Part. 34

907 42 3
                                        


Rafli terdiam, otot wajah dan lehernya menegang pikirannya kosong pasokan oksigen di sekelilingnya terasa tiba-tiba menghimpit membuat napasnya berhenti selama beberapa detik.

Ia menatap nyalang gawai yang sudah beralih tangan pada pemiliknya, Fadlan.

Fadlan yang menyadari Rafli shock setelah melihat percakapan grup di ponselnya lantas menepuk pundaknya pelan. "Udah .. gak usah dipikirin,"

Gak usah dipikirin gimana maksud lo?! Rafli ingin sekali memaki sahabat sekaligus sepupunya itu. Tapi seakan tenaganya ikut terkuras bahkan untuk sekedar berbicara, jadi yang dapat ia lakukan hanya menghela napas dan bergumam pelan.

Isi percakapan dalam grup barusan jelas bukan tentang pembahasan tugas perkuliahan, atau pengumuman tugas dari dosen. tapi malah dipenuhi gunjingan, makian, hina dina, umpatan, bahkan kutukan terhadapnya.

Gila, gue kira tu orang udah berubah karna udah gak keliatan sama kumpulan si panji

Sama!! Temen gue pernah dideketin sama si R tapi untung aja gak jadi

Gak tau malu banget si sumpah minta maaf pas tau korban udah trauma najiss banget dipikir trauma bisa sembuh cuma karna maaf

Yang paling bikin geleng geleng tuh kejadiannya di depan umum cuyy! Kaya?- otak lo dimana (duhhh gemes banget pengen gue cakarrr)

Akibat terlalu sang* ya gitu tempat umum aja serasa privat room

Ngeri ya shay sama cowok hypersex gitu

Dih otak dimana otakkk

Gue dari dulu juga udah enek anjir sama tu orang lagaknya so' iya banget maksa gitu kelakuannya jadi freak gitu ewwhh

Dan masih banyak lagi rentenan makian yang lebih tidak enak dibaca dan tidak bisa diterima oleh mentalnya.

Komentar tak beretika itu bukan tanpa alasan, tidak akan ada asap kalo tidak ada Api. Dan apinya disini adalah sebuah video kurang dari sepuluh detik memperhatikan kejadian yang tak ia sangka beberapa hari lalu, dimana Indri menciumnya.

Ia tak mengira bahwa diam-diam perempuan itu malah memvideokan tindakannya untuk menjebaknya.

Sebenarnya cuplikan videonya tak begitu jelas tapi yang membuat orang-orang langsung bereaksi buruk karna isi tweet panjang yang dibuat Indri yang menceritakan pengalamannya menerima pelecehan seksual dari kating di kampusnya.

Isi tweetnya menceritakan dari awal pendekatan mereka sampai kejadian dimana Indri menciumnya secara tiba-tiba, yang cewek itu ceritakan malah sebaliknya. Padahal yang seharusnya merasa dilecehkan disini itu dirinya bukan Indri. Bukan hanya itu, walaupun Indri tak menyebut langsung namanya tapi Dia mendeskripsikan ciri-ciri fisiknya secara jelas. Yang jelas mudah ditebak, ditambah selama mereka dekatpun orang-orang disekitarnya pasti mengetahui kedekatan mereka bahkan tak sedikit yang mengira mereka pacaran.

"Eh raf mau kemana?" Fadlan bertanya ketika Rafli beranjak dari posisinya.

"Balik."

*****

Rafli menghilang.

Lebih tepatnya Rafli memutuskan menghilang. Ketika tweet yang membuat namanya hancur itu ramai, tak harus menunggu beberapa hari tweet yang tadinya ia pikir tak akan sampai viral malah trending di urutan kedua di Twitter. Yang itu artinya semua pengguna Twitter pasti tau.

Dampaknya pun semakin buruk, ponselnya hampir tak sedetikpun hening.  Isi dari semua media sosial yang ia punya tentu bukan hal baik. Semua pesan diisi oleh orang-orang yang menyumpah, menghina, merendahkan serta ancaman pembunuhan untuknya. Tak cukup sampai situ yang lebih menyakitkan lagi, orang tua yang tak tahu menahu ikut terseret. Terutama Ibunya, kenyataan sosok wanita yang melahirkannya itu ikut di hina karna dianggap lalai dan tak becus mendidiknya semakin membuatnya terpuruk.

Line Of Destiny [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang