11. Sebuah Kesimpulan

681 131 7
                                        

Pagi harinya, Mashiho bangun sendiri—ah tidak. Bangun karena alarm dari ponselnya, alarm itu sudah berdering lebih dari satu kali dan Mashiho baru bangun di kali terakhir.

"Nak Mashiho sudah bangun?" tanya seorang warga itu, Mashiho mengusap wajahnya dan menarik nafas panjang barulah menjawab pertanyaan itu dengan anggukan.

Warga itu tersenyum dan ia beranjak lalu berkata pada Mashiho, "Ayo. Saya antar kamu pulang ke rumah." ucap sang warga dan Mashiho mengangguk.

"Saya boleh ke kamar mandi untuk mencuci muka?" tanya Mashiho yang diangguki oleh sang warga. Lelaki itu pun langsung pergi ke kamar mandi setelah warga itu menunjukkan jalan ke kamar mandi.

Sekitar 3 menit kemudian Mashiho kembali dengan wajah lebih segar. "Mau ikut sarapan?" tawar warga itu, ah panggil saja Rudi.

Mashiho menggeleng dan tertawa kecil, "Tak usah. Aku bisa sarapan di rumah. Tapi.. memangnya istri bapak membolehkan?" tanya Mashiho. Rudi tersenyum lebar dan mengangguk.

"Aku takut merepotkan."

"Sama sekali tidak, tidak merepotkan." ucap Rudi lalu menggiring Mashiho ke arah dapur untuk sarapan bersama.

"Eh? Sudah bangun? Kalau begitu silahkan duduk, mari sarapan bersama." ucap istri Rudi, Mashiho membalasnya dengan mengangguk.








...







Selesai sarapan, Rudi dan Mashiho langsung pergi ke rumah Novi. Jujur sebenarnya Mashiho sedikit takut karena pasti ayahnya akan marah besar dan ia dikurung. Tapi, sisi negatif Mashiho terus berkata agar Mashiho melawan dan ia akan menurutinya.

Sesampainya di depan rumah, niatnya Rudi akan mengetuk pagar tapi urung karena pagar rumah dibuka lebar oleh Hyunsuk. "Pak Rudi! Hyunsuk kangen tau!" ujar Hyunsuk lalu berlari memeluk mantan sopirnya itu.

"Loh? Ada Pak Rudi? Ih Dobby kangen jugaaaaaaaaa!" teriak Doyoung begitu ia menyembulkan kepalanya dibalik pagar. Mashiho memutar bola matanya malas dan ia tersenyum sekilas pada Rudi lalu masuk ke rumah.

"Darimana saja kamu semalam?" tanya Arul yang membuat Mashiho menatapnya datar, ketika Mashiho melangkah ke kanan, Arul ikut melangkah ke kanan.

"Ck," ucap Mashiho lalu duduk di lantai dan memegang kepalanya yang sedikit pusing. Arul pun ikut duduk di lantai.

"Jawab dulu pertanyaan ayah, Mashiho."

"Ke sirkuit, ke club, lalu menginap di rumah Pak Rudi dan sarapan bersama disana. Lalu diantar pulang, setelah itu dikurung di kamar karena apa yang gue ucapin itu rasanya bohong semua." kata Mashiho lalu berdiri dan pergi ke kamarnya, lalu mengunci pintu.

Arul hanya menatap wajah anaknya yang masam itu saat berhadapan dengannya, "Apa mungkin aku harus membawa Mashiho pulang? Tidak tidak, Mashiho harus bersamaku," monolog Arul lalu berjalan keluar.

Benar saja, ia melihat anak tirinya yang memeluk seorang lelaki tua yang tersenyum merasakan kehangatan pelukan dua lelaki itu. "Bapak rindu banget sama kalian berdua," ujar Rudi.

Hyunsuk mengeratkan pelukannya, "Hyunsuk lebih rindu sama Pak Rudi. Kenapa Pak Rudi gak kerja lagi?"

"Bapak sudah tua."

Jawaban singkat Rudi membuat Hyunsuk tertawa kecil karena lupa dengan umur mantan sopir yang dipelukannya ini.

"Pak Rudi baik-baik aja kan selama ini?" tanya Doyoung. Rudi pun mengangguk.

StepbrotherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang