Panji bangst
P
Dimana lo?
Sini nongkrong
———
Rafli menutup roomchat dari temannya tanpa membalas. Menuruni tangga, hendak mencari sang Ibu negara, "Umi." Teriaknya ketika sampai dilantai bawah.
"Iya, disini ganteng." Sahut sang Ibu terdengar dari arah dapur.
"Lagi ngapain?"
"Ini lagi buat cheescake ada yang pesen buat cemilan acara tahlilan katanya."
Rafli duduk dikursi, melihat ibunya yang tengah sibuk, "Mi." Panggilannya hanya dibalas deheman oleh wanita yang masih sibuk denga olahannya.
"Abang mau main ya, nginep."
"Dimana? Fadlan?"
"Eumm ... iya." Rafli menjawab sedikit ragu, dalam hati ia menunggu dengan harap-harap.
Ibunya mengangguk. "Yaudah boleh, ntar umi bilang sama abi."
Rafli tersenyum, berjalan menghampiri Ibunya dan mencium pipi wanita itu. "Sayang banget sama umi, i love you." Jarinya membentuk love saranghaeo ketika mengucap i love you tak lupa diiringi cengingan khasnya.
Ibunya tersenyum dan jarinya ikut membentuk sarangheo, "I love you to."
□□□
Panji bngst
Woy
Dimana sat
Rafli
Otewe
Rafli membalas pesan temannya selagi lampu di depannya berwarna merah, ia kemudian beralin ke ke roomchat Fadlan.
Rafli
Kalo nyokap gue nanyain
Bilang iya aja, kalo gue nginep di rumah lo, awas lo!
Setelahnya ia kembali menyimpan ponselnya, dalam saku menunggu lampu berwarna hijau.
Sedangkan dilain tempat, Fadlan mengumpat saat baru membuka pesan dari Rafli, ia baru saja tiba dirumah setelah tadi mengerjakan tugas diluar.
Ia meletakan gelas setelah selesai menuntaskan rasa hausnya. Dan berjalan ke atas tepatnya ke kamarnya. "Abang ke kamar bun." Pamit Fadlan pada ibunya yang dibalas dengam gumaman. Tapi, baru saja menginjak gundukan tangga yang kedua. Bell rumah berbunyi niatnya mengihraukan itu terurung karna Ibunya malah menyuruh membuka pintu.
"Bang, itu tolong bukain pintunya dong. Bunda lagi masak ini bentar lagi ayah pulang."
"Iya iya." Fadlan berjalan ke arah pintu.
Setelah pintu terbuka.
"Assalamualaikum." Ternyata Bibinya —Adik dari Ibunya sekaligus Ibu dari sahabatnya.
Ibu Rafli nyelonong masuk setelah mengucap salam. "Si ganteng mana?" Tanya Julia —Ibu Rafli, pada Fadlan yang berjalan mengikutinya di belakang.
Sedangkan Fadlan meringis, bingung.
"Eh julia, kirain siapa." Ibu fadlan yang merupakan kakak julia tersenyum menyambutnya. "Tumbenan kesini, sama siapa?"
"Naik ojol mba, ini ada cheescake tadi buat kelebihan." Julia menyerahkan paperbag berisi cheescake buatannya.
"Owalahh, ngerepotin aja."
"Ah enggak papa. Oh iya si ganteng mana?" Tanyanya sambil celingukan.
"Hah? Si rafli? Enggak ada udah beberapa hari gak main tu anak." Jawaban Ibu Fadlan, itu menimbulkan kernyitan dahi Julia, terheran.
"Loh, tadi katanya pamit kesini kok, Katanya bakal nginep juga."
"Masih di jalan kali." Ibu fadlan berhusnudzan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Line Of Destiny [On Going]
General FictionAqila hanya seorang mahasiswa semester lima, yang menjalani kehidupan perkuliahannya tanpa keluhan, hidupnya monoton, teman-teman menyebutnya mahasiswa kupu-kupu. Pergi kuliah dan pulang tidak mengikuti satupun organisasi di kampusnya, sesekali ber...
![Line Of Destiny [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/249267760-64-k650693.jpg)