part 23. Hujan

1.1K 78 5
                                        


Selamat menunaikan ibadah puasa, yang kuat ya puasanya! Jaga bacaan! Bersihkan hati, bersihkan galeri xixi

Selamat membaca!
________

Belakangan ini, cuaca sedang tak baik. Pagi hari cerah siangnya malah hujan, atau paginya hujan siangnya malah panas terik cuaca yang memang tak bisa di prediksi.

Begitupun dengan hari ini, ketika berangkat tadi cuacanya sangat cerah sehingga tak ada terpikir kalau sore harinya bakal hujan lebat seperti ini.

Ketika kelasnya selesai berpapasan dengan waktu ashar, aqila memutuskan untuk shalat di masjid kampus. Seraya menunggu hujannya reda.

Tapi, sampai ia menyelesaikan kewajibannya, belum ada tanda tanda hujan akan reda. Malah semakin besar disertai dengan kilatan petir.

Ajeng sudah pulang terlebih dulu tadi dengan pacarnya menggunakan mobil fadlan. Ia sudah menghubungi adiknya untuk menjemputnya dengan mobil. Tapi katanya mobil mereka tengah di bengkel.

Karna bosan, iseng ia kemudian membuat story di whatsapp.

Sekitar lima menit ia mengunggah itu, ajeng tiba tiba menghubunginya, yang langsung ia terima

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sekitar lima menit ia mengunggah itu, ajeng tiba tiba menghubunginya, yang langsung ia terima.

"Assalamualaikum iya?"

"...."

"Oh iya, ini nunggu ujannya reda."

"...."

"Mobilnya lagi di bengkel."

"....."

"Eh gak usah beneran, paling mau naik angkot atau bis biasanya masih ada."

"...."

"Iya, waalaikumsalam."

Ia kemudian bersiap, memutuskan untuk pergi ke halte depan. Mengandalkan tas untuk menutupi kepalanya ia berlari dari masjid menuju keluar gedung.

Setelah berlarian keluar dari gedung menuju halte, ia akhirnya berhasil sampai disana dengan baju lumayan basah. Untungnya tasnya tak menyerap air, ia kemudian sedikit mengibaskan gamis dan tasnya yang basah.

Ditengah kegiatannya sebuah mobil warna putih berhenti didepannya, reflek ia mendongak melihat kacanya terbuka menampilkan wajah tak asing lagi baginya.

"Naik." Ucap rafli pada Aqila. Yang dibalas gelengan pelan oleh perempuan itu.

Rafli mendengus. "Jam segini susah nyari angkotnya qila."

Aqila nampak berpikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk. Ia berjalan kearah pintu belakang tapi Rafli lebih dulu berseru. "Didepan! Emang gue supir lo."

Aqila berdecak, beralih membuka pintu mobil depan. "Gue gak bakal ngapa ngapain lo kali." Rafli berujar ketika melihat wajah tak mengenakan Aqila.

Line Of Destiny [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang