin, tunggu aja tanggal mainnya." Mashiho berucap tanpa menoleh sedikitpun kearah Jaehyuk.
Wow.
"Mashiho di pengawasan orang tua aja kadang lepas kendali, gimana kalau diluar pengawasan? Nih ini anak satu termasuk dalam pengawasan ayah tapi bisa kabur sampai sini." jelas Junkyu menunjuk Mashiho.
"Ya kabur karena gue kali, jangan ngilangin jasa orang. Dosa," sahut Jaehyuk.
"Itu inget dosa, tapi sering ke club." celetuk Yedam.
"Berisik-eh eh? Apenih? Anjir Om Arul sama Doyoung mau nginep disini gitu? Aduh Tante Arin apa tidak takut isi rumah kacau terus suasananya tiba-tiba beku?" bisik Jaehyuk.
Mashiho, Junkyu, dan Yedam pun mendongak. Dengan kompak mereka bertiga bertanya, "Mau nginep disini?"
Arin pun tersenyum, "Cuma Doyoung doang. Om Arul mau cari hotel deket sini."
"Baik-baikin ya Doyoung nya," lanjut Arin.
Yedam, Jaehyuk, dan Junkyu mengangguk. Terkecuali Mashiho, lelaki itu sudah memasang wajah datarnya.
Tapi wajah datar itu diganti dengan ekspresi kaget karena Junkyu tiba-tiba berteriak dengan kencang. "HARUTO!"
Seketika pikiran Mashiho membeku. "Hah? Naruto?"
Jaehyuk pun begitu.
Seakan mendengar pikiran dua orang itu, Junkyu berucap, "Haruto. Watanabe Haruto, adik tiri gue."
Lalu keduanya mengangguk. Lelaki bernama Haruto itu langsung berlari menghampiri kakak tirinya, Mashiho cukup iri. Junkyu dan Haruto adalah saudara tiri tapi mereka akrab, berbeda jauh dengannya yang jarang menyapa satu sama lain saat ini.
Mashiho pun memukul kepalanya sendiri tanpa diketahui orang-orang disekitarnya, "Gue mikir apaan?! Gue gak iri!" pikirnya.
Ah, ralat. Doyoung dari tadi memperhatikan Mashiho, apa yang lelaki itu pikirkan sampai memukul kepalanya sendiri? Doyoung harap akhlak Mashiho tak bertambah buruk setelah memukul kepalanya, mungkin Mashiho berpikir kalau ia iri dengan Haruto dan Junkyu, bukan?
Doyoung benar.
Lamunan lelaki itu buyar ketika Junkyu menyodorkannya sepiring makanan yang Yedam bawa, "Kalau lo lapar, ambil aja." Junkyu berucap dengan lembut dan senyum tulusnya.
"A-ah, terimakasih, Kak." ucap Doyoung sambil tersenyum kaku.
"Kalau begitu ayah pergi dulu, ya." ujar Arul. Doyoung menoleh dan menyahut dengan mengangguk, sementara Mashiho memalingkan wajahnya.
Arul yang melihat itu hanya tersenyum miris, tapi tak apa. Yang penting Mashiho mau dibawa pulang olehnya.
Setelah Arul pergi, Mashiho baru berani melahap makanan yang ada dihadapannya. Sementara Doyoung menatap lelaki itu dengan tatapan ragu, ya seperti biasa ekspresi yang ditunjukkan oleh Mashiho selalu datar.
Saat melihat raut wajah Mashiho yang tersenyum tadi, membuatnya senang. Eyy, Doyoung tak tahu mengapa ia menyayangi adik tiri Hyunsuk yang satu ini.
"Ayah marah gak?" tanya Mashiho.
Doyoung pun tergugup, Mashiho bertanya padanya?
"Gue nanya sama lo, ayah marah nggak?" Mashiho bertanya sekali lagi.
"Nggak, ayah cuma khawatir aja." jawab Doyoung singkat.
Mashiho pun mendorong piring yang ada dihadapannya pada Doyoung, "Makan. Gue tau lo pasti capek, cuci tangan dulu tuh disitu," ujar Mashiho sambil menunjuk keran yang ada diluar rumah nenek.
Dalam hati Doyoung tersenyum senang, setidaknya Mashiho memperhatikannya.
×××
"Heh, adik lo yang brengsek itu mana?" tanya Yeonjun sambil menahan bahu Hyunsuk.
Hyunsuk pun menyingkirkan tangan lelaki itu dan mendelik, "Jangan pegang-pegang gue. Tangan lo kotor dan kita gak selevel." Alih-alih mendapat jawaban, hal itu yang diterima oleh Yeonjun.
"Gue nanya adik lo yang sok-sokan itu mana?"
"Ngapain lo nanyain dia? Lo mau adopsi dia jadi adik lo gitu? Saran dari gue mending jangan deh, yang ada lo emosi terus ngurus dia." Lagi, Hyunsuk tak memberikan jawaban yang benar pada Yeonjun.
Setelah berucap itu, Hyunsuk pun pergi meninggalkan Yeonjun yang sudah mengumpat. "Gak jelas," gumamnya.
Hyunsuk terus berjalan tanpa mempedulikan orang-orang disekitarnya, suasana hati Hyunsuk tiba-tiba saja menjadi buruk ketika mendengar nama Mashiho. Karena anak itu, waktu Hyunsuk untuk bermain bersama Doyoung berkurang banyak. Apalagi ia tak tahu kapan adik kandungnya itu akan pulang.
"Aneh, padahal Mashiho tuh anak nakal tapi banyak banget yang peduli. Apa gue harus jadi nakal dulu gitu?" gumam Hyunsuk lalu pergi ke atap.
Kebetulan sekali lelaki itu bertemu dengan teman barunya Mashiho yang tak lain bernama Guanlin. Seperti biasa adik tingkatnya itu sedang merokok. "Woi." panggil Hyunsuk sambil menepuk bahu Guanlin.
"Uy?"
"Si Mashiho kemana?"
"Lah nanya sama gue, tanya aja sama Mashiho-nya sana. Lo juga, sebagai kakaknya masa gak tahu adik sendiri ada dimana?" jawab Guanlin.
"Lo gak tahu gue lagi ada masalah sama tuh anak? Lagian gara-gara buat cari dia, Doyoung jadi ikut dan waktu kita buat bareng-bareng terkuras banyak. Mana 4 hari lagi dia pulang," sahut Hyunsuk.
Guanlin pun menegakkan tubuhnya, "Makanya jadi orang jangan sok gak peduli kayak gitu, Bang. Miris banget hidup lo, banyak drama."
"Bodo ah. Eh katanya lo sama Mashiho lagi bikin rencana, rencana apaan?"
Guanlin pun menaruh telunjuknya didepan bibirnya, "Ini rahasia gue sama Mashiho. Lo tinggal tunggu aja tanggal mainnya."
×××
Tadi tuh aku mau ngetik, cuma kepencet publish. Aku kelupaan, aku kira part ini udah lengkap ternyata baru 500 kata, btw ini keseluruhan kata kurang dari 1000 tidak termasuk note ku ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stepbrother
Fanfic[COMPLETED] -Mashiho & Hyunsuk of TREASURE Cerita tentang Mashiho yang tak pernah menerima keluarga barunya. Dan cerita tentang Hyunsuk yang ingin bahagia dengan adiknya. Start: 6 September 2020 End: 6 Januari 2021
