Sesampainya di perkampungan Zuna, Nathan mendarat di balkon kamar Hanabi, dengan perlahan Nathan menidurkan Hanabi di kasur, lalu melepaskan sepatu Hanabi dan terakhir menyelimutinya agar Hanabi tidak merasa kedinginan.
Lalu Nathan berjalan kearah kamar mandi, dan berniat membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum tidur, setelah 15 menit membersihkan diri, Nathan keluar dari kamar mandi dengan memakai celana panjang, bertelanjang dada, dengan handuk melingkar di lehernya.
Nathan meletakkan handuk itu di meja lalu berjalan kearah kasur, ia tidur di samping Hanabi, menarik Hanabi kedalam pelukannya dan menyusul Hanabi di alam mimpi dalam kondisi saling berpelukan.
****
Pagi menyambut Fantasia, di istana yang belum jadi seutuhnya di perkampungan Zuna, terlihat Nathan dan Hanabi yang tertidur di kasur mewah mereka dengan posisi saling berpelukan.
Burung-burung berkicau dengan merdunya menyambut mentari.
Mendengar kicauan burung, dengan perlahan mata Nathan membuka memperlihatkan manik jingganya yang indah.
Pemandangan pertama yang Nathan lihat adalah wajah terlelap Hanabi, Nathan tersenyum melihat wajah indah istrinya yang terlihat polos saat tertidur.
Nathan mencium kening Hanabi cukup lama membuat Hanabi terbangun, melihat Hanabi terbangun, Nathan melepaskan ciumannya dan menatap kearah Hanabi sembari tersenyum.
"Selamat pagi istriku tercinta, permaisuriku" sapa Nathan sembari tersenyum lebar.
"Ah, Selamat pagi Nathan" jawab Hanabi dengan nada sedikit serak karena dirinya baru saja bangun tidur.
Hanabi dan Nathan saling menatap cukup lama, yah Nathan terdiam sembari menunggu istrinya benar-benar tersadar.
Hanabi yang melihat Nathan hanya menatapnya mengerutkan keningnya dengan raut wajah baru bangun.
"Kenapa kau terus-menerus menatapku?" Tanya Hanabi.
"Tidak ada, aku hanya ingin menatap wajahmu saja, apa tidak boleh?" Ujar Nathan dengan senyuman yang tak luntur.
Hanabi bangkit dari kasurnya sembari ia menyentuh kepalanya yang sedikit sakit.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Nathan.
"Hmm entah kenapa aku merasa kepalaku sakit" keluh Hanabi sembari terus menyentuh kepalanya.
"Mungkin karena kau terlalu banyak memakan dessert semalam, itu sebabnya kepalamu terasa sakit" ujar Nathan dengan nada sedikit acuh.
"Aku tidak yakin itu penyebab kepalaku sakit" sanggah Hanabi.
"Terserah kau saja"ujar Nathan acuh.
"Kau ini, istrimu sedang sakit, kau malah terlihat acuh, suami macam apa kau ini?" Ujar Hanabi dengan nada kesal menatap sinis kearah Nathan.
"Salah sendiri, aku sudah peringatkan untuk kau tidak memakan dessert terlalu banyak, tapi kau tetap keras kepala, ya sudah tanggung sendiri akibatnya" ujar Nathan, mendengar itu Hanabi hanya menghela nafas, ia merasa tak punya tenaga untuk menjawab ucapan Nathan.
Hanabi berjalan kearah kamar mandi dan membersihkan dirinya, disaat Hanabi memasuki kamar mandi, tak lama para pelayan masuk ke kamar mempersiapkan segala kebutuhan Nathan dan Hanabi.
Para pelayan yang akan melayani Hanabi memasuki kamar mandi dan betapa terkejutnya mereka melihat Hanabi tergeletak tak sadarkan diri di kamar mandi.
Mereka segera menghampiri Nathan memberitahu bahwa Hanabi pingsan didalam kamar mandi dan dengan cepat Nathan menggendong Hanabi dan membawanya ke tabib.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stand By Me
FantasySERI KEEMPAT GODDESS SERIES "Kejahatan dan kegelapan belum menerima kekalahan, kegelapan akan terus berjuang untuk mencapai tujuannya, jiwa yang terbuang akan mendukung kegelapan untuk mencapai tujuannya, maka tugas sang bunga matahari yang akan men...
