part. 39

541 15 0
                                        

Happy reading 💫

********


"Gimana? Lancar?"

Aqila mengangguk seraya tersenyum lega. "Lancar Alhamdulillah."

Ajeng bersorak ikut gembira. "Selamat ya bestie gue .. nih," Ajeng menyodorkan buket bunga ukuran sedang serta paper bag kecil, Aqila menerimanya dengan senang hati. "Walaupun belum rampung tapi tiap langkah harus dirayain itung-itung bahan penyemangat buat langkah selanjutnya."

"Iyaa makasih ya."

Selain Ajeng, ada Sinta yang memberinya hadiah, sebagai tanda kelancaran ia melewati seminar proposal— sempro. Ia ditarik ke spot foto untuk mengambil beberapa gambar.

Ditengah kesibukannya berfoto, diam-diam Aqila sebenarnya tengah mengharapkan kehadiran seseorang, yang beberapa hari belakangan rutin bertukar pesan dengannya. Memang, Cowok itu sebenarnya tak memberitahu akan datang untuk memberi hadiah atau sekedar ucapan selamat, harusnya Aqila memang tak mengharapkan apa-apa, salahnya sendiri Karna mengharapkan hal itu.

Ia sekali lagi mengecek notifikasi dari ponsel di genggaman, tapi hanya ada pesan dari Ibu yang menanyakan kelancarannya. Ia sekali lagi menghela nafas karna tak mendapat notifikasi dari orang yang di harapkan, lantas mengedarkan pandangan ke sekeliling siapa tau Rafli —Orang yang di harapkan itu hadir, berada di tempat yang sama.

"Qil fokus dong liat sini,"

Ajeng menginterupsi ketika akan mengambil foto Aqila dengan Sinta. Sinta disebelahnya menyenggol seraya berbisik. "Nungguin ayang ya?"

Aqila mengerjep, "Yeuu ayang apaan,"

"Yaelahh masih ngeles."

Aqila sudah membuka mulut hendak menyangkal, tapi Ajeng lebih dulu memotong.

"Kalian ngomongin apa si?" Ajeng nampak penasaran ketika melihat kedua temannya mengobrol dengan suara pelan.

Aqila diam-diam memperingati Sinta lewat tatapannya, ketika Cewek itu akan menjawab pertanyaan Ajeng. Untungnya Sinta cukup mengerti, mengalihkan perhatian dengan menyuruh kembali berfoto.

Rasa-rasanya Aqila tak pernah merasa se-kecewa ini Karna terlalu berharap, ia tak mengerti dengan perubahan suasana hatinya hanya Karna Rafli tak kunjung  muncul. Tak mungkin kalo cowok itu lupa karna sebelumnya ia sudah banyak bercerita tentang kesulitannya menjelang Sempro.

Ketika mereka sudah mengambil beberapa foto, Aqila mempersilahkan kedua temannya untuk pergi lebih dulu Karna setelah ini ia tak berniat langsung pulang, mungkin akan mampir ke kantin terlebih dulu.

Ia membelokkan langkah ke kantin fakultas, syukurlah suasana disana cukup lenggang, jadi ia tak perlu repot-repot mengantre. Aqila hanya  memesan minuman rasa coklat seraya menunggu pesanannya jadi ia membuka aplikasi ojek online, tadi pagi Fahmi meminjam motornya karenanya hari ini ia tak membawa kendaraan beroda dua itu.

"Makasih ya pak."

Keningnya mengkerut tak senang ketika driver yang mendapat orderannya mengabari minta di cancel, katanya ada urusan mendadak ketika ditanya urusan apa malah tak memberi tahu. Ia berjalan dengan mata yang fokus pada ponselnya kedua tangannya nampak penuh menggenggam paper bag, bunga, minum coklat serta ponsel.

Langkahnya memelan sebelum benar-benar terhenti ketika lewat ekor matanya ada orang yang seperti sengaja menghalangi jalannya. Ia mendongak mengalihkan perhatian dari ponsel di genggamannya.

Tubuhnya mendadak kaku.

"Haii.. " Rafli tersenyum cukup lebar dengan memperhatikan gigi putih rapinya, tangan sebelah kanannya menggenggam paper bag, dan yang kiri memegang bunga dengan ukuran cukup besar dibandingkan pemberian sahabatnya yang tengah ia genggam.

"Selamat ya."

Aqila tersenyum sebelum kekehan kecil meluncur dari bibirnya, setelah tersadar dari rasa terkejut. Ia menduduk menyembunyikan kedua pipi yang mendadak panas. "Makasih,"

"Penuh ya tangannya, yaudah yuk ke mobil. Gak bawa motor kan?"

Aqila mengangguk pelan, meski sedikit penasaran dari mana cowok itu tau kalo hari ini ia tak membawa kendaraan.

Barang bawaan mereka ditaruh di jok belakang. Sebelum menyalakan mesin mobil, Rafli lebih dulu mengecek sabuk pengaman Aqila setelah semua siap barulah ia menjalankan mobilnya.

"Abis ini sibuk gak?"

"Nggak si, kenapa?"

"Jalan dulu mau?"

Aqila mengangguk pelan, "Boleh." Ia lantas membuka ponselnya mengabari orang rumah, kemungkinan ia yang bakal pulang telat. "Gak jauh-jauh kan?"

Aqila sepertinya masih belum sepenuhnya percaya.

"Enggak, paling jauh juga paling ke KUA."

Aqila langsung menatapnya dengan mata melebar tapi yang ditatap masih fokus pada jalan didepan, seraya terkekeh geli ia berujar. "Apaansii,"

Rafli meliriknya sekilas dengan bibir yang tertarik keatas.

"Aku Minggu depan KKN," Rafli berujar setelah hening beberapa saat.

"Ohh? Kemana?" Walaupun cara cowok itu membahasakan dirinya cukup asing ditelinga— Dengan menyebut Aku yang biasanya Gue. Tapi informasi yang disampaikan lebih menarik.

"Ke Subang, sebulanan."

Wow, jauh juga dan .. lama. Waktu itu Aqila tak sejauh itu.

"Semoga lancar ya,"

Perjalanan diisi dengan musik yang diputar dari lagu-lagu SZA. Aqila baru mengetahui selera musik Rafli seperti ini. Memang bukan yang gimana-gimana hanya mungkin terlihat terlalu feminim dan aesthetic untuk orang seperti Rafli. Aqila jadi bertanya-tanya mungkin cowok itu mendapatkan playlist ini dari mantannya atau seseorang yang pernah dekat dengannya.

Aqila mengenyahkan pikiran yang kemana-mana. Padahal kenapa kalau memang playlist yang diputar dari mantan-mantannya? Sah sah saja bukan?

"Playlist kamu ... Boleh juga." Aqila menunjuk suara asal musik dengan dagu, ketika Rafli melihatnya.

Rafli mengikuti arah pandang, lantas mengangguk. "Tau dari temen, biar kamu nyaman. kayaknya emang cocok buat cewek."

Temen, pasti cewek. "Cewek?"
Mulutnya memang tidak bisa menampung rasa penasaran.

Rafli meliriknya sekilas. "Iyaa,"

Tukann!

"Mantan?"

Ingatkan Aqila untuk menampar mulutnya yang lancang.

*********
To be continued

Apa apa apaa? Enjoy tapi ga pernah komen gitu ya kalian.
Semoga beneran nikmatin ceritanya. Saya suka beberapa part yang terakhir update termasuk ini, semoga kalian juga suka.
Kalo ada kritik dan saran boleh komen atau DM di Instagram link di bio

Line Of Destiny [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang